Kebahagiaan itu Ada Didalam: Kisah Jono dan Kuncinya yang Hilang

0
698

Kebahagiaan itu ada didalam. Bagaimana sih sebenarnya potret kebahagiaan dimata sobat Cahayaislam? Apakah kebahagiaan versi sobat adalah dengan memiliki rumah mewah, tanah berhektar-hektar, bisa mengendarai mobil sport atau memiliki banyak istri? – Memang benar, banyak sekali dari kita manusia mengartikan kebahagiaan dengan barometer materi yang kita miliki. Padahal sebenarnya dalam islam, kita seharusnya sebagai orang beriman dan memiliki sifat zuhud pastinya meiliki visi bahagia yang berbeda.

Banyak orang yang bekerja keras membanting tulang, namun disisi lain mereka lupa untuk menyempatkan diri datang ke masjid untuk bersujud kepada Allah. Banyak dari kita yang rela begadang untuk lembur bekerja, namun malah enggan untuk bangun disepertiga malam yang akhir untuk beribadah bertemu dengan raja diraja yang akan mengabulkan permintaan hambanya yang berdoa pada waktu itu. Islam sebenarnya mengajarkan kepada kita bahwa sebenarnya hakiki kebahagiaan itu ada didalam diri kita.

Ada satu cerita jenaka yang cukup unik dan singkat, namun memiliki nilai filosofis yang sangat menampar. Cerita ini akan mengingatkan kita semua untuk lebih paham dan mengenal bahwa kebahagiaan itu ada dalam diri kita. Kisah ini menceritakan tentang seseorang yang bernama jono dan kuncinya yang hilang.

Jono mencari kunci yang Pak RT yang menghampiri

Suatu ketika disiang hari yang cukup terik, tampaklah didepan sebuah rumah Jono yang sedang mondar-mandir dihalaman rumah. Jono beberapa kali mengangkat pot, mengais rumput dan memeriksa kolong dan sela-sela paving didepan rumahnya. Kebetulan pak RT yang sedang berjalan sehabis pulang dari warung melihat kejadian tersebut.

Pak RT pun kemudian menghampiri jono yang memang sedang terlihat sibuk mencari-cari sesuatu dihalaman rumahnya itu. Pak RT menegur pelan jono dan bertanya “Jon, kamu ini sedang apa sih? daritadi saya lihat kok sepertinya lagi kebingungan mencari sesuatu?”

Jono yang sedikit kaget karena tidak sadar kalau pak RT berada didekatnya kemudian berkata kepada pak RT “Iya nih pak RT, saya lagi bingung mencari kunci motor saya entah kemana, padahal saya harus segera pergi karena ada urusan” jawab jono sambi masih terus mencari kuncinya tersebut.

Pak RT yang berniat membantu kemudian bertanya lagi kepada Jono “Oh lagi mencari kunci yang hilang toh mas jono ini! Memangnya terakhir kali diingat mas Jono meletakkan kunci motornya dimana ya?” – Mendengar pertanyaan itu, Jono kemudian menjawab pelan “Seingat saya sih terakhir saya letakkan kunci itu kalau tidak di karpet ruang tamu ya disekitar lemari kamar saya pak RT”

Mendengar jawaban dari Jono itu, pak RT tambah bingung dan menyahut jawaban dari Jono yang aneh itu dengan pertanyaan “Lho, lalu kenapa kamu mencari kuncinya dihalaman rumah Jon, kalau seingat kamu, kamu meletakkan kunci diarea dalam rumah?” tanya pak RT penasaran.

Sambil tersenyum sumringah, jono kemudian menjawab dengan enteng “Karena diluar lebih terang daripada didalam rumah pak” sambil terus berusaha mencari kuncinya yang seharusnya dia cari didalam rumah, bukan diluar rumah.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Jono diatas? 

Meskipun terdengar konyol, namun sebenarnya kisah ini cukup menohok karena kisah tersebut menggambarkan kehidupan manusia. Kebanyakan dari kita terfokus pada apa yang ada diluar kita karena mungkin lebih “bercahaya”. Seperti Jono yang kehilangan kunci didalam rumah, namun malah mencarinya diluar rumah. Kunci dalam cerita diatas diibaratkan sebagai kebahagiaan. Yang pasti Jono tidak bisa menemukannya diluar rumahnya, karena memang pada dasarnya kunci itu hilangnya didalam rumah.

Daripada sibuk mencari makna kebahagiaan diluar diri kita, akan lebih baik lagi bila kita bisa mengembangkan diri kita untuk menjadi insan yang lebih bersyukur dan selalu dekat dengan Allah. Selalu menjadi orang yang tidak lupa bahwa kewajiban kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Semoga bermanfaat ya sobat Cahayaislam!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!