Kisah Nabi Muhammad SAW: Pembunuh Yang Tertidur Pulas Dan Hijrah

0
1285

Nabi Muhammad SAW adalah tauladan bagi umat Islam. Ia adalah penyampai risalah Allah SWT kepada manusia untuk menciptakan masyarakat yang senantiasa beriman kepada Allah SWT sepanjang waktu. Sahabat Cahaya islam, kisah nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Allah SWT tentu penuh dengan perjuangan dan kisah yang menggetarkan jiwa. Tidak jarang Nabi Muhammad SAW harus menghadapi umat kafir Quraisy yang selalu berusaha untuk menggagalkan dakwah Nabi. Salah satu kisah nabi Muhammad SAW: pembunuh yang tertidur pulas dan hijrah.

Kisah pembunuhan dan perintah hijrah

Kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah mengundang kecemburuan dari kaum Quraisy yang memang sudah sejak lama membenci dakwah Nabi. Kaum Quraisy semakin hari semakin membenci dakwah Nabi Muhammad SAW dan berusaha menemukan cara yang tepat untuk menghentikan syiar yang beliau kerjakan.

Melihat situasi yang semakin runyam di Mekkah karena konflik dengan Quraisy yang semakin meruncing dan membahayakan, Nabi Muhammad SAW diam-diam menyuruh sebagian umatnya untuk hijrah ke Madinah. Nabi Muhammad SAW sendiri masih berada di Mekkah bersama dengan sahabat Abu Bakar Ash Shidiq dan Ali bin Abi Thalib.

Nabi Muhammad SAW sendiri sebenarnya juga ingin segera hijrah ke Madinah karena suasana Mekkah yang sudah sangat tidak kondusif. Namun, beliau masih menunggu perintah langsung dari Allah SWT.

Orang-orang Quraisy yang mengetahui rencana Nabi Muhammad SAW beserta kaum muslimin pun mulai menyusun siasat jahat. Dalam kisah nabi Muhammad di ceritakan bahwa kaum Quraisy hendak membunuh Nabi Muhammad SAW sebelum beliau hijrah meninggalkan Mekkah menuju ke Madinah.

Pada hari yang sudah ditentukan, para pemuda dari kaum Quraisy mengepung kediaman Nabi Muhammad SAW. Mereka bersiap-siap untuk membunuh Nabi Muhammad SAW dengan kebencian yang sudah di ubun-ubun.

Namun, sebelum para pemuda dari kaum Quraisy tersebut berhasil membunuh Nabi Muhammad SAW, turunlah perintah hijrah dari Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW pergi menuju Madinah.

Mengetahui adanya perintah hijrah, Nabi Muhammad SAW lantas bersiap untuk berangkat. Dalam kisah nabi Muhammad dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyuruh keponakannya, Ali bin Abi Thalib untuk menggantikannya tidur di ruang tidurnya untuk mengelabui musuh. Sementara beliau dan sahabat Abu Bakar keluar dari rumah pada waktu subuh.

Keluarnya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar dari rumah tersebut diliputi oleh mukjizat dari Allah SWT dimana Allah SWT menidurkan 11 orang pemuda Quraisy yang mengepung rumah Nabi Muhammad SAW. Bahkan, Nabi Muhammad SAW sempat melemparkan pasir pada salah satu pemuda Quraisy yang membuatnya menjadi buta secara tiba-tiba.

Para pemuda Quraisy menunggu dengan gelisah dan berkecamuk. Sampai matahari meninggi, mereka sama sekali tidak melihat Nabi Muhammad SAW keluar dari rumahnya untuk beraktivitas. Akhirnya, mereka memasuki rumah Nabi dengan semena-mena. Namun, apa yang mereka dapatkan hanyalah kekecewaan belaka.

Nabi Muhammad SAW sudah tidak ada di rumah dan mereka hanya menemukan Ali bin Abi Thalib yang tidur di kasur beliau. Mengetahui hal ini, para pemuda Quraisy sontak langsung marah dan menanyai Ali bin Abi Thalib pertanyaan macam-macam. Ali menjawab dengan jujur bahwa ia tidak tahu menahu apapun karena dirinya tidur di malam tersebut.

Sahabat Cahaya islam, cerita tersebut merupakan penggalan kisah nabi Muhammad yang mengharukan.

Ya, kisah nabi Muhammad di atas adalah bagian dari perjalanan awal hijrah beliau dari Mekkah dan Madinah. Setelah kejadian tersebut, beliau dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur untuk mengamankan dirinya dari serangan kaum Quraisy. Nanti, kita akan membahasnya dalam kisah tentang nabi Muhammad SAW lainnya.

Sahabat Cahaya islam, mari kita membaca lebih banyak kisah nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan kecintaan kita pada beliau.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!