Kosultasi Syariah: Sungguh Celaka Orang yang Berprofesi Sebagai Rentenir!!

0
602

Beberapa waktu yang lalu ada satu sobat pembaca yang sedikit curhat kepada tim cahayaislam tentang persoalan hidupnya yang cukup berat. Kebetulan Allah memberikan cobaan kepadanya yakni terbelit hutang dengan rentenir. Dahulu kala keluarganya membutuhkan biaya untuk pengobatan orang tuanya, karena dia merupakan orang yang kurang mampu maka dengan terpaksa dia harus meminjam uang kepada seorang rentenir. Dia mengaku merasa menyesal karena waktu itu dia terpaksa meloncat kedalam lubang riba. Dan akhirnya dia kini mencoba untuk bertaubat kepada Allah dan dengan cepat menyelesaikan hutang tersebut.

Inilah yang biasanya akan terjadi ketika kita melanggar batas-batas yang diberikan oleh Allah. Hidup dalam keadaan yang tidak berkah dan penuh penderitaan. Beruntung, dia menyadari kesalahannya dan mencoba untuk berusaha keras bertaubat atas dosa-dosanya. Nah, berbicara soal hutang dengan rentenir. Sungguh bisa dikatakan bahwa pekerjaan ini bisa dibilang pekerjaan yang sangat dilaknat oleh Allah dan mencelakakan pelakunya. (lihat juga artikel berjudul laknat Allah untuk pelaku riba DISINI).

Seorang rentenir tidak membawa berkah apapun dalam kehidupan

Dalam artikel tim cahayaislam dengan judul ‘berkah itu menambah kebaikan’ (DISINI). Kami telah menjelaskan dengan detail bahwa pada dasarnya berkah tidaknya kehidupan seseorang dinilai bukan dari sebanyak apa harta yang dimilikinya, namun lebih kepada apakah kehidupannya memberikan dan menambah nilai kebaikan pada dirinya atau orang lain disekitarnya.

Seorang rentenir mungkin terlihat sebagai seorang penolong yang memberikan pinjaman uang kepada mereka yang membutuhkan uang dalam waktu cepat (seperti dalam kasus salah satu sobat pembaca yang curhat diatas). Namun padahal, mereka memberikan pertolongan semu yang pada akhirnya akan membawa penderitaan pada orang yang meminjam uang dari mereka. Hal itu tidak memberikan kebaikan sama sekali pada orang lain, malah justru meresahkan dan memberikan keburukan.

Sengaja Melakukan riba lebih hina daripada perbuatan zina

Dalam beberapa hadits kita banyak mendengar bahwasanya zina merupakan salah satu dosa had yang besar. Karena dinilai memberikan keburukan pada pelakunya dan memiliki konsekuensi hukum yang cukup berat untuk dilaksanakan. Namun, tahukah sobat cahayaislam bahwa memakan harta riba ketika orang tersebut tahu bahwa itu riba bahkan lebih hina daripada perbuatan zina itu sendiri? Hal ini didasar dari kajian al hadits riwayat ahmad: دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

Seorang yang berprofesi sebagai rentenir tahu betul bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah praktik riba. Namun karena matanya sudah digelapkan oleh Syetan dengan perhiasan-perhiasan dunia, dia sudah tidak memperdulikannya. Sungguh mereka itu merupakan orang-orang yang akan celaka kelak di akhirat. Salah satu siksanya kelak pernah diceritakan dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari 2085.

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ، حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ، فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ، وَعَلَى وَسَطِ النَّهْرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ، فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ، فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا

Dalam hadits tersebut Rasulullah menceritakan bahwa suatu ketika Beliau pernah bermimpi tentang sungai darah yang ditengahnya ada seseorang yang mencoba keluar/menepi dari sungai itu. Ketika dia hendak melakukannya, orang-orang yang berada di tepi sungai akan melempari mulutnya dengan batu hingga dia kembali ke tengah sungai. Orang yang dilempari tersebut adalah orang-orang yang memakan harta riba. Ngeri bukan? Semoga kita selalu diselamatkan oleh Allah dari hal-hal yang berbau riba. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!