Kisah Fabel Islami Burung Bangau dan Seekor Anjing

0
910

Pelajaran, inspirasi maupun hikmah dapat kita petik dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Banyak sekali kisah yang didalamnya menyimpan pesan tersendiri untuk kita jadikan pengingat untuk diri sendiri. Salah satunya adalah kisah hewan atau fabel yang biasanya mengandung banyak pesan moral yang dapat kita petik sebagai hikmah maupun pelajaran. Sebagai seorang muslim, kisah fabel islami dapat juga menjadi salah satu media untuk memetik pelajaran yang berhubungan dengan ajaran agama kita. Berikut ini Kisah Fabel Islami Burung Bangau dan Seekor Anjing.

Kisah Fabel Islami Burung Bangau dan Seekor Anjing

Kisah Fabel Islami Tentang Burung Bangau Lupa Diri Karena Pujian

Kisah fabel islami ini akan bercerita mengenai kisah seekor burung bangau dan juga seekor anjing. Kala itu seekor anjing sedang merasa lapar dan kemudian memutuskan untuk pergi ke danau dan mencari makanan. Biasanya anjing ini bisa menemukan makanan di sana, namun kali ini tidak ada satupun makanan yang sang anjing dapatkan. Kemudian anjing mencoba untuk tetap mencari makanan dengan mengandalkan peciuman, telinga dan matanya yang tajam. Ketika itu sang anjing mulai mencium aroma makanan yang sepertinya bisa dia santap. Namun ternyata ketika mengikuti bau anyir seperti bau seekor ikan yang tercium tersebut, anjing tak juga menemukan ikan di sekitar danau maupun di tanah.

Dalam kisah fabel islami ini selanjutnya, kemudian sang anjing melihat ke arah atas mencoba untuk mencari asal dari bau yang ia cium tadi. Kemudian sang anjing melihat seekor burung bangau yang sedang ada di sebuah pohon dan sedang bertengger. Sang anjing melihat bahwa burung bangau ini sedang memegang ikan yang tercium oleh sang anjing tadi di paruh burung bangau itu. Namun burung bangau ini bukanlah burung yang sering dilihat oleh sang anjing. Setelah itu anjing berpikir dan tersenyum bahagia karena ia telah menemukan makanan yang dapat ia santap namun masih berada di paruh burung bangau tersebut.

Taukah sobat cahaya islam, apa yang kemudian sang anjing lakukan dalam kisah fabel islami ini? Anjing ini kemudian berbicara kepada sang burung bangau dan memujinya dengan berkata bahwa burung bangau tersebut tampak sangat cantik dan juga indah bertengger di dahan pohon. Namun burung bangau diam dan tidak menjawab sahutan anjing. Kemudian sang anjing kembali melontarkan pujian kepada burung bangau mengenai betapa indahnya burung bangau dengan sayap yang lebar, kaki kuat dan paruh panjang. Kemudian anjing meminta burung bangau untuk menyanyi dan ia akan memujinya sebagai ratu burung yang indah. Mendengar rayuan sang anjing, burung bangau kemudian membuka paruhnya dan mengeluarkan suara-suara. Ketika itulah ikan yang ada di paruh burung bangau tersebut jatuh dan diambil oleh si anjing. Hal ini membuat burung bangau menyesal.

Hikmah Dari Kisah Burung Bangau dan Seekor Anjing Ini

Dari kisah fabel islami tentang burung bangau dan seekor anjing ini dapat kita petik pelajaran bahwa kesombongan dapat membuat kita lupa diri. Seperti Surat Al-Hadid ayat 23 :

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Kisah hewan islami diatas tentu menjadi wujud kesombongan ketika sang burung bangau menerima pujian lalu membuatnya berbangga diri. Kita juga dapat belajar untuk tidak terlena dengan segala pujian yang dilontarkan. Seperti yang dijelaskan pada hadist muslim nomor 5322 :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى جَمِيعًا عَنْ ابْنِ مَهْدِيٍّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ قَالَ قَامَ رَجُلٌ يُثْنِي عَلَى أَمِيرٍ مِنْ الْأُمَرَاءِ فَجَعَلَ الْمِقْدَادُ يَحْثِي عَلَيْهِ التُّرَابَ وَقَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَحْثِيَ فِي وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] semuanya dari Ibnu Mahdi dan teksnya milik Ibnu Al Mutsanna keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Habib] dari [Mujahid] dari [Abu Ma’mar] berkata: Seseorang berdiri memuji salah seorang amir lalu [Al Miqdad] menaburkan tanah padanya dan berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah dimuka orang yang memuji-muji.

Itulah kenapa pujian merupakan suatu hal yang dapat menjadi bahaya bagi diri kita. Termasuk membuat kita lupa diri.

Jadi sobat cahaya islam, dari kisah fabel islami tentang burung bangau dan seekor anjing ini dapat kita petik sebuah pelajaran bahwa pujian mampu menjerumuskan kita kepada sifat sombong dan membanggakan diri. Kesombongan tersebut yang kemudian justru merugikan diri kita sendiri. Seperti yang diceritakan pada kisah fabel diatas ketika sang burung bangau akhirnya justru kehilangan ikan yang akan disantapnya karena haus pujian sekaligus terlena dengan pujian yang dilontarkan oleh sang anjing. Jadi, sebagai seorang muslim yang baik mari kita jauhi sifat sombong dan berhati-hati dalam menerima pujian.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!