Kisah Pembunuh 100 Orang yang Masuk Surga (Cerita Hikmah Islami)

0
1377

Wahai sobat Cahayaislam yang dirahmati oleh Allah! Sebagai orang islam yang beriman, kita harus mempercayai bahwa Allah merupakan dzat yang maha menerima taubat. Dia adalah yang maha belas kasih, bahkan ketika para hambanya melakukan kesalahan lagi dan lagi, Allah tetap bersedia mengampuninya jika dia mau bertaubat. Dalam kesempatan kali ini, tim Cahayaislam akan membawakan satu cerita hikmah islami tentang kisah pembunuh 100 orang yang masuk surga. Kami menukilnya dari salah satu hadits Sahih dalam kitab Taubat riwayat Muslim (2766).

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، – وَاللَّفْظُ لاِبْنِ الْمُثَنَّى – قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنَ تَوْبَةٍ فَقَالَ لاَ ‏.‏ فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ وَلاَ تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ ‏.‏ فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلاً بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ ‏.‏ وَقَالَتْ مَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ ‏.‏ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ الأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ ‏.‏ فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الْحَسَنُ ذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ لَمَّا أَتَاهُ الْمَوْتُ نَأَى بِصَدْرِهِ

Pembunuh yang ingin bertaubat

Rasulullah SAW menceritakan sebuah kisah yang terjadi pada zaman kaum bani Israil terdahulu dengan tujuan agar kaumnya tidak menyerah dan putus asa akan rahmat Allah. Pada zaman dahulu kala ada sebuah kota berbahaya yang terkenal dengan kejahatannya. Didalam kota tersebut hiduplah seseorang pembunuh keji. Diketahui karena lingkungan sekitarnya yang buruk, dia tumbuh dan hidup menjadi pribadi kejam yang telah membunuh sekitar 99 orang.

Suatu hari dia merenung tentang kehidupannya dan dia bertekad ingin berubah dan memperbaiki diri. Tetapi disisi lain hati kecil pembunuh tadi gelisah, mengingat kejahatannya yang telah membunuh 99 orang. Bertandanglah dia kerumah seorang rahib yang dikenal sebagai ahli ibadah pada waktu itu. Dia bertanya “Wahai rahib, aku telah membunuh 99 orang selama hidupku, apakah pertaubatanku bisa diterima?”

Mendengar hal itu, sang rahib berkata keras “tidak ada jalan atas dosa-dosamu untuk diampuni” tegas Rahib tersebut. Mendengar hal itu, merah padamlah wajah sang pembunuh dan terhunuslah pedangnya hingga tewas sang rahib ditangan pembunuh itu sebagai korban ke-100. Sang pembunuh itu kemudian mencari satu orang yang paling berilmu diantara kaumnya. Setelah sampai dirumah ahli ilmu tersebut, dia menanyakan pertanyaan yang sama.

Sang ahli ilmu menjawab “Sesungguhnya tidak ada yang menghalangi dirimu dari pintu taubat” – Bersama dengan itu ahli ilmu tersebut kemudian berpesan kepada sang pembunuh tersebut untuk hijrah dan meninggalkan kotanya. Sang ahli ilmu memerintahkan dia untuk pergi kesebuah kota dimana kota tersebut hidup banyak orang-orang yang ahli ibadah. Dengan pindah ke kota tersebut, sang ahli ilmu berharap bahwa si pembunuh tersebut bisa bertaubat dan mendedikasikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah.

Kematian sang pembunuh dan malaikat yang berseteru

Dengan wajah yang sumringah, si pembunuh itu langsung berangkat menuju kota yang dimaksudkan oleh sang ahli ilmu. Namun siapa sangka, ternyata ditengah perjalanan maut menjemput si pembunuh itu. Setelah kematiannya, tak lama berselang dua malaikat (Malaikat rahmat dan malaikat azab) datang dihadapan si pembunuh itu.

Kedua malaikat itu kemudian berseteru. Malaikat rahmat bersikeras ingin membawanya karena dia mati dengan niyat untuk bertaubat, sedangkan malaikat azab menginginkan si pembunuh itu disiksa dalam api neraka karena dosanya. Tak lama kemudian, satu malaikat lain datang untuk menengahi perseteruan malaikat itu.

Malaikat yang datang tersebut kemudian berkata “Hendaklah engkau mengukur jarak antara kedua negara yang ditinggalkan dan akan didatangi oleh si pembunuh ini untuk mendapatkan jawaban” – singkat cerita ternyata lokasi meninggalnya si pembunuh tersebut lebih dekat dengan kota tujuan pertaubatannya. Akhirnya dibawalah jiwa si pembunuh tersebut bersama malaikat rahmat untuk dimasukkan kedalam surga.

Apa yang bisa dipetik dalam cerita ini?

Kisah pembunuh 100 orang yang masuk surga ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa rahmat dan belas kasih dari Allah itu tak terkira luasnya. Sebagai manusia, kita memang sudah ditakdirkan menjadi ladang dari banyak dosa dan kesalahan. Namun, selama kita menyadari kesalahan-kesalahan kita dan bertaubat kepada Allah, Allah pasti akan menerima dan mengampuni kita. Semoga dengan mengetahui kisah pembunuh 100 orang yang masuk surga ini, kita menjadi insan yang lebih bisa mutawarik dan lebih banyak meminta ampun kepada Allah. Amiin! Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!