Jangan menjadi Seperti Alqomah! (Cerita Inspirasi Berbuat baik Terhadap Orang Tua)

0
1286

Tiada satu manusia pun didunia ini yang muncul secara tiba-tiba tanpa jasa dan keberadaan orang tua. Tanpa orang tua sobat Cahayaislam tidak dapat menikmati indahnya hidup dengan diselimuti keimanan sebagai orang islam di dunia ini. Maka dari itu, bukanlah suatu hal yang baik bila kita mengacuhkan jasa-jasa dari kedua orang tua kita, apalagi sampai membuat mereka terluka. Dalam islam, Allah dan rasulullah selalu menekankan tentang wajibnya berbuat baik kepada kedua orang-tua kita, tak peduli bagaimanapun keadaan mereka. Selain itu menyakiti hati kedua orang tua termasuk dalam kategori dosa besar setelah musyrik.

Selain dari banyak sekali perintah untuk menghormati dan besikap ta’dzim dan ta’at serta larangan menyakiti orang tua yang telah difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an maupun sunnah dari Nabi dalam Al-hadits, banyak pula cerita-cerita rakyat (contohnya malin kundang yang ada di Indonesia) yang menunjukkan betapa pentingnya birul walidaini ikhsana dan betapa murkanya penguasa alam bila anda menyakiti kedua orang tua anda. Dalam islam, kita punya kisah tentang Alqomah.

Kisah Alqomah sang ahli ibadah yang memilukan

Konon ceritanya pada zaman Rasulullah, hiduplah seorang bernama Alqomah. Orang ini dikenal sebagai orang yang ta’at beribadah dan sangat rajin dalam melaksanakan banyak pengamalan yang baik seperti puasa, sodaqoh dan ibadah-ibadah sunnah. Sekilas bila orang-orang melihatnya, pastinya orang akan mengatakan bahwa dia adalah orang yang alim yang akan mendapatkan tempat mulia disisi Allah (melihat seberapa getolnya dia dalam beramal sholih). Sayangnya pada suatu saat dia menderita suatu penyakit yang teramat parah hingga banyak sekali tabib yang menyerah ketika menangani penyakitnya tersebut.

Karena penyakitnya yang parah tersebut, Alqomah menjadi semakin lemah dan lambat laun mulai mendekati ajalnya. Tepat ketika dia dalam keadaan sakaratul maut dan diambang pintu kematian, beberapa orang mendampinginya dan menuntunnya untuk melafalkan lafadz la ilaha illa Allah agar dia mendapatkan kematian yang tenang dan khusnul khotimah. Namun orang-orang yang menuntunnya dan mendampingi saat-saat terakhirnya itu tenggelam dalam rasa bingung karena Alqomah yang dikenal sebagai orang yang shalih tersebut kesulitan dalam melafalkan kalimat thayyibah tersebut. Melihat kejadian yang memprihatinkan tersebut, beberapa orang kemudian mengutus seseorang untuk menghadap Rasulullah untuk meminta bantuan.

Setelah orang tersebut menghadap Rasulullah dan menceritakan hal tersebut, kemudian Rasulullah bertanya kepadanya: Apakah Alqomah memiliki ayah dan ibu? Diceritakan dalam kisah tersebut, Alqomah masih memiliki ibu yang sangat tua renta. Tak lama setelah mendengar penjelasan tersebut Rasulullah bertemu dengan ibu Alqomah dan meminta penjelasan perihal kenapa anaknya bisa dalam keadaan demikian. Ibu Alqomah kemudian berkata bahwasanya anaknya dulu pernah menyakitinya. Alqomah lebih mementingkan istrinya daripada ibunya sendiri, dan sering mengacuhkan ibunya demi istrinya. Hal itu membuat ibunya sakit hati dan marah kepada anaknya.

Setelah mendengar penjelasan itu dari ibu Alqomah, Rasulullah kemudian memerintahkan bilal dan beberapa orang untuk mengumpulkan kayu bakar guna membakar Alqomah. Dalam cerita tersebut ibu Alqomah berkata kepada Rasulullah: kenapa engkau ingin membakar anakku wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada ibu didunia ini yang sanggup melihat anaknya dibakar didepan matanya. Kemudian Rasulullah menjawab: Ketahuilah wahai ibu Alqomah, sesungguhnya siksa Allah diakhirat lebih pedih dari ini, dan amal sholihnya selama ini tidak akan bisa membantunya, kecuali engkau memaafkannya dan mengikhlaskan perilakunya yang telah menyakitimu.

Setelah mendengar perkataan Rasulullah, ibu Alqomah kemudian berkata bahwa dia akan memaafkan semua hal yang dilakukan Alqomah yang telah menyakiti hatinya. Sontak seketika itulah, terdengar kalimat laa ilaha illa Allah dari dalam rumah alqomah dan akhirnya Alqomah pun bisa meninggal dengan tenang dan kembali ke Rahmatullah dengan mudah.

Apa yang bisa dipetik dari cerita ini?

Dari dalam cerita tentang Alqomah tersebut, sobat Cahayaislam bisa mendapatkan hikmah bahwasanya berbuat baik kepada orang tua adalah hal wajib yang setiap anak di dunia ini harus lakukan. Hal ini berhubungan erat dengan skala prioritas yang pada kesempatan lain pernah tim Cahayaislam ulas. Takdzim kepada orang tua adalah hal utama yang tidak boleh ditinggalkan. Dan seperti yang bisa kita lihat dalam cerita Alqomah tersebut, bahkan pengamalan yang banyak pun tidak akan bisa diterima oleh Allah bila orang tersebut tidak berbakti kepada orang tua. Nah, tunggu apalagi sobat Cahayaislam? Segera laksanakan kewajibanmu pada orang tua ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!