Keutamaan Orang Yang Mau Mengalah Dalam Islam

0
932

Dalam berinteraksi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari, kita tentu terkadang terlibat dalam suatu masalah yang cukup pelik, seperti perbedaan pendapat dalam mengatasi sesuatu, atau lainnya. Hal yang terjadi tersebut seringkali menimbulkan pertikaian yang berujung pada permusuhan yang sangat merugikan. Dalam hal ini, Islam mengajarkan umatnya agar memiliki sifat mengalah. Ini adalah salah satu sifat terpuji yang akan menghindarkan umat Islam dari pertikaian. Selain itu, ada pula Keutamaan Orang Yang Mau Mengalah Dalam Islam yang akan menyempurnakan keimanan kita.

Keutamaan Orang Yang Mau Mengalah Dalam Islam

Perintah untuk mengalah

Sebagaimana sudah disinggung di awal bahwa mengalah adalah salah satu sifat terpuji dimana sebaiknya menjadi hal yang diperhatikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Mengenai perintah dan pahala bagi orang yang mau mengalah, Islam secara tegas telah mengaturnya.

Dasar dari keutamaan orang yang mau mengalah, salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW, yang artinya barang siapa yang menginginkan sesuatu, lalu ia menolak syahwatnya dan mengalah terhadap dirinya, maka (dosa)nya diampuni (HR. Ibn Hibban).

Dari hadis tersebut, kita bisa membaca bahwa mengalah adalah salah satu perbuatan utama yang senantiasa diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, dari sabda beliau, dapat dilihat bahwa seseorang yang mengalah akan mendapatkan keutamaan berupa pengampunan pada sebagian dosanya. Hal ini dikarenakan mengalah dengan menolak syahwat sendiri, bukanlah merupakan hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Oleh karena itu, untuk memperoleh keutamaan orang yang mau mengalah, kita harus senantiasa berusaha dan terus memupuk keimanan dengan sebaik-baiknya.

Contoh dari kaum Anshar

Berkaitan dengan pembahasan mengenai sifat mengalah yang termasuk dalam salah satu sifat terpuji yang harus senantiasa dimiliki oleh setiap muslim, kita bisa belajar dari kaum Anshar.

Kaum Anshar adalah salah satu kaum terbaik yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW dan dengan teguh menerapkan hukum-hukum Islam dengan sangat baik. Allah SWT berfirman :

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (QS. Al-Hasyr [59] : 9)

Ayat di atas bercerita tentang pribadi kaum Anshar yang berusaha untuk tidak selalu menuruti apa yang menjadi keinginannya dalam hal ini menerapkan sikap mengalah. Ketika mereka berpendapat bahwa tidak ada suatu kebaikan yang didapatkan dari memaksakan kehendak, maka mengalah adalah hal yang lebih utama untuk dilakukan.

Ini merupakan cerminan dari akhlak terpuji dari kaum Anshar dimana meskipun mereka membutuhkan sesuatu, namun mereka tidak memaksa. Islam pun senantiasa mengajarkan umatnya bahwa memaksa dan memaksakan kehendak adalah hal yang buruk dan sebaiknya tidak dilakukan.

Mendapatkan ketenangan hidup dan melatih kesabaran

Selain penjabaran di atas, keutamaan orang yang mau mengalah yang lain adalah mereka akan mendapatkan sebuah ketenangan hidup. Tentu, dalam kehidupannya, manusia ingin senantiasa mendapatkan ketenangan yang menempatkan mereka jauh dari masalah. Masalah sering muncul ketika kita berharap pada selain Allah SWT dan memaksakan kehendak meskipun sebenarnya kita belum pantas dan belum mampu.

Oleh karena itu, dengan adanya sikap mengalah pada diri kita, tentu saja kita bisa mawas diri untuk senantiasa mencari prioritas akan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan. Dengan selalu menanamkan bahwa ada kebahagiaan lain selain dari apa yang kita inginkan, kehidupan kita akan senantiasa tenang dan tenteram.

Di sisi lain, keutamaan orang yang mau mengalah adalah ia akan belajar bagaimana cara terbaik untuk sabar. Dalam hal ini, sebagai umat Islam, tentu kita paham bahwa sabar adalah bagian dari ibadah. Allah SWT akan sangat mencintai orang yang mau mengalah dan bersabar atas apa yang sedang terjadi pada dirinya, baik ketika senang maupun sedih.

Beberapa penjelasan mengenai keutamaan orang yang mau mengalah di atas dapat menjadi bahan introspeksi diri bagi sobat Cahaya islam sekalian. Apakah dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sudah berusaha untuk menanamkan sifat mengalah dan sabar?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!