Kewajiban Berhaji Bagi Yang Mampu Tanpa Menunda Nunda

0
371

Haji merupakan rukun islam ke empat dan diwajibkan untuk semua umat muslim yang mampu. Kata mampu memiliki arti yang banyak sekali. Bisa mampu harta, mampu iman, sehat dan lain sebagainya. Banyak yang bilang, ketika seseorang mendapatkan taufik atau panggilan oleh Allah SWT, dengan acara apapun pasti bisa naik haji ke tanah suci. Hal ini sudah sesuai dengan syariat islam yang berlaku yaitu Kewajiban Berhaji Bagi Yang Mampu Tanpa Menunda Nunda,

Ada banyak sekali orang yang memiliki banyak harta, tapi tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji. Ada yang sehat dan memiliki waktu luang, tapi belum memiliki harta untuk menunaikan ibadah haji. Bagi orang yang mampu, entah itu mampu harta,sehat dan waktu tetapi selalu menunda-menunda, akan mendapatkan ancaman dari Allah SWT, karena ibadah haji wajib dilaksanakan bagi orang yang mampu.

Kewajiban Berhaji Bagi Yang Mampu Tanpa Menunda Nunda

Dalam syariat islam, semua umat islam diwajibkan untuk pergi ke tanah suci bagi yang mampu. Hal ini sesuai dengan sabda rasulullah SAW “ Sesungguhnya allah azaa wa jalla berfirman : Sesungguhnya seorang hamba telah aku sehatkan badannya, aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghadiri undanganku (naik haji, karena yang berhaji disebut sebagai tamu allah) maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi dari kebaikan”

Dari hadist tersebut kita tahu bahwa wajib untuk menunaikan ibadah haji bagi semua orang yang mampu. Kita dilarang untuk menunda-nunda menunaikan ibadah haji karena akan terhalang semua kebaikan yang ada pada diri kita. Syariat islam ini memang wajib dan harus kita patuhi. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dengan kita suatu saat nanti, mungkin semua harta yang kita miliki atau kesehatan yang kita miliki dicabut begitu saja karena Allah SWT.

Hal ini juga sesuai dengan riwayat dari Uman bin khattab, beliau pernah berkata “ sesungguhnya saya berkeinginan bisa mengutus sekelompok orang ke daerah-daerah. Mereka mencari orang yang punya kemampuan tetapi tidak pergi haji, menjatuhkan jizyah (upeti), kepada mereka. Mereka bukanlah muslim, mereka bukanlah muslim” dari hadist tersebut bahkan sampai dijelaskan kalau kita tidak menunaikan ibadah haji, bukan termasuk orang muslim. Apakah kita akan menjadi orang yang mengkhianati perintah Allah SWT.

Apalagi ibadah haji merupakan rukun islam yang harus dipenuhi. Bukan hanya sunnah yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Ada lima rukun islam yang wajib kita penuhi. Ada syahadat, shalat, membayar zakat, haji dan puasa di bulan ramadhan. Oleh karena itu, kita wajib memenuhi semua rukun tersebut. Haji memang dikhususkan untuk orang yang mampu. Jadi jika anda sudah mampu, harta, sehat dan waktu segeralah untuk melakukan ibadah haji. Syariat islam ini harus ditegakkan dan dipatuhi oleh semua umat islam.

Apalagi di indonesia kuota haji dari tahun ke tahun semakin bertambah. Jika kita mendaftar saat ini mungkin akan berangkat beberapa tahun ke depan. Ini membuat waktu menabung semakin banyak. Jadi jangan habiskan waktumu hanya untuk kesenangan dunia. Tapi patuhi kewajiban sebagai umat islam untuk berangkat haji ke tanah suci. Sebagai umat islam kita harus mematuhi semua syariat islam yang ada.

Jika kita tidak segera berangkat, mungkin akan ada musibah yang menimpa kita dan menghilangkan semua harta yang kita miliki. Dengan berangkat haji, semua pintu kebaikan akan terbuka dan kita bisa menjadi umat muslim yang semakin baik. Memenuhi semua syariat islam dengan baik. Demikianlah pembahasan pada artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!