Kajian Islam tentang Akhlak Mulia dan bagaimana agar menjadi lebih baik

0
453

Akhlak merupakan salah satu yang memang diciptakan untuk manusia dan biasanya jika kita terjemahkan kata ini kedalam bahasa indonesia berupa watak. Sama hanya watak, akhlak juga bisa baik dan buruk sehingga sebagai manusia kita wajib menempanya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Kajian islam akhlak sangat banyak sekali terlebih diutusnya Nabi Muhammad saw adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan kata lain, tidak ada kata mustahil untuk merubah akhlak buruk menjadi akhlak mulia selagi seseorang tersebut memiliki niat untuk menjadi yang lebih baik. Pada dasarnya, kemuliaan akhlak itu terwujud dengan memberikan apa yang dimiliki oleh orang lain dan menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain dan melakukan sesuatu dengan penuh kesabaran.

Bagaimana Islam mengajarkan tentang membentuk akhlak mulia

Akhlak mulia memang memiliki banyak keutamaan sehingga Kajian islam akhlak ini sering membicarakan bagaimana seseorang harusnya berperilaku dan bertutur kata yang baik. Hal itu dikarenakan kemuliaan akhlak bisa membuat derajat manusia lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Selain itu, dengan kemuliaan akhlak juga bisa mengatasi segala problema dan mampu menutupi aib-aib yang dimiliki oleh manusia tersebut. Walaupun begitu, ada beberapa kajian dalam islam dalam menempa akhlak menjadi akhlak baik. Beberapa kajian islam tentang akhlak bisa diawali dengan senantiasa selalu berdo’a kepada Allah swt untuk memohon akhlak mulia.

Doa merupakan salah satu senjata umat muslim dan merupakan pintu kebaikan yang sangat agung. Jika pintu doa ini sudah dibukakan maka segala kebaikan pasti akan anda dapatkan dengan baik. Oleh karena itu, salah satu Kajian islam akhlak mengatakan bahwa barang siapa yang ingin mendapatkan akhlak yang mulia dan terbebas dari akhlak jelek, hendaknya mereka mengembalikannya kepada sang penciptanya dengan cara berdoa. Sobat cahaya islam, disini islam mengajarkan bahwa yang bisa dilakukan oleh manusia adalah berusaha sedangkan Allah swt yang memberikannya kepada kita. Hal itu ditujukan agar manusia tidak memiliki sifat sombong dimana sifat tersebut masuk ke dalam sifat yang buruk dan salah satu sifat yang paling dibenci Allah.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ، حَدَّثَنَا يُوسُفُ الْمَاجِشُونُ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَبْدِ، الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قَالَ ‏”‏ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ‏.‏ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِي لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ‏”‏ ‏.‏ وَإِذَا رَكَعَ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَمُخِّي وَعَظْمِي وَعَصَبِي ‏”‏ ‏.‏ وَإِذَا رَفَعَ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ ‏”‏ ‏.‏ وَإِذَا سَجَدَ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ يَكُونُ مِنْ آخِرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ ‏”‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ‏”‏

