Kajian Islam: Ada Ancaman Celana dibawah Mata Kaki?!

0
552

Kajian islam – Halo sahabat Cahayaislam semuanya! Dalam mempelajari syariat islam, kita akan menemui banyak sekali hal-hal yang beragam. Baik itu yang bisa diterima oleh akal sehat maupun tidak bisa dicerna secara logika. Orang islam yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir memiliki kewajiban untuk tetap patuh dan taat dalam hal itu tanpa cela, meskipun mungkin hal yang diajarkan sangatlah tidak masuk diakal.

Ada satu hal yang selalu menimbulkan banyak perdebatan diantara para ulama, pakar hadits dan orang-orang yang memiliki ekspertis dalam hal kajian islam baik dalam ranah budaya, sosial dan lain-lain. Hal itu adalah hadits tentang larangan menggunakan celana yang ngelembreh (panjangnya melebihi mata kaki).

حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ

Dalam hadits Sahih Bukhari (5787)diatas dijelaskan bahwa izar macam apapun yang melebihi batas mata kaki, maka dihukumi masuk neraka. Namun, tim Cahayaislam disini tidak ingin membicarakan perdebatan “benar-tidak” nya hadits ini dalam berbagai perspektif atau mengulas seputar Asbabul Wurud sebagai dasar benar dan wajibnya hadits ini untuk diaplikasikan. Kami hanya akan mencoba mengulas sedikit tentang alasan “Kenapa” kita harus mengindahkan aturan Rasulullah yang satu ini.

Mengikuti cara berpakaian Rasulullah

Dalam Al Quran surat Al Ahzab 21, Allah berfirman bahwa Nabi Muhammad adalah sebagai contoh yang harus di tauladani bila anda termasuk orang-orang yang mengharapkan Rahmat dari Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya sudah ada pada (diri) Rasulullah, suri teladan yang baik untukmu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Bagi kita orang islam dan ummat Muhammad. Sudah selayaknya kita berusaha sebaik mungkin untuk meneladani atau mencontoh Rasulullah dalam beberapa hal, termasuk gaya berpakaian Rasulullah. Bukankah dalam Surat An Nisa ayat 80 dijelaskan bahwa barangsiapa yang taat kepada perintah Rasul, sama artinya dengan ta’at kepada Allah.

Menjauhi Sifat Sombong dan Takabur

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ عَنِ الإِزَارِ، فَقَالَ عَلَى الْخَبِيرِ سَقَطْتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلاَ حَرَجَ – أَوْ لاَ جُنَاحَ – فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ

Dalam kajian islam yang terdapat dalam hadits riwayat Abu Dawud 4093 diatas menceritakan bahwa Rasulullah pernah menjelaskan tentang bagaimana pakaian bagian bawah (celana/izar/atau apapun itu) seorang Mukmin. Yakni dengan memanjang diantara betis dengan batas pergelangan kaki. Bila melebihi itu, maka tempatnya di neraka.

Dalam hadits itu disisipkan pula tambahan bahwa Allah tidak menyukai orang yang memanjangkan pakaiannya kebelakang karena sikap sombong. Dengan artian mereka yang memanjangkan pakaian bagian bawah mata kaki dikaitkan dengan sikap sombong.

Agar diperhatikan oleh Allah diakhirat Kelak

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ قَالُوا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُدْرِكٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ خَرَشَةَ بْنِ الْحُرِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ‏”‏ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَ مِرَارٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏”‏ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

Dalam hadits Muslim 199 diatas dijelaskan bahwa besok di akhirat ada tiga golongan manusia yang tidak akan diperhatikan oleh Allah. Salah satu diantara ketiga orang tersebut adalah orang yang menyeret/memanjangkan pakaian bagian bawahnya. Tentu sahabat Cahayaislam tidak mau dong diacuhkan oleh Allah besok di akhirat? Semoga kajian islam singkat kali ini bisa memberikan sedikit pencerahan ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!