Jual Beli Kucing, Apakah Boleh dalam Islam?

0
1488

Kucing dizaman sekarang merupakan satu diantara banyak jenis hewan peliharaan yang digemari. Tidak hanya karena alasan lucu dan imut untuk dipelihara, bahkan bagi beberapa orang kucing dianggap sebagai hewan yang membawa hoki (itulah kenapa banyak toko-toko yang memajang boneka kucing didepan tokonya). Namun dalam islam tidak ada yang namanya hoki, semua hal baik adalah anugerah dari Allah. Dalam beberapa riset belakangan, ada study yang mengemukakan bahwa lebih dari 4500 orang Amerika yang memelihara kucing mempunyai resiko 25% lebih rendah terkena serangan jantung. Yang lebih gila lagi ada riset yang kami lansir dari WebMD dan USA Scientific menyatakan bahwa memelihara kucing bisa meningkatkan density tulang serta membantu pasien sakit mental dan dementia.

Dengan manfaat-manfaat yang banyak dipercaya disebabkan dari memelihara kucing, banyak orang mulai melihat hal ini sebagai peluang bisnis dan kemudian melakukan transaksi jual beli kucing. Pernah tim Cahayaislam iseng iseng berhadiah bertanya kepada salah satu seller pet shop yang menjual kucing berbagai usia dari mulai yang 3 bulan sampai sudah dewasa. Kucing kecil peranakan persia atau angora bisa laku diatas harga 300K bahkan lebih, tergantung beberapa faktor. Sungguh bisnis yang menggiurkan bukan? Namun tunggu dulu sobat Cahayaislam! Jangan buru-buru ambil keputusan. Sebagai orang islam yang beriman, kita harus tahu dong bagaimana pandangan islam mengenai transaksi jual beli kucing ini. Yuk simak beberapa ulasan tim Cahayaislam mengenai hal ini:

Larangan keras Rasulullah tentang jual beli Kucing!

Dinukil dari salah satu hadits riwayat Muslim, dengan nomor hadits 1569, bahwasanya pernah suatu ketika seorang rojul datang kepada Jubair untuk menceritakan hasil penjualan hewan yang dia (rojul) lakukan, dan kebanyakan hewan yang dia jual adalah kucing dan anjing. Seketika itu pula jabir berkata bahwasanya hal tersebut adalah hal yang dilarang keras oleh Rasulullah SAW.

Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan dari Kutubusittah juga disebutkan bahwa sesungguhnya Rasulullah melarang keras atau tidak menyukai hasil yang didapatkan dari jual beli kucing dan anjing. Hadits-hadits yang diungkapkan dari Jabir tersebut shahih dan merupakan pernyataan mutlak tentang tidak bolehnya atau tidak disukainya transaksi kucing dan anjing. Dalam beberapa keterangan yang tim Cahayaislam dapat dari alim ulama ahli hadits, dinyatakan bahwasanya larangan ini diberlakukan karena dua hal: (1) kucing bukanlah hewan ternak yang dipelihara didalam sangkar dan kandang, (2) kucing merupakan hewan liar yang selalu berada disekitar manusia, inilah yang menyebabkan hewan ini tidak bisa ditransaksikan.

Pendapat lain dari ulama tentang jual beli kucing

Dalam perdebatan hukum mengenai hal ini, ada beberapa ulama yang pro kontra dengan hukum ini. Ada sisi dimana ulama tidak mempertanyakan hal ini, karena dasar dari hadits yang diriwayatkan merupakan hadits yang shahih, sehingga mereka ta’at tanpa mempertanyakannya. Dilain sisi, ada beberapa ahli agama yang mengeluarkan dalih dan pernyataan bahwa hadits tersebut hanya berlaku untuk kucing yang liar, sehingga kucing yang memang telah diternakkan diperbolehkan. Wallahu a’lam!

Nah, sekarang sobat Cahayaislam sudah tahu kan soal pandangan islam perihal jual beli kucing. Pilihannya sih ditangan anda. Namun sebagai orang beriman yang ta’at dan beriman kepada Allah, bukankah sudah semestinya kita patuh dan tunduk kepada perintah dan menjauhi larangan-larangan dari Allah dan baginda Rasulullah SAW? Salam taqwa!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!