Jaga Lisan, Hati-Hati Dalam Berbicara

0
1270

Sejatinya, manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia. Allah menciptakan manusia dengan sempurna, memiliki organ tubuh, akal, dan perasaan. Setiap yang dimiliki oleh manusia memiliki fungsinya masing-masing. Seperti lidah, lidah adalah salah satu organ tubuh yang dimiliki oleh manusia, lidah berfungsi sebagai alat ujar. Manusia menggunakan lidahnya untuk berbicara, berkomunikasi dengan orang lain. Kita selalu berbicara ketika berinteraksi, entah mengobrol dengan teman, bercanda, atau bahkan hanya sekedar tegur sapa. Setiap kata yang keluar dari mulut kita bukan lagi menjadi milik kita sendiri, maksudnya kata-kata tersebut sudah menjadi milik orang lain yaitu lawan bicara kita. Sahabat cahaya Islam, hendaknya sebelum mengatakan sesuatu berfikirlah dahulu karena setiap kata memiliki makna tersendiri. Lidah seperti pisau, yang dapat menolong dan dapat melukai. Semisal, pisau digunakan oleh dokter dalam mengoperasi pasien tapi disisi lain pisau dapat berbahaya ketika digunakan oleh seorang penjahat yang bisa membunuh orang lain. Ketika fisik yang kena pisau pasti akan terasa sakit dan bahkan meninggalkan bekas luka tapi jika hati yang luka karena suatu perkataan pasti jauh lebih sakit walau tak berdarah karena hati adalah muara perasaan. Oleh karena itu, jaga lisan, hati-hati dalam berbicara.

Jaga Lisan, Hati-Hati Dalam Berbicara

قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Allah berfirman, Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al Baqarah: 263).

Sahabat cahaya Islam, perkara tutur kata telah disebutkan dalam firman Allah maupun hadits Rasulullah. Pentingnya agar kita memahami hal tersebut agar lidah kita tak gunakan untuk melukai orang lain. Sungguh rugilah seseorang yang ahli ibadah tapi tak mampu menjaga lisannya yang mana selalu menyakiti perasaan saudaranya. Naudzubillah.

Suatu hari seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya Rasulullah! Sungguh si fulanah itu terkenal banyak shalat, puasa, dan sedekahnya. Akan tetapi juga terkenal jahat lidahnya terhadap tetangga-tetangganya.” Maka berkatalah Rasulullah SAW kepadanya, “Sungguh ia termasuk ahli neraka.”

Kemudian laki-laki itu berkata lagi, “Kalau si fulanah yang satu lagi terkenal sedikit shalat, puasa dan sedekahnya, akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya.” Maka Rasulullah SAW berkata, “Sungguh ia termasuk ahli surga”. HR.Muslim (sahih)

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknyaa lebih jauh antara timur dan barat”. HR. Bukhari Muslim (sahih)

Sebagai makhluk sosial kita tak dapat menghindari yang namanya interaksi sosial yang mana membuat kita pasti berbicara dengan orang lain. Terkadang juga seseorang berniat bercanda agar orang lain tertawa, tapi janganlah kita bercanda melewati batas, bahkan menyebut kekurangan orang lain atau berbohong sebagai bahan candaan. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, ketika kita menganggap hal tersebut lucu tapi belum tentu bagi orang lain. Rasulullah bersabda,

Celaka bagi orang yang berkata kemudian berbohong supaya orang-orang tertawa, maka celaka baginya, maka celaka baginya.” (HR. Abu Dawud)

Sahabat cahaya Islam, begitu buruknya peringai seseorang yang tak dapat menjaga lisannya hingga dia mampu tergelincir ke neraka karena lisannya. Pepatah mengatakan “mulutmu, harimaumu” sangatlah tepat, seseoang yang selalu berkata kasar sama halnya orang yang mencari musuh. Karakter seseorang dapat dilihat dari cara dia bicara, tutur kata yang lembut menunjukkan hati yang lembut pula. Setiap manusia pastinya ingin dihargai, ingin dijaga perasaannya, sebelum orang lain melakukan hal tersebut kepada kita maka kita sebaiknya melakukannya terlebih dahulu. Allah menyukai hambanya yang saling menyayangi. Semoga kita selalu mampu menjaga lisan kita. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!