KHUSUS DEWASA: Hukum Berhubungan intim Saat Puasa dalam Keadaan Lupa? Apakah Batal?

0
4343

Tim Cahayaislam dibulan puasa ini banyak menerima pertanyaan-pertanyaan seputar puasa Ramadhan. Pertanyaan-pertanyaan itupun beragam dari hukum wajibnya berpuasa, sampai hal-hal yang membatalkan puasa secara mendetail. Dari beberapa pertanyaan itu ada pula pertanyaan umum yang dari pengalaman kami yang sering mendalami al-Qur’an dan Al-Hadits, sering muncul ketika berhubungan dengan puasa adalah “Apakah batal bila kita minum atau makan secara tidak sengaja (dalam keadaan lupa) ketika kita berpuasa?” Jawaban pertanyaan ini adalah tidak batal, karena anda melakukannya tidak dengan sengaja. Lalu bagaimana bila lupa kita tidak pada makan atau minum, melainkan pada menjimak atau berhubungan intim dengan istri?

Ada satu pertanyaan yang tim Cahayaislam dapatkan, yaitu hukum berhubungan intim saat puasa dalam keadaan lupa? Pertanyaan yang cukup menarik dan sedikit konyol. Setelah kami menerima pertanyaan tersebut, keingin tahuan kami semakin menjadi-jadi sehingga kami kembali membuka beberapa kitab hadits serta bertanya-tanya kepada beberapa ulama perihal kasus tersebut. Dan akhirnya, setelah seharian melakukan pendalaman Qur’an dan hadits, serta pandangan dari beberapa ulama, tim Cahayaislam menyimpulkan dua poin dari kasus ini.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اَللَّهُ وَسَقَاهُ

Dalam keterangan lanjutan hadits Muslim Bukhari diatas, hasan dan mujahid menambahi bahwasanya bila ada lalat tidak sengaja masuk ketenggorokan atau menjimak istri (dalam keadaan lupa) maka tidak ada sesuatu didalam hal tersebut (tidak batal).

Lupa atau Pura-pura Lupa?

Tentunya jawaban dari apakah boleh berhubungan intim saat bulan puasa (disiang hari saat puasa) adalah tidak boleh, namun bila anda lupa, maka tidak akan membatalkan puasa. Meskipun dari landasan hadits tersebut, kita bisa ketahui bahwasanya hukum berhubungan intim saat puasa dalam keadaan lupa adalah tidak batal, namun perlu diketahui juga bahwa hal ini bukan sesuatu hal yang remeh, karena memiliki konsekuensi hukuman yang cukup berat, yaitu batal puasanya namun tetap harus melanjutkan tidka makan dan minum sampai waktu maghrib tiba serta memberi makan sekitar 60 orang miskin bila dengan sengaja menjimak istrinya diwaktu puasa.

Bila didengar tentu saja agak sedikit absurd pertanyaan semacam ini, dan akan timbul pertanyaan-pertanyaan seperti: kok bisa lho berhubungan badan dan lupa kalo lagi puasa? Atau gimana ceritanya sih kok bisa berhubungan badan dengan istri kok lupa lagi puasa? Terlebih lagi, lain halnya dengan makan/minum, kegiatan ini dilakukan oleh dua orang, jadi kemungkinan terjadinya adalah nihil karena salah satu diantara keduanya haruslah tidak dalam keadaan lupa. Namun, wallahu a’lam, hal ini bisa saja terjadi bahwa keduanya dalam keadaan lupa. Yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri adalah apakah anda benar-benar dalam keadaan lupa atau memang pura-pura lupa?

Tidak seperti makan atau minum yang berdurasi singkat. Biasanya dalam beberapa kasus orang yang makan/minum dalam keadaan lupa akan teringat bahwa dirinya sedang berpuasa beberapa saat kemudian atau dalam proses makan dan minum tersebut. Setelah mereka ingat, mereka bisa langsung menghentikan aktifitas makan minum yang mereka lakukan tersebut. Lain dengan berhubungan intim yang memiliki proses yang cukup memakan waktu. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah anda benar-benar lupa atau pura-pura lupa? Sampai pada titik ini, kita harus melanjutkan kepada poin kedua.

Sikap Setelah Ingat?

Bila jawaban dari pertanyaan poin pertama adalah anda benar-benar lupa, maka poin kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana sikap anda setelah ingat bahwa anda lupa? Hal ini penting, karena berhenti ditengah-tengah ketika belum mencapai puncak klimaks adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, kata salah satu ulama yang tim Cahayaislam tanyai seputar kasus ini. Kebanyakan orang akan mengikuti instingnya dan melanjutkannya sampai mencapai klimaks. Jadi, bila dalam suatu ketika anda bercinta dengan istri anda dan anda lupa bahwa sedang berpuasa lalu kemudian ditengah jalan anda ingat dan karena belum selesai maka anda tidak langsung berhenti, maka hukum puasa anda adalah batal dan harus mengikuti konsekuensi hukum yang sama dengan orang-orang yang Berhubungan intim dengan istri disaat puasa.

Nah, kira-kira itu saja beberapa penjelasan tentang hukum berhubungan intim saat puasa dalam keadaan lupa kali ini. Nantikan beberapa artikel seputar Ramadhan kami yang lain diwaktu yang akan datang. Semoga memberikan banyak manfaat dan selamat berpuasa sobat Cahayaislam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!