Kisah Islami Panglima Perang Gagah Berani Khalid bin Walid

0
1611

Ketika mendengar nama Khalid bin al-walid, pasti akan teringat dengan panglima perang yang begitu tangguh dan perkasa. Sosoknya memang begitu membanggakan dan patut di tiru. Bahkan mendapat julukan saifullah atau pedang allah. Ayahnya bernama al walid bin al mughirah dan ibunya Lubabah binti al-harits. Dia memiliki saudara bernama ummul mukminin maimunah binti al harits. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah islami salah satu sahabat nabi ini. sebelum masuk islam maupun sesudah masuk islam, Khalid bin al-walid terkenal sebagai panglima perang yang sangat kuat dan susah dikalahkan.

Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Khalid bin al-Wahid

Khalid bin al-wahid tidak langsung memeluk islam, ia memeluk islam sekitar tahun 8 hijrah. Saat terjadi perjanjian hudaibiyah. Ia sempat ikut dalam perang mu’tah. “ Bendera perang dibawa oleh zaid lalu berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh ja’far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawah oleh pedang di antara pedang-pedang Allah (saifallah-yakni khalid bin walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin.

Meminum racun saat penakhlukkan Syria

Ada banyak sekali kisah yang menarik tentang khalid bin al wahid. Diriwayatkan oleh Abu Ya’ala, Abu Naim dan Al Baihaqi dari abu safar. Ketika ia singgah di sebuah kampung, ia diperingatkan untuk waspada terhadap racun. Tapi khalid tetap meminum racun tersebut sambil membaca basmalah dan tidak terjadi apapun yang berbahaya di tubuh khalid. Dari riwayat lain diceritakan pada saat masa khalifah abu bakar, ia pergi ke sebuah kampung dan disuguhi minuman beracun; ia juga berani untuk meminum minuman beracun itu, karena meminum minuman beracun dan kaum di kampung tersebut pun saling berdamai.

Kisah islami tentang sosok beliau memang bisa menjadi petunjuk dan hikmah yang kita ambil. Banyak riwayat yang mengatakan kalau apa yang dikatakan oleh khalid selalu menjadi kenyataan. Ketika ada seorang anak membawa guci arak, khalid berdoa untuk mengganti dengan madu dan didalamnya pun diganti dengan madu. Kisah ini memang memberikan peringatan kalau kita dilarang untuk meminum arak. Kisah tentang ini memang belum jelas sumber redaksi haditsnya. Namun, banyak para alim ulama yang menyatakan tentang kebaikan yang bisa diambil dari kisah tersebut. Kebaikan khalid tak hanya di kehidupan sehari-hari saja. Tetapi juga ketika menghadapi peperangan.

Khalid bin Walid sang mesin penghancur dalam perang

Pada saat berperang di perang mutah, khalid begitu gagah berani. Bahkan di puji oleh Nabi muhammad sebagai orang yang berani. Dia membawa sembilan pedang yang semuanya patah kecuali pedang yang buatan yaman. Sejak saat itulah ia mendapat sebutan sebagai saifullah. Tak hanya turun di perang mutah saja. khalid juga ikut dalam perang hunain, perang khaibra, perang fathu mekah dan masih banyak lainnya.

Rasulullah pernah memberi tugas khalid untuk menghancurkan berhala uzza, Khalid langsung melakukan perintah tersebut dan menghancurkan semua berhala. Di masa kepemimpinan abu bakar, khalid dijadikan pemimpim pasukan perang. Khalid bin al walid memang memberikan catatan sejarah yang begitu memukau. Dia sudah menghadapi banyak perang dan selalu menang. Bahkan ia berhasil mengalahkan persia dan romawi yang menjadi negara paling kuat saat itu. sampai saat kematiannya pun, dia menjadi seseorang yang memiliki kisah yang menarik. Beliau wafat pada 18 ramadhan 21 H. Banyak orang yang menangis dengan kepergian panglima perang terbaik kala itu. Sekian sedikit  kisah islami tentang khalid bin al walid. Semoga bisa diambil pelajaran dan bisa bermanfaat untuk kita semua.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!