Kajian Islam Tentang Pekerjaan Mengenai Sikap Atasan Kepada Bawahan

0
342

Pekerjaan merupakan suatu hal yang mana merupakan hubungan antara atasan dengan bawahan. Dalam pekerjaan terdapat susunan jabatan dimulai dari yang paling tinggi yaitu bos hingga yang paling bawah yaitu bawahan. Pekerjaan dapat berjalan dengan baik juga dipengaruhi oleh hubungan antara atasan dengan bawahan. Tidak jarang terjadi konflik dalam pekerjaan ketika terjadi hubungan kurang baik antara atasan dengan bawahan. Hal ini juga seringkali dipengaruhi oleh sikap atasan atau bos kepada bawahan yang tidak baik. oleh karena itu, perlu kita pahami Kajian Islam Tentang Pekerjaan Mengenai Sikap Atasan Kepada Bawahan

Kajian Islam Tentang Pekerjaan Mengenai Sikap Atasan Kepada Bawahan

tentang pekerjaan ini akan dijelaskan mengenai bagaimana seharusnya sikap bos kepada bawahan menurut syariat islam. Seperti dijelaskan pada hadist :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Ismail] Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abdullah bin Umar] radliallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” HR. Bukhori 6605 (shahih)

Anjuran Bersikap Baik Kepada Orang lain

Sobat cahaya islam yang baik, dalam agama islam kita diajarkan untuk bersikap baik dan berbuat baik kepada orang lain. Hal ini juga berlaku pada kajian islam tentang pekerjaan yang mana menjelaskan mengenai hubungan antara atasan dan bawahan. Meski seorang bos atau atasan memiliki jabatan yang tinggi, namun bukan berarti dapat berbuat semena-mena terhadap bawahan atau pekerjanya. Sebagai atasan atau bos juga dianjurkan untuk berlaku baik atau bersikap baik kepada bawahan. Mengingat sebuah pekerjaan juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya bawahan atau para pekerja yang menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Oleh karena itu, beberapa anjuran dari Rasulullah mengenai sikap bos atau atasan kepada bawahan yang harus dilaksanakan.

Anjuran Rasulullah Untuk Sikap Atasan Kepada Bawahan

Dalam kajian islam tentang pekerjaan ini membahas mengenai bagaimana seharusnya sikap bos atau atasan kepada bawahan seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah. Diantaranya adalah tidak diperbolehkan mencurangi upah atau gaji untuk bawahan. Hal ini juga dijelaskan dalam sunnah rasululloh:

حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى ثَلَاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

Telah menceritakan kepada saya [Yusuf bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada saya [Yahya bin Sulaim] dari [Isma’il bin Umayyah] dari [Sa’id bin Abi Sa’id] dari [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Ada tiga jenis orang yag aku berperang melawan mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang berjualan orang merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya”. HR.Bukhori 2109 (shahih)

Kajian islam tentang pekerjaan mengenai sikap baik atasan atau bos terhadap bawahan juga menjelaskan anjuran Rasulullah yang kedua, yaitu dilarang untuk bersikap kasar atau keras kepada bawahan. Hal ini juga terdapat pada hadist Ibnu Majah Nomor 1974

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَادِمًا لَهُ وَلَا امْرَأَةً وَلَا ضَرَبَ بِيَدِهِ شَيْئًا

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki’] dari [Hisyam bin Urwah] dari [Bapaknya] dari [‘Aisyah] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah memukul seorang budak, atau perempuan, atau sesuatu pun dengan tangannya.”

yang mana menjelaskan tentang sikap Rasulullah yang tidak pernah memukul budak dengan tangannya. Bercermin dari apa yang dijelaskan pada hadist tersebut, maka itu juga menjadi salah satu contoh agar sebagai atasan tidak diperbolehkan untuk berbuat kasar terhadap bawahan. Selain itu, kajian islam mengenai pekerjaan ini juga menjelaskan bahwa Rasulullah menganjurkan atasan untuk bisa bersikap tawadhu kepada bawahannya.

Tidak hanya mengenai larangan mencurangi upah bawahan dan juga bersikap kasar terhadap bawahan. Dalam kajian islam tentang pekerjaan ini juga menjelaskan tentang pesan Rasulullah untuk memberikan upah bawahan atau pekerja secepatnya. Hal ini berkaitan dengan hak para pekerja atau bawahan yang harus diberikan tepat waktu dan tidak menunda-nunda. Hal ini menjadi cerminan sikap baik atasan atau bos kepada bawahannya. Tidak jarang kita mendengar konflik dalam pekerjaan yang akhirnya menimbulkan kejadian semacam demo dikarenakan pemberian hak pekerja atau upah yang tidak tepat waktu.

Sangat penting hubungan baik antara atasan dengan bawahan dalam sebuah pekerjaan. Hal ini juga untuk mendukung terwujudnya visi serta misi dalam pekerjaan tersebut. Untuk mewujudkan hubungan baik antara atasan atau bos dengan bawahan juga diperlukan sikap baik dari atasan. Jabatan tinggi sebagai atasan atau bos tentu bukan sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk menyombongkan diri atau bersikap memerintah semena-mena kepada bawahan. Oleh karena itu, kajian islam tentang pekerjaan ini menjelaskan mengenai beberapa hal yang mana menjadi pesan atau anjuran Rasulullah untuk atasan atau bos sekaligus menjadi cerminan sikap baik atasan terhadap bawahannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!