Konsultasi Syariah: Apa Hikmah Dibalik Musibah?

0
850

Musibah bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan manusia-manusia pilihan Allah seperti Rasul dan Nabi pun pernah mengalami musibah. Musibah bukanlah merupakan kebencian Allah kepada kita karena Allah selalu sayang kepada semua makhluknya. Musibah adalah ujian dari Allah yang apabila kita bisa melewatinya maka derajat kita akan ditinggikan. Selain itu, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari adanya musibah. Konsultasi syariah ini akan memberikan beberapa hikmah dari musihab yang mungkin tidak kita sadari. Apa saja?

Mengingat Kematian

Ada banyak sekali musibah yang bisa terjadi kepada kita. Dalam konsultasi Islam ini, kamu mencontohkan kematian. Pasti kita pernah ditinggal mati oleh orang yang kita sayangi seperti keluarga, kerabat, atau teman. Namun, kita harus ingat karena setiap yang bernyawa, bukan hanya manusia tetapi juga hewan dan makhluk lainnya, pasti akan mengalami mati. Dengan kematian seseorang yang kita sayangi, kita bisa lebih sering mengingat kematian. Kita ingat jika kematian bisa terjadi kapan saja, entah itu nanti, besok, lusa, atau kapan tidak ada yang tahu. Dengan megingat kematian, kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah. Itulah hikmah pertama yang bisa kami jelaskan dari konsultasi syariah ini.

Semua Harta Hanya Titipan Allah

Salah satu musibah yang yang dicontohkan dalam tanya-jawab Islam ini adalah berupa harta. Harta di sini juga mencakup jabatan yang kita miliki. Sering kali kita temukan orang yang mengeluh karena harta bendanya musnah, jabatannya dicopot, dan lain sebagainya. Bahkan yang paling parah, situasi ini mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama seperti korupsi, mencuri, hingga bunuh diri. Padahal, semua harta yang kita miliki itu berasalh dari Allah dan pasti akan kembali kepada Allah juga. Jika harta kita sudah diambil lagi oleh Allah, berarti tanggungjawab kita berkurang. Lagipula, harta tidak akan dibawa mati. Jadi, melalui konsultasi syariah ini, mari kita motivasi diri kita masing-masing agar mempergunakan harta dengan sebaik mungkin.

Mendorong Beristighfar

Manusia adalah tempat lupa dan salah. Itulah kenapa Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak beristighfar setiap hari. Berapa kali kita beristighfat dalam sehari? Mungkin sangat jarang atau mungkin malah tidak sama sekali. Dengan adanya musibah, kita pasti terdorong untuk memperbanyak istighfar, mengingat betapa banyaknya dosa yang telah kita perbuat. Jadi, melalui konsultasi syariah ini kami mengajak sering-seringlah beristighfar karena banyak sekali nikmat Allah yang belum kita syukuri sehingga datang musibah.

Berusaha Memperbaiki Diri

Musibah tidak selalu merupakan ujian dari Allah. Namun, musibah bisa juga dikarenakan oleh perbuatan manusia itu sendiri. Manusia memang sering berbuat kerusakan hingga merugikan bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain, alam, dan makhluk lainnya. Jadi, kita harus instropeksi diri dan memperbaiki diri untuk kembali ke jalan yang benar. Dalam konsultasi syariah ini kami mengutip kitab suci Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“

Menjauhi Sifat Sombong

Apa saja yang kita miliki di dunia ini tidak pantas kita sombongkan. Kita dilahirkan dalam keadaan tidak punya apa-apa dan kitapun akan kembali kepada Allah dalam keadaan tidak punya apa-apa juga, kecuali amal yang kita perbuat selama hidup di dunia. Jika kita sombong dan terkena musibah, apa yang bisa kita sombongkan? Jadi, kita harus jauh-jauh dari sifat sombong dan memperbanyak amal kebaikan sebagi bekal di akhirat kelak. Itulah 5 hikmah yang bisa kita ambil dari adanya musibah. Mudah-mudahan konsultasi syariah ini bermanfaaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!