Dalam hal ini, Saya menyerahkan wajah saya dengan penuh pengabdian kepada Dia yang adalah Pencipta langit dan bumi dan saya bukan orang musyrik. Sesungguhnya doaku, pengorbananku, hidupku dan kematianku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; Tidak ada pasangan dengan Dia dan inilah yang telah saya perintahkan (untuk mengaku dan percaya) dan saya adalah orang-orang yang beriman. Ya Allah, Engkaulah Raja, tidak ada tuhan selain Engkau, Engkaulah Tuhanku, dan Akulah hamba-Mu. Saya menganiaya diri sendiri dan membuat pengakuan atas Dosa saya. Maafkan semua dosa-dosa saya, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau, dan membimbing saya untuk melakukan yang terbaik, tetapi Engkau memberi petunjuk kepada siapapun dalam melakukan yang baik. Hapus dosa dariku, karena tidak ada yang lain selain Engkau dapat menghapus dosa dariku. Di sinilah aku berada di pelayananMu, dan Rahmat adalah milikMu dan seluruh kebaikan ada di tanganMu, dan seseorang tidak bisa mendekatiMu melalui kejahatan. Ku (kekuatan dan eksistensi) adalah karena Engkau (rahmat-Mu) dan aku berpaling kepada-Mu (untuk permohonan). Engkau diberkati dan Engkau ditinggikan. Aku mencari pengampunan dari-Mu dan berpaling kepada-Mu dalam pertobatan: dan kapan dia akan tunduk, dia akan berkata: Ya Allah, bagi-Mu aku membungkuk. Aku tegaskan imanku kepada-Mu dan aku tunduk kepada-Mu, dan tunduklah dengan rendah hati di hadapanMu pendengaranku, penglihatan, sumsum, tulang, ototku; dan ketika dia akan mengangkat kepalanya, dia akan berkata: Ya Allah, Tuhan kami, pujian adalah karena Engkau, (pujian) yang dipenuhi langit dan bumi, dan dengan mana diisi bahwa (ruang) yang ada antara mereka, dan dipenuhi dengan apapun yang Engkau kehendaki sesudahnya. Dan saat dia sujud sendiri, dia (Nabi Suci) akan berkata: Ya Allah, kepada-Mu aku sujud diriku sendiri dan di dalam Engkau aku tegaskan imanku, dan aku tunduk kepada-Mu. Wajahku diserahkan di hadapan Seseorang yang menciptakannya, dan membentuknya, dan membuka kemampuan pendengaran dan penglihatannya. Diberkatilah Allah, yang terbaik dari Pencipta; dan kemudian dia akan mengatakan antara Tashahhud dan ucapan salam: Ampuni saya sebelumnya dan kemudian terbuka dan rahasia (dosa) dan di mana saya melakukan pelanggaran dan bahwa Engkau lebih baik dari saya. Engkau adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir. Tidak ada Tuhan, tapi Engkau. (HR. Muslim: 771).

Selain berdoa, Kajian islam akhlak yang mengajarkan bagaimana memelihara atau menempa akhlak baik adalah dengan mujahadah/ bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Kajian islam tentang menempa akhlak memang erat kaitannya dengan mujahadah atau sifat bersungguh-sungguh. Kesungguhan dalam merubah atau menempa akan sangat berguna untuk mendapatkan akhlak mulia. Pada dasarnya kemuliaan akhlak merupakan hidayah yang akan didapatkan oleh seseorang jika mereka benar-benar ingin memiliki akhlak yang mulia.

Barang siapa yang bersungguh-sungguh untuk merubah diri dengan sifat-sifat keutamaan, maka dalam Kajian islam akhlak ini hal tersebut bisa membuat seseorang perlahan berubah. Mereka juga wajib menyingkirkan akhlak tercela karena setiap akhlak tercela yang masuk pada diri seseorang maka akan menyebar dan merubah semua kebaikan menjadi keburukan pun sebaliknya jika kita memiliki sifat kebaikan dan selalu berusaha untuk melakukan kebaikan niscaya semua perangai buruk yang dimiliki perlahan akan berubah menjadi baik.

Hal terpenting dalam Kajian islam akhlak adalah introspeksi atau bermuhasabah. Hal ini sangat penting untuk selalu mengoreksi diri apakah sudah menjadi orang baik atau belum. Selalu melatih diri untuk mengoreksi bisa menjadi salah satu cara terbaik agar seseorang bisa memiliki akhlak yang lebih baik. Namun, sobat cahaya islam juga jangan terlalu berlebihan dalam menginstrospeksi diri karena bisa menyebabkan patah semangat. Dengan latihan-latihan seperti ini InsyaAllah sobat cahaya islam, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!