Kajian Islam: Tantangan Profesi “Syurthah” di Indonesia Sebagai Umat Islam!

0
663

Sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi salah satu teman tim Cahayaislam bernama Ahmad untuk bertanya soal informasi sidak kepolisian bila dia hendak pergi keluar kota. Tapi bukan karena masalah surat-surat yang dia miliki lengkap atau tidak. Dia merupakan seorang yang ta’at peraturan lalu lintas dan memiliki semua surat lengkap dan peralatan yang SNI. Lalu kenapa dia selalu bertanya soal info cegatan setiap kali dia berencana keluar kota? Rupa-rupanya ada kisah dibaliknya.

Ahmad bercerita kepada kami bahwa dia sudah muak berurusan dengan pihak kepolisian. Dia memiliki pengalaman pahit dimana dia pernah berurusan dengan kepolisian dimana sebenarnya dia sudah patuh dan ta’at sesuai peraturan, namun urusannya menjadi rumit dan memerlukan “uang pelicin” yang bisa dikatakan tidak sedikit. Dia merasa dicurangi dan merasa tidak menerima keadilan. Nah, terkait dengan pembahasan kali ini. Tim cahayaislam akan membahas tentang profesi Syurthah dan tantangannya bagi umat islam di Indonesia.

Apa itu yang dimaksud dengan profesi Syurthah?

Mudahnya gini, Syurthah merupakan profesi yang bisa dilihat dari figur kepolisian. Sejarah kepolisian Indonesia sendiri sangat panjang bila kita jabarkan. Karena terkait dengan struktur kepemerintahan di Nusantara sejak zaman Hindia Belanda. Dalam perspektif islam sendiri Syurthah bisa dilihat dalam kisah Nabi Yusuf dalam Al Quran surat Yusuf 70-76.

Ayat tersebut menceritakan tentang bagaimana sih sikap seorang Syurthah dalam menangani pencurian. Profesi ini memiliki makna meluas yang bisa dikatakan bahwa Syurthah memiliki fungsi menjaga keamanan, kestabilan dan ketenteraman suatu negara.

Dalam sejarah kebudayaan islam ada kategori Syurthah sebagai pendukung atas militer dan ada pula yang berada dalam naungan khalifah.

Tantangan agar orang mukmin menjalani profesi Syurthah dengan Benar! 

Seperti yang kita tahu dalam beberapa berita belakangan, diketahui fakta bahwa salah satu institusi terkorup di Indonesia adalah kepolisian. Banyak tindakan culas yang dilakukan oleh beberapa oknum di dalamnya. Yang paling jelas terjadi ada pada satuan kepolisian lalu lintas yang seolah sudah menjadi kebudayaan bangsa Indonesia untuk “menyuap” polisi ketika terkena tilang. Ini merupakan tindakan yang sungguh jauh dari ridho Allah dan malah dilaknat oleh Allah. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits riwayaty Ibn Majjah 2313 ini.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي

Adalah baik bila anda yang bekerja sebagai Syurthah bisa lebih mutawari’ akan hal ini. Menghindari suap menyuap dan bisa melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang harus anda lakukan. Ini merupakan tantangan yang cukup berat, mengingat profesi ini sangatlah rawan akan hal tersebut. Adapun sikap-sikap yang harus dimiliki seorang Syurthah adalah (1) Berperilaku adil dan (2) menghukumi secara benar. Seperti yang dijelaskan dalam surat-surat berikut ini:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sungguh Allah memerintahmu menyampaikan amanat pada yang berhak menerima, dan (memerintahmu) supaya berlaku adil apabila menetapkan hukum di antara manusia. Sungguh Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya padamu. Sungguh Allah adalah yang Maha Mendengar lagi Melihat. (An Nisa 58)

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

dan hendaklah Engkau putuskan perkara di antara mereka berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, dan jangan engkau mengikuti hawa nafsu. Berhati-hatilah Engkau terhadap mereka, agar mereka tidak memalingkan Engkau dari apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak akan menimpakan kemelut kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia adalah orang-orang yang fasiq.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!