Kaidah Menggunakan Obat di Bulan Ramadhan?!

0
541

Kalau kata para pakar kesehatan sih sebenarnya kita harus menggunakan makanan sebagai obat untuk tubuh kita, bukan sebaliknya dimana obat menjadi makanan kita. Namun, kita tidak bisa berbuat banyak ketika kita memang harus mengkonsumsi obat demi kesehatan dan sebagai orang islam yang beriman dan beramal sholih, sudah sewajarnya kita tetap bersyukur kepada Allah. Meskipun sakit, Allah tetap memberikan hikmah dibaliknya.

Nah, terkait dengan sakit dan konsumsi obat-obatan. Muncul pembahasan yang perlu dibicarakan ketika hal tersebut berkaitan dengan bulan Ramadhan dimana keseharian kita berubah drastis tidak seperti hari-hari biasanya karena kita melaksanakan ibadah puasa. Tentu sebagai muslim yang tangguh, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap memenuhi kewajiban kita untuk berpuasa. Namun ketika disisi lain kita harus mengkonsumsi obat, kira-kira bagaimana ya solusinya? – Kami akan ulas detailnya disini.

Tidak semua jenis obat membatalkan puasa kok!

Kebetulan tim cahayaislam mendapatkan info bermanfaat dari sahabat-sahabat kami di haloapoteker yang menjelaskan perihal penggunaan obat di bulan Ramadhan. Dalam penjelasan tersebut, mereka menyatakan bahwa pernah dilansir dari satu seminar medis religi yang dulu diadakan sekitar tahun 1997 di Maroko. Seminar dengan tajuk Pandangan islam pada problematika medis kontemporer tersebut mengangkat satu tema penting dalam beberapa pokok bahasannya, yakni penggunaan obat di bulan Ramadhan.

Seminar itu dilakukan bersama beberapa alim ulama untuk mencapai kesepakatan bersama. Salah satu kesepakatan yang didapat secara mufakat tersebut adalah tentang listing penggunaan obat yang dihukumi tidak membatalkan puasa. Kunci dari obat-obatan yang tidak membatalkan puasa yang dijelaskan di seminar tersebut adalah obat yang cara pemakaiannya tidak diminum melalui saluran cerna.

Contoh-contoh obat tersebut ada banyak. Misalnya saja obat oles yang diserap melalui pori kulit seperti salep, balsem. Obat-obat yang disuntikkan melalui kulit, vena, otot dan sejenisnya (terkecuali infus yang melalui intravena). Selain itu ada pula obat tetes mata dan telinga, gas oksigen dan anestesi. Termasuk pula dalam rentetan tersebut adalah obat semacam suppositoria dan obat kumur (dengan catatan tidak tertelan).

Konsultasi dokter tentang skema penggunaan obat

Di bulan puasa, mulai adzan subuh hingga maghrib tiba, kita tidak boleh makan atau minum yang mana secara otomatis akan mempengaruhi skema penggunaan obat yang kita pakai. Perubahan jadwal waktu bergeser dan bahkan mungkin mempengaruhi efek dari obat itu sendiri. Oleh karena itu berkonsultasi dengan dokter mengenai hal itu adalah perlu.

Dalam ulasan kawan tanyaapoteker tersebut juga dijelaskan pula bahwa ada beberapa skema secara umum pada pemakaian obat-obatan. Obat yang hanya perlu diminum sekali dalam sehari tentu tidak terpengaruh dengan perubahan jam makan di bulan Ramadhan. Dan obat yang cara pemakaiannya dua kali sehari bisa disiasati untuk diminum setelah waktu buka dan di akhir waktu sahur.

Obat yang terpengaruh oleh jam makan di bulan Ramadhan adalah obat yang harus diminum 3 sampai 4 kali dalam sehari. Untuk mengatasi hal ini para apoteker dan ahli farmasi menganjurkan pada kita untuk menggunakan dua cara; (1) mengganti resep obat yang memiliki efek lepas lama atau obat dengan mekanisme sama namun frekuensi pelepasan atau durasi aksinya lebih panjang. Atau (2) Menyiasati penggunaan obat dengan cermat yakni menggunakan timing konsumsi obat secara tepat.

Cara pertama memberikan solusi kita untuk bisa membuat obat yang seharusnya kita konsumsi 3 sampai 4 kali sehari menjadi 2 atau 1 kali sehari karena memiliki efek pelepasan yang lama. Sedangkan cara kedua, kita dituntut untuk lebih “ketat” tentang waktu konsumsi obat. Misalnya saja obat yang harus diminum 3x sehari bisa kita konsumsi pada jam 6 sore (ketika buka), jam 11 malam (menjelang tidur), dan jam 4 dini hari (di akhir sahur). Sedangkan obat dengan skema 4x sehari bisa kita minum dalam jangka waktu setiap 3-4 jam setelah buka puasa. Semoga bermanfaat!

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!