Kisah Teladan Penghormatan Rasulullah Terhadap Kaum Wanita

0
779

Bagi umat islam diseluruh muka bumi ini, rasulullah atau nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan yang patut untuk di tiru. Rasulullah adalah contoh manusia yang memiliki akhlak tepuji. Bahkan agama selain islam pun mengakui hal tersebut. Dalam kisah perjalanan hidupnya, tidak pernah terdapat cerita yang menjelaskan tentang perilaku buruk dari nabi yang mulia ini. Perilaku terpuji nabi Muhammad SAW ini merupakan cerminan dari ajaran yang terdapat dalam kitab suci umat islam seluruh dunia, yaitu Al-Qur’an. Dalam buku sirah nabawiah, telah terdapat banyak kisah teladan Rasulullah. Salah satunya adalah tentang penghormatan Rasulullah terhadap kaum wanita.

Penghormatan Rasulullah Terhadap Kaum Wanita

Sobat cahaya islami, bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa kisah teladan rasulullah adalah gambaran nyata dari akhlak-akhlak yang terdapat dalam kitab suci Al -Qur’an. Belia adalah panutan dalam segala hal. Salah satu dalam teladan rasulullah terhadap kaum wanita. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa nabi Muhammad SAW sangat memuliakan seorang wanita. Bahkan beliau pun memerintahkan kepada umatnya untuk menghormati wanita. Hal ini sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ

Artinya: “ Sesungguhnya Allah Mengharamkan atas kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mencegah dan meminta serta mengubur anak perempuan hidup-hidup.”

Pada masa jahiliyah, orang-orang Quraisy tidak senang terhadap bayi perempuan. Hal ini lantaran menurut pendapat mereka, bayi perempuan adalah sebuah aib keluarga. Oleh karena hal tersebut, maka jika istri-istri mereka melahirkan anak perempuan, maka orang pada masa jahiliyah tersebut akan mengubur bayi mereka hidup-hidup. Akan tetapi, sejak nabi Muhammad diangkat menjadi nabi dan Rasul, kebiasaan tersebut mulai dihilangkan. Dalam kisah teladan rasulullah, beliau memerintahkan untuk menghormati dan menyayangi kaum wanita.

Kisah Rasulluah Menghargai Kaum wanita

Dalam pandangan agama islam, wanita mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan dalam kisah teladan rasulullah, beliau pun menganjurkan untuk selalu menghargai kaum wanita. Alasan rasulullah memerintahkan hal tersebut lantaran wanita memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan seorang manusia. Makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama wanita ini rela mengandung dalam keadaan yang sangat letih dan tidak nyaman selama kurang lebih 9 bulan. Saat melahirkan pun, seorang wanita akan merasakan rasa sakit yang luar biasa. Kadang bahkan ada wanita yang meninggal dunia karena melahirkan. Sehingga tidaklah berlebihan jika meninggal sewaktu melahirkan termasuk mati syahid.

Dalam berbagai kisah teladan Rasulullah, terlihat dengan jelas bagaimana seorang lelaki utama yang sayang terhadap wanita. Misalnya saja nabi Muhammad SAW rela menjahit bajunya sendiri yang robek. Padahal disisi nabi Muhammad SAW ini terdapat para istri yang siap melakukan hal tersebut. Akan tetapi, sang manusia pilihan ini lebih memilih untuk melakukan sendiri, beliau menyadari bahwa pekerjaan istrinya sangat banyak dan melelahkan. Kisah rasulullah yang mulia ini bisa menjadi contoh bagi umatnya bagaimana menghargai seorang perempuan.

Dari berbagai sumber lain, ternyata banyak kisah teladan rasulullah lainnya, misalnya saja sang manusia paling mulia ini tidak segan-segan untuk meminta maaf pada istrinya jika ia bersalah. Dalam sebuah riwayat yang mahsyur, pernah dikisahkan bahwa rasulullah sedang mengisi kajian di masjid. Karena begitu banyaknya orang yang bertanya, akhirnya sang Nabi Muhammad SAW pun pulang ke rumah Aisyah r.a. terlalu larut malam. Pada saat mengetuk pintu, Aisyah tidak membukanya lantaran ia tertidur, karena tidak dibukakan pintu, rasulullah pun memutuskan untuk tidur di muka pintu rumah. Saat Aisyah r.a bangun dan keluar rumah, ia kaget lantaran sang suami sudah tidur didepan pintu. Saat itulah akhlak mulia nabi terlihat. Beliau tidak marah pada sang istri, akan tetapi rasulullah meminta maaf pada Aisyah r.a. lantaran ia pulang terlambat. Sungguh suri tauladan agung yang bisa sobat cahayaislami ikuti.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!