Keutamaan Puasa Senin-Kamis Dan Manfaatnya

0
725

Puasa adalah salah satu jenis ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk berpuasa. Dalam hal ini, secara umum, puasa dibagi menjadi dua, yakni puasa wajib dan juga puasa sunah. Contoh puasa wajib yang harus dijalankan adalah puasa Ramadhan. Puasa sunah memiliki macam yang lebih banyak. Salah satu puasa sunah yang cukup dianjurkan untuk dilakukan adalah puasa Senin-Kamis. Berikut ini kajian islamnya mengenai Keutamaan Puasa Senin-Kamis Dan Manfaatnya, Aisyah RA berkata, “Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperbanyak puasa pada hari Senin & Kamis.” (HR. Al-Tirmidzi, Al-Nasi dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan Al-Albani)

Dari hadis tersebut, kita bisa melihat bahwa Senin dan Kamis adalah salah satu waktu favorit Nabi SAW untuk berpuasa. Lantas, apa saja keutamaan dan manfaat dari puasa sunah Senin-Kamis? Simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Keutamaan puasa Senin-Kamis dan manfaatnya

Ada beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis yang sebaiknya anda ketahui. Dengan mengetahui beberapa keutamaan yang ada, akan ada lecutan semangat yang meningkatkan kesadaran anda atas pentingnya menjalankan puasa sunah yang satu ini. Adapun keutamaan puasa hari Senin dan Kamis yang pertama adalah waktu tersebut merupakan saat dimana pintu-pintu surga dibuka.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيِّ كِلَاهُمَا عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ بِإِسْنَادِ مَالِكٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ الدَّرَاوَرْدِيِّ إِلَّا الْمُتَهَاجِرَيْنِ مِنْ رِوَايَةِ ابْنِ عَبْدَةَ و قَالَ قُتَيْبَةُ إِلَّا الْمُهْتَجِرَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa’id] dari [Malik bin Anas] dari apa yang telah dibacakan kepadanya dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” Lalu dikatakan: ‘Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai! ‘ Telah menceritakannya kepadaku [Zuhair bin Harb]; Telah menceritakan kepada kami [Jarir]; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa’id] dan [Ahmad bin ‘Abdah Adh Dhabi] dari [‘Abdul ‘Aziz Ad Darawardi] keduanya dari [Suhail] dari [Bapaknya] melalui jalur Malik dengan Hadits yang serupa. Namun di dalam Hadits Ad Darawardi disebutkan; ‘Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan.’ -menurut riwayat Ibnu ‘Abdah.- Qutaibah berkata dengan lafazh; ‘Illa Al Muhtajirin.’ (Kecuali orang-orang yang saling mendiamkan).’ [1]

Dari hadis ini kita bisa mengetahui bahwa menyambut hari dibukanya pintu-pintu surga merupakan salah satu hal utama yang sebaiknya dilakukan oleh mereka yang beragama Islam.

Kajian islam mengenai keutamaan puasa di hari Senin dan Kamis yang kedua adalah hari Senin dan Kamis merupakan waktu dimana amal diangkat dan juga diperiksa di hadapan Allah SWT. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda,

حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلَّا عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوْ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا

Telah menceritakan kepada kami [Abu Ath Thahir] dan [‘Amru bin Sawwad] keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb]; Telah mengabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Muslim bin Abu Maryam] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Seluruh amal manusia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dua kali dalam sepekan. Yaitu pada hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni dosa setiap hamba-Nya yang mukmin, kecuali orang yang bermusuhan. Maka dikatakan kepada mereka: tinggalkanlah dahulu kedua orang ini, sampai mereka berdamai.” [2]

Dari hadis tersebut, tampak jelas bahwa puasa Senin-Kamis adalah salah satu puasa sunah yang utama dimana merupakan waktu khusus terkait pencatatan amal dan Nabi SAW lebih menyukai dihitung amalnya dalam keadaan berpuasa.

Manfaat puasa hari Senin dan Kamis

Dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa melihat beberapa keutamaan dari puasa Senin-Kamis yang dapat menjadi pelecut bagi kita untuk bisa mendapatkan tambahan pahala dari puasa sunah. Selain beberapa keutamaan, kita juga akan membahas manfaat dari puasa sunah tersebut. Apa saja manfaat dari puasa ini?

Manfaat pertama dari puasa Senin-Kamis adalah puasa ini dapat menjadi perisai dari kejiwaan seorang hamba. Dengan rajin berpuasa, maka seorang hamba akan cenderung lebih mudah untuk bersabar, menjaga diri, meredam hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengenai perkara ini, Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” [3]

Selain manfaat di atas, salah satu sebab kenapa Nabi SAW sangat menyukai puasa sunah, khususnya puasa hari Senin-Kamis adalah untuk melatih kedisiplinan. Dalam hal ini, dengan melakukan puasa sunah maka seorang hamba akan menjadi lebih berdisiplin dalam segala hal karena ia akan mawas diri dan merasa diawasi ketika melakukan sesuatu.

Dengan segala hal utama yang ada, puasa Senin-Kamis merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu, kiranya sobat Cahaya islam dapat memanfaatkan waktu Senin dan Kamis untuk menjalankan ibadah puasa.

[1] HR. Muslim nomor 4652 (shahih)

[2] HR. Muslim nomor 4654 (shahih)

[3] QS. Al-Baqarah: 183

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!