Kisah Celakanya Orang yang Dengki: Sang Wazir Pendengki

0
2878

Membicarakan dengki dan iri hati, pastinya sangat erat kaitannya dengan hati yang tidak bahagia. Bagaimana tidak? Orang yang dengki biasanya cenderung hidup dalam perasaan insecure dan was was akan pandangan orang lain terhadap dirinya. Orang-orang yang dengki biasanya hidup dengan terpenjarakan figur orang lain yang mereka irikan, alih-alih hidup berdasarkan jalannya sendiri dan penuh kesyukuran kepada Allah. Itulah celakanya orang yang dengki!

Pada kesempatan kali ini, tim Cahayaislam akan membawakan satu cerita tentang celakanya orang yang dengki yang kami nukil dari nasihat KH. Shobirun Ahkan selaku guru besar pondok pesantren kutubusittah di Yogyakarta. Beliau mengatakan bahwa pernah menerjemahkan suatu cerita dari pernyataan lelaki pedesaan yang menjadi seorang Wazir (Penasihat).

Menurut beliau, riwayat cerita ini diragukan kesahihannya, namun karena memiliki makna yang baik dan bermanfaat, maka bolehlah bila dijadikan bahan nasihat dan kisah mencerahkan untuk sobat Cahayaislam semuanya. Kisah ini tentang seorang Wazir (Penasihat) pendengki. QotalAllahul Hasada ma’adalah ba’daa bi shohibihi faqotallah!

Seorang pemuda desa yang diangkat menjadi Wazir

Kisah celakanya orang yang dengki ini dimulai pada kedatangan seorang pemuda dari pedesaan terpencil menuju kota yang dipimpin oleh raja islam yang bernama Al Mu’tashim Billah. Hari demi hari berlalu dan pemuda ini dikenal oleh banyak orang sebagai orang yang baik dan memiliki kebijaksanaan. Terdengarlah kabar itu ketelinga baginda raja Al Mu’tashim billah, hingga akhirnya pemuda itu diangkat menjadi seorang Wazir (Penasihat) dikerajaannya.

Disisi lain, sebelum diangkatnya pemuda desa tersebut menjadi Wazir (Penasihat), raja Al Mu’tashim billah sebenarnya telah memiliki seorang Wazir yang lebih dulu menjabat disisinya. Dengan diangkatnya pemuda desa menjadi Wazir baru sang raja, dirinya khawatir bahwa dia kemudian akan tersisihkan dan disingkirkan dari jabatannya itu. Karena kedengkiannya, sang Wazir yang iri itu kemudian membuat tipu muslihat untuk terlebih dahulu menyingkirkan saingannya tersebut.

Akal bulus Wazir pendengki dengan jamuan bawang

Singkat cerita diajaklah pemuda desa yang diangkat menjadi Wazir (Penasihat) baru tersebut untuk mengunjungi rumah Wazir pendengki itu. Sesampainya dirumahnya, pemuda desa tersebut dijamu dengan banyak makanan enak. Makanan-makanan enak tersebut ternyata sudah diberi banyak campuran bawang dalam proses pengolahannya. Makanlah pemuda desa tersebut dengan lahab.

Setelah selesai makan, Wazir yang iri hatinya menghasut pemuda desa tersebut dan berkata “engkau sebaiknya berhati-hati bila berdekatan dengan baginda raja! Kalau saja beliau sampai mencium bau mulutmu ini, pasti beliau tidak akan suka!” – sambil tersenyum licik

Wazir yang iri hatinya tersebut kemudian meminta izin untuk duluan menghadap baginda raja Al Mu’tashim billah sembari mempersilakan pemuda desa tersebut untuk menghabiskan semua makanan dirumahnya. Sesampainya di istana, Wazir yang iri hati tersebut kemudian menghasut juga baginda raja. Dia berkata “wahai baginda, amirul mukminin! Sesungguhnya hamba mendengar bahwa pemuda desa yang anda angkat menjadi Wazir (Penasihat) baru telah menggunjing tentang anda! Dia mengatakan bahwa anda memiliki bau yang tidak sedap”

Sesampainya di istana, akal bulus Wazir yang iri hati berjalan sesuai rencana. Wazir (Penasihat) pemuda desa yang sedang berbicara dengan baginda raja Al Mu’tashim billah selalu tampak menutup mulutnya dengan lengan bajunya (karena khawatir bau mulutnya akan tercium oleh raja). Sedangkan raja sendiri termakan hasutan Wazir yang iri hatinya dan mempercayai bahwa pemuda desa itu telah menggunjingkan dirinya.

Surat untuk diantarkan kepada ajudan kerajaan

Dengan tanggap raja Al Mu’tashim billah kemudian menulis sebuah surat dan kemudian memerintahkan pemuda desa tersebut untuk menyampaikannya kepada salah satu ajudan kerajaannya. Tanpa bertanya pemuda desa Wazir (Penasihat) itu kemudian patuh dan berangkat. Melihat itu, si Wazir pendengki kaget dan menghadangnya diperjalanan pemuda desa tersebut. Wazir pendengki itu kemudian memberikan uang 2000 dinar untuk menggantikan tugas memberikan surat kepada ajudan raja untuknya.

Singkat cerita, kemudian berangkatlah si Wazir pendengki itu menghantarkan surat amanah dari baginda raja. Namun siapa sangka ternyata ajudan yang menerima surat itu adalah seorang algojo dan isi surat itu  adalah perintah dari raja Al Mu’tashim billah untuk memenggal kepala si pengantar surat tersebut. celakanya orang yang dengki!

Apa yang bisa dipetik dari cerita ini?

celakanya orang yang dengki! Itulah yang bisa kita petik dari cerita diatas. Kita dinasihati agar menjauhi sifat iri dan dengki sejauh-jauhnya karena sifat itu tidak membawa faidah dan manfaat apapun kepada kita, malahan akan mencelakakan kepada kita. Semoga bermanfaat ya sobat cahayaislam!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!