Kisah Kejujuran Ibu Penjual Sayur di Kebumen

0
818

Assalamu’alaikum sahabat cahaya islam yang di rahmati Allah, apa kabar sahabat hari ini? Sebagai umat muslim, membaca cerita islam, sangat bagus, sebab kita dapat terinspirasi dari cerita tersebut. sehingga kita para pembaca dapat termotivasi, terinspirasi dan berjalan kearah yang lebih baik lagi. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengupas lebih dalam mengenai sebuah cerita yang sempat viral beberapa waktu lalu. Berita tentang seorang ibu penjual sayur yang menemukan uang dan melaporkannya ke kantor polisi, menjadi sangat viral dimedia sosial dan cukup menyita banyak perhatian masyarakat. Lebih lengkapnya mari kita ulas lebih dalam cerita ini.

Ibu penjual sayur yang menemukan uang

Beberapa waktu lalu masih dalam suasana Idul Fitri, lebih tepatnya hari Kamis 29 Juni 2017 cerita islam datang dari seorang wanita penjaja sayuran di Kebumen Jawa Tengah bernama Widiyanti. Segepok uang yang terbungkus dalam kantung plastik ini ditemukan ibu Widiyanti di Simpang Empat Kembaran. Meskipun berprofesi sebagai penjaja sayur, warga RT 2 RW 7 Dukuh Kembaran, Taman winangun ini tidak lantas tergiyur memiliki uang tersebut, bahkan mengambilnya sedikitpun. Seorang ibu penjual sayur ini justru memilih membawa uang tak bertuan ini ke Kapolsek Kebumen, bahkan ibu Widiyanti tampak terengah engah saat sampai di pos pengamanan Tugu Lawet kebumen.

Cerita islam ini berlanjut, Dia memilih menyerahkan segepok uang tersebut kepada polisi yang tengah berjaga. Mardi yang menerima uang tersebut nampak terharu akan kejujuran sang ibu, mengingat diera digital saat ini sangat jarang ada orang jujur seperti beliau. Sejak mendapatkan uang tersebut, pihak kepolisian langsung menyebarkan kabar penemuan uang tunai tersebut. Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan uang dilokasi tersebut untuk datang ke pos Kembaran. Tak berselang lama semenjak berita kabar temuan uang itu tersebar, Jum’at 30 Juni 2017 uang itu telah kembali pada sang pemilik.

Pemilik uang tersebut merupakan seorang penjual ayam bernama Khodirin RT 4 RW 6, Taman winangin Kebumen. Dari cerita islam ini, sang pemilik uang bercerita bahwa uang tersebut merupakan uang hasil jualan ayam yang akan disetorkan kepada pemilik ayam di pasar kebumen. Namun ketika sampai ditempat tujuan uang itu hilang, Khodirin sampai menyusuri jalan yang dilewatinya sampai tiga kali tapi uang tersebut tak jua ditemukan. Ketika Jum’at pagi sang anak memberitahukan pada Khodirin tentang berita kehilangan tersebut, diapun langsung menuju polsek mengambil uang tersebut. Akhirnya Khodirin datang menemui Widiyanti untuk berterima kasih.

Keteladanan dalam Cerita ibu penjual sayur

Dari cerita islam tersebut dapat kita lihat keteladanan seorang penjual sayur dihimpitan ekonomi yang semakin mencekik, tapi dia tetap berlaku jujur. Sifat jujur merupakan sifat yang diajarkan oleh Nabi kita, sebuah kisah islami masa kini yang sangat menjunjung kejujuran, karena jujur sangat mahal harganya dibandingkan segepok uang. Sahabat cahaya islam, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai seorang yang sangat jujur. Dan kita harus meneladani sifat ini, jujur akan membawa kita pada kebaikan. Ibu Widiyanti bahkan tidak mengambil sepeserpun dari uang tersebut, dia juga tidak mengharapkan imbalan. Ditengah masa modern dan krisis moral saat ini, masih ada manusia berhati mulia dan berlaku jujur seperti ibu widiyanti. Sifat ini sangat menunjukkan sikap muslim yang sesungguhnya.

Dari cerita islam kali ini, para sahabat pasti telah memahami bahwa kita harus bersikap jujur dan berbuat baik sekecil apapun itu. Sebagai muslim sejati yang meneladani Rasulullah SAW, jadikan kejujuran sebagai pedoman hidup kita semua. Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk melangkah kejalan lurus dan berbuat baik sekecil apapun. perbuatan kecil bagi kita dapat bernilai besar bagi orang lain.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!