Kajian Islam: Batalkah Shalat Wanita Yang Terlihat Rambutnya?

0
875

Sahabat Cahaya islam yang budiman, masalah aurat bagi wanita memang merupakan perkara yang penting dan tentu saja tidak boleh disepelekan. Memang, terkadang wanita seolah tidak memikirkan aurat mereka yang terlihat padahal terbukanya aurat merupakan dosa bagi wanita. Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa dosa terbesar dari wanita adalah terbukanya aurat. Berbincang tentang aurat, ada salah satu tema kajian Islam yang menarik yang tentu saja bisa menggugah kesadaran dan keimanan kita, yaitu batalkah shalat wanita yang terlihat rambutnya? Tentu ini adalah pertanyaan yang menarik untuk disimak pembahasannya. Namun, sebelum dibahas, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa rambut dari wanita adalah aurat dan oleh karenanya, Allah SWT menyuruh wanita untuk mengenakan jilbab sebagai penutup aurat.

Berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.” (QS. an-Nur: 31).

Rambut terlihat saat shalat, batalkah?

Ketika kita menyadari bahwa rambut adalah bagian dari aurat, maka hal ini berlaku kapanpun, terlebih pada waktu seorang wanita menjalankan ibadah shalat. Dalam hal ini, ketika menjalankan ibadah shalat, maka wanita harus senantiasa menutup rambut mereka dari kemungkinan terbuka. Mereka harus berusaha jangan sampai ada rambut yang keluar.

Dalam pembahasan kajian Islam, ada salah satu hadist dari Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa, “Allah tidak menerima shalat wanita yang telah baligh, kecuali dengan memakai jilbab.” (HR. Ibnu Khuzaimah, 775 dan Al-A’dzami mengatakan sanadnya shahih).

Dari hadist tersebut, sebenarnya kita sudah bisa menemukan jawabannya bahwa shalat dengan kondisi rambut yang terlihat bagi wanita adalah tidak sah. Oleh karena itu, ada baiknya sahabat Cahaya islam selalu mengecek jilbab yang dikenakan sebelum melakukan ibadah shalat untuk menjaga agar rambut tidak terlihat.

Lalu, ada pertanyaan menarik dari beberapa kajian Islam yang sudah dilakukan. Bagaimana jika ada rambut wanita yang tersingkap? Apakah shalat wanita tersebut juga tetap batal dan tidak sah?

Secara umum, hukum tersingkapnya rambut saat shalat sama dengan hukum tersingkapnya aurat yang lain. Namun, ada beberapa detail pembahasan di sini untuk memberikan penjelasan yang gamblang.

Rincian yang pertama adalah jika seorang wanita mengetahui bahwa rambutnya tersingkap dan ia langsung membenahinya dan setelah itu rambutnya tidak terlihat lagi, maka ibadah shalat yang ia lakukan tetap sah secara hukum.

Lalu, dalam kajian Islam, rincian yang kedua adalah kondisi ketika wanita tersebut mengetahui bahwa rambutnya tersingkap dan tidak segera menutupinya. Dalam hal ini, ulama berbeda pendapat.

Pendapat yang pertama mengatakan bahwa shalat tersebut hukumnya batal. Hal ini di dasarkan pada pendapat Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa aurat yang terbuka sedikit maupun banyak hukumnya tetap sama. Oleh karena itu, jika rambut tersingkap sedikit saja, menurut pendapat ini, maka wanita tersebut kehilangan pahala shalatnya karena batal.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa hukum shalat tersebut tidak batal. Hal ini karena rambut yang tersingkap hanya sedikit saja. Pendapat ini diriwayatkan olah Imam Ahmad dan juga Imam Abu Hanifah.

Pendapat kedua ini dijelaskan lagi oleh Syaikhul Islam. Dalam pendapatnya, beliau mengatakan:

ذا انكشف شيء يسير من شعرها وبدنها لم يكن عليها الإعادة، عند أكثر العلماء، وهو مذهب أبي حنيفة وأحمد‏.وإن انكشف شيء كثير، أعادت الصلاة في الوقت، عند عامة العلماء ـ الأئمة الأربعة، وغيرهم

Artinya, “Jika ada rambut atau anggota badan wanita yang tersingkap sedikit, maka tidak ada kewajiban untuk mengulangi shalat menurut mayoritas ulama. Ini pendapat Abu Hanifah dan Ahmad. Namun jika yang tersingkap itu banyak, wajib mengulangi shalat di waktunya, menurut para ulama, baik ulama 4 madzhab maupun yang lainnya.” (Majmu’ al-Fatawa, 22/123).

Sahabat Cahaya islam, dari beberapa pendapat mengenai kajian Islam terkait aurat wanita pada waktu shalat, kita dapat menyimpulkan bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal tersebut. Namun, dari keseluruhan kajian pembahasan Islam, dapat kita lihat bahwa tidak ada pendapat yang membolehkan aurat terbuka, baik secara sengaja maupun banyak. Oleh karena itu, sebaiknya kita intropeksi diri dan selalu memperbaiki cara kita mengenakan jilbab, terutama pada saat menjalankan ibadah shalat.

Kita tentu mendapat banyak pelajaran penting dari penjelasan di atas. Selalu perbanyak kajian Islam dengan tema lainnya yang bisa menggugah keimanan kita untuk menjadi hamba yang senantiasa bertaubat kepadaNya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!