Jangan Menjadi Orang Tua yang Asyqaa dalam Mendidik Anak!

0
752

Hidup gue udah sempurna bro! – perkataan itu masih terdengar jelas dari seorang teman tim Cahayaislam bernama Hafidz yang beberapa saat lalu kami temui untuk beranjangsana. Hafidz teman kami itu alhamdulillah telah dikarunia anak pertamanya setelah 2 tahun pernikahannya. Kami turut senang ketika mengunjungi rumahnya. Dalam pertemuan itu, teringatlah kami pada nasihat dari salah satu ulama favorit tim Cahayaislam yang telah memberikan banyak inspirasi dalam artikel-artikel kami disini, KH. Shobirun Ahkam. Beliau pernah nasihat tentang jangan menjadi orang tua yang Asyqaa dalam mendidik anak.

Memang sih anak merupakan anugerah indah dari Allah SWT. Titipan yang bisa kita banggakan dan memberikan alasan kepada kita untuk tetap semangat menyongsong hidup ini. Namun kita tidak boleh lupa bahwa anak pada dasarnya merupakan cobaan pula dalam hidup kita. Jadi, menjadi berkah atau cobaan pada anak tersebut sebenarnya tergantung dari cara kita mendidik mereka. Lalu apa yang dimaksud dengan orang tua yang Asyqaa dalam mendidik anak?

Orang tua yang tidak kompak dalam mendidik anak

Menurut KH Shobirun Ahkam, orang tua yang Asyqaa dalam mendidik anak adalah mereka yang tidak kompak dalam memberikan pendidikan kepada anak. Asyqaa sendiri memiliki pengertian terminologis yang berarti lebih celakanya orang yang celaka. Tentu sobat Cahayaislam disini tidak ingin kan menjadi orang tua yang celaka dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat karena salah mendidik anak?

Fenomena ini dicontohkan dalam suatu kejadian, misalnya seorang ayah yang baru pulang dari kerja mendapati anaknya sedang bermain gadget padahal pada jam tersebut seharusnya anaknya berada di masjid untuk mengikuti kegiatan pengajian. Ayah anak tersebut kemudian marah besar hingga memarahi anak tersebut. Anak itu kemudian menangis kemudian ibu sang anak mencoba menenangkannya sembari berkata “sudah nggak apa nak, biarin ayah kamu marah. Kamu boleh nggak ngaji kok, kamu boleh bermain”

Dari kejadian diatas kita bisa menemukan ketidak kompakan dari ayah dan ibu anak tersebut. Sobat Cahayaislam, para orang tua yang dirahmati Allah perlu berhati-hati dalam hal ini. Ibu anak tersebut mungkin bermaksud baik untuk mendiamkan anaknya yang menangis, namun itu berbahaya. Hal itu bisa mengakibatkan anak anda akan menjadi anak yang suka menentang atau tidak takdzim kepada ayahnya.

Hal ini tidak memberikan keuntungan pula. Bahkan anak akan terbiasa dengan meninggalkan pengajian karena tidak masalah. Dan bila dimarahi oleh ayah, maka akan ada ibu yang membela. Orang tua harusnya kompak dan merencanakan game plan yang baik dalam hal mendidik anak, terlebih lagi dalam urusan agama dan moral. Maka dari itu hindari tidak kompak dalam mendidik anak agar tidak menjadi orang tua yang Asyqaa dalam mendidik anak.

Solusi untuk diterapkan dalam hal ini?

Bila sobat Cahayaislam termasuk orang tua yang demikian, maka jangan berkecil hati dulu. Sobat masih bisa mengatasi dan merubah hal itu. Bila anda tidak mengharapkan kekerasan terjadi kepada anak anda (ayah memarahi, membentak dan lain-lain), maka ada baiknya anda membicarakannya dengan pasangan anda tentang respon anda bila seorang anak melakukan kesalahan. Misalnya anda berdua setuju untuk menasihati dengan baik dan menahan amarah ketika anak berbuat kesalahan. Dan bila sampai tidak mematuhi hal itu, maka anda akan dikenai kafaroh atau hukuman yang disepakati.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!