Jangan Mudah Menghakimi Siapapun

0
1589

Di dalam buku harian Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal,”Mari kita keluar sejenak”.

Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara menyamar. Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yang sempit.

lorong-gelapTiba-tiba, mereka menemukan seseorang yang tergeletak di bawah tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun, orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: “Apa yang kau inginkan?” Sultan menjawab: “Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?

Mereka berkata,”Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzinah” Sultan menimpali,”Tapi…, bukankah ia termasuk umat Muhammad SAW? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya”. Singkat kata, mereka pun akhirnya membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal, sang istri pun menangis.

Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap kepada jenazah suaminya,”Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah. Aku bersaksi engkau termasuk orang yang saleh”.

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget dan berkata,”Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya?”.

Sang istri menjawab,”Sudah kuduga pasti akan begini”.

kendi_kecil“Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata:”Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”.

“Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata:”Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”. Kemudian ia pulang ke rumah dan berkata kepadaku,”Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”.

“Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamir dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir”.

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku,”Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu, dan mengubur jenazahmu”.

Ia hanya tertawa, dan berkata,”Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya”.

Maka, Sultan Murad pun menangis dan berkata,”Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya, dan menguburkannya”.

Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para auliya dan seluruh masyarakat. (Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)

Makna dan hikmah yang bisa kita pelajari:

  • Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
  • Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang, apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya. Jadi jangan sok tau.
  • Kedepankan prasangka baik terhadap seluruh saudaramu, karena boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka, ternyata penghuni surga firdaus yang masih melangkah di bumi.
BAGIKAN
Berita sebelumyaAyo Lihat Apa Yang Tidak Terlihat Tentang LDII
Berita berikutnyaAntara Benar dan Merasa Benar
Cahaya Islam Indonesia adalah portal web yang berfokus dalam memberi infomasi, edukasi, serta propaganda kehidupan Islami yang ideal, sempurna, dan sesuai dengan tuntunan Al Quran Al Hadits secara murni, hak, dan benar.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!