Kematian Bukan Akhir Segalanya

0
963

Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengatur segalanya dengan sebaik-baiknya, menciptakan langit dan bumi, dunia dan seluruh isinya, juga menciptakan makhluk hidup. Manusia adalah cipataan Allah SWT yang paling mulia karena memiliki kesempurnaan dibanding makhluk lainnya. Manusia memiliki akal sehingga bisa digunakannya untuk berfikir akan segala hal. Manusia juga diberi hati agar digunakannya untuk merasakan segala perasaan yang ada. Hidup didunia ini tidaklah abadi, akan ada masa dimana semuanya berhenti, membuat seseorang hanya terbaring kaku, tak mampu menolaknya. Hal tersebut adalah kematian. Kematian bukan akhir segalanya, masih panjang perjalanan yang harus ditempuh, kematian adalah awal perjalanan selanjutnya.

Kematian Bukan Akhir Segalanya

Sahabat cahaya Islam, mengingat kematian akan membuat kita lebih mawas diri pada dosa-dosa karena semua akan dipertanggungjawabkan kelak. Mengingat kematian dapat membuat kita lebih dekat kepada Allah Subhana Wa Ta’ala berharap mendapat ridhanya agar mendapat kemudahan dalam berbuat kebaikan. Setiap yang dilakukan oleh seseorang akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak, tapi sebelum sampai ke alam akhirat, akan ada alam yang harus dilewati terlebih dahulu, yaitu alam barzah atau alam kubur.

Seseorang yang telah dijemput oleh kematian maka dia akan berpindah alam yaitu dari alam dunia ke alam selanjutnya yaitu alam kubur. Dia memiliki kehidupan baru sebelum berpindah ke alam selanjutnya hingga kelak sampai ke akhirat.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Allah berfirman, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali Imrân/3:185]

ALAM KUBUR MENAKUTKAN

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَحِيرٍ عَنْ هَانِئٍ مَوْلَى عُثْمَانَ قَالَ كَانَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ يَبْكِي حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تَذْكُرُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ وَلَا تَبْكِي وَتَبْكِي مِنْ هَذَا قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Ma’in] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Yusuf] dari [Abdullah bin Bahir] dari [Hani` bekas budak ‘Utsman] dia berkata; “Jika [Utsman bin ‘Affan] berhenti di suatu kuburan, dia menangis sehingga jenggotnya basah. Di tanyakan kepadanya; “Apakah kamu ingat surga dan neraka?, janganlah kamu menangis, apakah kamu menangis hanya karena ini?” dia menjawab; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kuburan adalah tempat singgah pertama akhirat. Jika selamat darinya, maka setelahnya pun ia akan lebih mudah (urusannya) namun jika ia tidak selamat darinya, maka sesudahnya pun ia akan lebih sulit lagi.” Utsman berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Aku tidak pernah melihat suatu pemandangan melainkan kuburan itu lebih buruk dari dari segalanya.” HR. Sunan Ibnu Majah 4257

Alam kubur adalah gerbang pertama menuju akhirat, di alam kubur adalah gambaran akhirat seseorang. Bagi mukmin yang merasakan nikmat alam kubur yaitu yang telah melihat gambaran surga Allah SWT, maka dia meminta kepada Allah agar kiamat dipercepat karena dia sudah tak sabar melihat keindahan surga yang jauh lebih dahsyat dari yang dia rasakan dialam kubur, tapi bagi seseorang yang merasakan siksa kubur sebagai gambaran neraka kelak, maka dia meminta kepada Allah, “ya Rabb jangan kau datangkan kiamat sesungguhnya siksa yang akan datang setelahnya sungguh lebih pedih.” Alam kubur adalah sesuatu yang menakutkan, bagi seseorang yang banyak beramal shaleh, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya maka nikmat kubur yang akan dia rasakan. Tapi, sebaliknya bagi orang yang ingkar maka siksa kubur menantinya. Naudzubillah.

Sahabat cahaya Islam, persiapkan sebaik-baiknya bekal kita agar kelak kita dapat menikmatinya. Semoga Allah menjauhkan kita dari siksa kubur kelak. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!