Jangan Salah dalam Berjihad! (Ulasan Jihad dalam Islam)

0
1370

Melakukan jihad fisabilillah atau membela agama merupakan sesuatu yang diperlukan. Hal ini perlu, karena membela agama dilakukan dengan tujuan menjaga hukum Allah agar tetap berdiri tegak sebagaimana mestinya dan tentunya dengan berlandaskan sunnah Rasulullah serta firman dari yang maha Agung, Allah SWT. Didalam hadits dan kitab suci Al-Qur’an banyak sekali pembahasan-pembahasan serta cerita-cerita yang berkaitan dengan jihad. Beberapa cerita jihad yang tertuliskan didalamnya adalah tentang perang dan membela agama dengan pedang dahulu dimasa Rasulullah SAW. Dalam Hadits riwayat Ahmad, telah dikatakan bahwa kita harus berjihad dengan harta, jiwa dan lisan.

جَاهِدُوا اَلْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ

Kita sebagai orang muslim yang memiliki iman dan taqwa kepada Allah, kita seharusnya berfikir dan menimbang segala hal yang akan kita lakukan. Banyak orang yang mengaku fanatis pada Islam dan kemudian menelan mentah-mentah beberapa hadits tentang jihad, tanpa mencoba untuk meresapi intisari yang diajarkan didalamnya. Hal-hal tersebut kemudian membuat banyak sekali pemikiran yang melenceng pada mereka yang memiliki paham radikalisme serta kefahaman agama yang kurang mumpuni. Banyak kasus dimana beberapa orang mengimplementasikan jihad dalam islam dimasa khalifah dahulu dimasa sekarang. Dan itu adalah hal yang tidak bijak sama sekali. Lalu bagaimana seharusnya jihad yang baik dan benar dimasa kita hidup sekarang ini?

Berjihad dengan pulpen dan sendok

Seiring dengan perubahan zaman, abad berubah milenia membawa dunia dimana kita hidup semakin maju, dan gejolak perang dan perluasan wilayah sudah bukan merupakan sesuatu yang dianggap civilized. Dengan keadaan era yang telah berubah, hakikat jihad dalam islam dan pembelaan agama menjadi lebih luas dengan jangkauan yang beragam dari berbagai aspek kehidupan. Ada pendekatan-pendekatan baru dimana melakukan sebuah jihad tidak memerlukan aksi angkat senjata. Bahkan, kita bisa berjihad dengan menggunakan sendok dan pulpen.

Berjihad dengan sendok dan pulpen hanyalah kiasan saja. Secara harfiah, jihad dengan pupen dan sendok merupakan jenis jihad yang lebih dekat dengan metode diplomasi. Memiliki budaya berbudi luhur dan toleransi adalah jalan jihad yang benar dimasa sekarang. Sendok sebagai gambaran kita bisa berjihad dan melakukan amar ma’ruf atau bergaul dengan mengikuti jamuan makan dengan orang-orang yang berpengaruh untuk melancarkan jalannya agama Allah. Dengan pulpen sebagai gambaran kita bisa berjihad dengan tulisan-tulisan kita yang baik tentang islam, baik berisi opini maupun bahasan sosial yang memiliki integrasi-interkoneksi.

Berjihad dalam konteks pribadi

Untuk bisa ikut andil dalam perubahan dunia, kita harus memulainya dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Prof. Dr. Akhmad tayyeb menyebutkan dalam forum Al-Azhar tentang jihad yakni merupakan segala upaya sungguh-sungguh yang dilakukan seorang muslim/muslimah untuk mendapatkan Ridha dari sang khalik, Allah SWT. Dalam penjelasan beliau yang tim Cahayaislam nukil dari beberapa jurnal menyatakan bahwasanya Jihad dalam islam memiliki approach dalam segala lini kehidupan, termasuk diri setiap manusia. Dalam artian adalah mencoba hidup sebagai insan dan hamba Allah yang melakukan amal shalih dengan mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah demi mendapatkan tempat mulia disisiNya.

Berusaha keras untuk mentaati Allah ternyata sudah bisa dikatakan sebuah jihad. Seperti yang telah tim Cahayaislam nasihatkan dalam artikel lain, bahwasanya kita harus memiliki prioritas dalam beragama. Apa gunanya kita bisa membangun masjid dengan menghabiskan beberapa triliyun dollar, namun kita sendiri tidak berusaha untuk mentertibkan sholat kita? Sama halnya dengan mereka para orang-orang yang menyatakan bahwa mereka siap mati dengan bom bunuh diri demi islam, padahal orang-orang tersebut malah menjerumuskan dirinya sendiri pada kelamnya api neraka karena bunuh diri merupakan dosa yang besar?

Sebenarnya masih banyak yang ingin tim Cahayaislam bahas perihal jihad dalam islam, karena seperti yang kami bilang tadi bahwa jihad memiliki ruang yang sangat luas menembus layer-layer kehidupan. Berdiskusi perihal macam-macam jihad dalam islam membutuhkan waktu yang cukup lama dengan sudut pandang yang tidak habis-habis. Yang ingin tim Cahayaislam tekankan disini adalah agar sobat Cahayaislam berfikir jernih dan cerdas dalam berjihad, dan tidak kalut dalam pemikiran dangkal yang salah-salah malah akan menjerumuskan kedalam siksa Allah yang pedih. Salam iman!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!