Kajian Islami: Berita Petugas Kasir Tol yang Curang dalam Memberikan Kembalian

0
648

Kajian islami – Alhamdulillah kita diberi kesempatan lagi oleh Allah untuk menyaksikan datangnya hari raya Idul Fitri tahun ini. Seperti biasa di Indonesia ini. Agaknya sudah menjadi sebuah tradisi bahwa setiap lebaran hari raya, banyak orang akan berbondong-bondong melakukan mudik. Mereka yang bekerja di kota-kota besar kembali pulang ke daerah asalnya masing-masing untuk menyambung tali silaturahmi dengan sanak famili dan handai taulan.

Beragam informasi arus mudik selalu menghiasi layar kaca kita. Menyajikan keadaan jalan dan rute-rute yang penuh sesak dengan kendaraan yang hendak melintas jalan, menjamur panjang. Pemerintah pun kemudian berusaha sekuat tenaga untuk memberikan fasilitas yang baik berupa infrastruktur yang bisa mendukung lancarnya arus jalan tersebut. Salah satunya adalah dengan dibangunnya jalan tol yang bebas hambatan. Banyak para pengemudi memilih untuk menempuh jalan tol karena memang lebih lancar dan anti macet (meskipun pada kenyataannya tidak begitu).

Nah, terkait dengang arus mudik dan jalan tol. Ada satu berita viral yang cukup santer dibicarakan oleh masyarakat pada waktu lebaran kali ini. Satu berita tentang perilaku curang para “oknum” petugas kasir jalan tol yang melakukan tindakan usil. Yakni mengurangi jumlah uang kembalian daripada retribusi yang dikenakan untuk masuk ke jalur tol.

Bagaimana kronologi berita viral kecurangan petugas kasir tol

Berita ini menjadi viral setelah seorang pemuda yang hendak masuk ke pintu tol Kopo dan keluar di pintu tol Buah Batu mengunggah video lewat akun facebooknya. Kronologinya adalah dia terkena biaya 3500 dan dia membayar dengan uang 10.000 Rupiah kepada petugas. Namun, entah apa yang terjadi, petugas hanya memberikan kembalian sebesar 1500. Karena merasa kurang dia meminta kembalian lagi kepada petugas kasir. Namun petugas kasir itu hanya diam dan mengacuhkan pengemudi tersebut. Akhirnya pemuda itu bersikeras melihat rekaman CCTV untuk meminta kejelasan. Petugas CCTV juga mengatakan bahwa uang yang dia berikan adalah 5000 Rupiah. Padahal pemuda itu yakin betul bahwa dia memberikan uang sebesar 10.000 kepada kasir.

Dia mencurigai adanya kongkalikong diantara petugas kasir dan penjaga CCTV. Hingga akhirnya dia meminta zoom in pada video dan jelas bahwa uang yang dia berikan adalah 10.000. Akhirnya petugas keamanan memberikan tambahan uang 5000 kepadanya. Dia menyayangkan bahwa mereka para “oknum” tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan tidak meminta maaf kepadanya atas kekeliruan tersebut. Hingga akhirnya dia merekam para oknum tersebut dengan handphone nya.

Banyak yang berkomentar tentang video tersebut. Baik komentar pedas maupun dukungan. Tak sedikit juga yang berbagi kisah-kisah yang serupa dengannya. Usut punya usut ternyata memang banyak para oknum yang melakukan tindakan curang seperti demikian itu di pintu tol.

Pandangan islam tentang hal ini?

Peristiwa ini menarik untuk menjadi sebuah kajian islami. Dalam surat Al Baqarah ayat 188 Allah mewanti-wanti kepada kita agar tidak memakan harta orang lain dengan jalan yang batil, padahal dirinya tahu bahwa itu merupakan perbuatan dosa.

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dari ayat tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa memakan harta orang lain dengan batil. Petugas kasir tol yang dengan culas mengambil kembalian dari biaya masuk tol ini tentu merupakan praktik memakan harta orang lain dengan batil. Tiada barokah dari harta yang demikian itu. Yang perlu diketahui adalah sekecil apapun perbuatan baik dan buruk kita pastilah akan dihukumi oleh Allah di akhirat kelak. Pencuri akan dihadapkan pada para orang yang hartanya dirampas kelak di akhirat untuk diadili. Bayangkan saja, bila petugas tol itu mencurangi 500 orang dalam sehari (15.000 dalam satu bulan dan 180.000 orang dalam satu tahun). Ya siap-siap saja besok di akhirat akan dihadapkan kepada orang sebanyak itu untuk dimintai pertanggung-jawaban.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!