Islam: Penyebar Kabar Gembira Dan Peringatan

0
598

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar salah satu hal terkait agama Islam. Salah satu hal yang sangat terkenal dan sering kita dengar adalah Islam sebagai penyempurna agama lainnya. Hal ini tentu harus ditelaah dengan lebih saksama agar tidak timbul perdebatan di kalangan masyarakat. Namun, perlu diketahui bahwa Islam pada umumnya berisi tentang kabar gembira dan peringatan bagi para umat dan pemeluknya di seluruh dunia dan Islam: Penyebar Kabar Gembira Dan Peringatan

Islam: Penyebar Kabar Gembira Dan Peringatan

Sebuah perintah Al Qur’an

Dalam menjalankan hidup di bawah naungan agama Islam, seorang pemeluk Islam tentu harus tunduk dan patuh kepada ajaran agama yang salah satunya bersumber dari Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang telah terbukti orisinalitas-nya dan tidak akan berubah hingga akhir zaman.

Mengenai ajaran terkait berita gembira dan peringatan, Allah SWT dalam Al Qur’an secara tegas berfirman :

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ

“Sesungguhnya kami mengutusmu (wahai Muhammad) dengan haq sebagai pemberi kabar gembira (basyiran) dan peringatan (nadziran), dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.” [1]

Dari ayat tersebut kita bisa dengan gamblang melihat bahwa ajaran dari agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berisi tentang kabar-kabar gembira dan juga peringatan. Banyak kabar gembira yang dibawa dan tercantum dalam Al Qur’an, seperti pahala bagi orang yang sabar, pahala bagi orang yang rajin beribadah, dan lainnya. Selain itu, Al Qur’an juga berisi tentang peringatan, seperti ancaman dari mereka yang berbuat zalim, dan lainnya.

Islam dalam keseimbangan

Adanya kabar gembira dan peringatan dalam ajaran agama Islam merupakan salah satu bukti bahwa Islam adalah agama yang berada dalam keseimbangan. Perlu dicermati bahwa ada paham yang salah mengenai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Banyak dari masyarakat berpendapat bahwa dengan adanya predikat rahmatan lil ‘alamin, Islam harus menjadi pengayom bagi semuanya. Islam harus melindungi siapa saja yang berbeda karena Islam adalah rahmat. Pendapat ini tidak hanya salah namun juga berbahaya.

Penegasan Allah SWT tentang ajaran Islam yang berisi kabar gembira dan peringatan adalah salah satu bukti terkuat bahwa rahamtan lil ‘alamin bukan sebagaimana yang dimaksud di atas. Pemahaman mengenai Islam harus menjadi pengayom dan pelindung akan menyebabkan peringatan dalam agama Islam tidak begitu di indahkan dan manusia akan hidup menuruti apa yang ia kehendaki tanpa takut ancaman dari Allah SWT dengan dalih Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

Arti sebenarnya dari kabar gembira dan peringatan adalah Islam akan memberikan banyak kabar gembira dan hal baik lainnya pada hamba yang menjalankan seluruh perintah agama dengan sangat baik. Selain itu, Islam akan memberikan peringatan dan juga ancaman bagi siapa saja yang melanggar aturan agama. Dalam hal ini, jelas bahwa setiap hal akan melahirkan konsekuensi.

Agama penyempurna

Banyak dari kita mengatakan bahwa Islam, dengan ajaran mengenai kabar gembira dan peringatan adalah ajaran yang penyempurna dari ajaran sebelumnya. Dalam konteks ini, ada dua hal yang cukup penting untuk digarisbawahi. Jika Islam adalah penyempurna, maka ajaran Islam datang belakangan dan ajaran sebelumnya adalah salah atau kurang sempurna.

Namun, menurut hemat penulis, Islam ‘hanyalah’ sebuah nama. Ajaran utama dari agama ini bukan berita gembira dan peringatan, tetapi ajaran tauhid atau mengesakan Allah SWT. Sejak zaman Nabi Adam, Nabi dan Rasul yang diutus ke dunia mengajarkan tentang tauhid kepada Allah SWT, yang berarti bahwa mereka semua adalah ‘Islam’. Konsep ini membantah jika Islam lahir belakangan.

Selain itu, maksud dari penyempurna bagi ajaran lain bukan merupakan judge bahwa ajaran lain belum sempurna. Dalam hal ini, ternyata terjadi penyimpangan-penyimpangan pada ajaran sebelumnya yang membuat ajaran yang dibawa Nabi sebelumnya menjadi tidak murni. Oleh karena itu, Islam hadir dengan membawa kabar gembira dan peringatan untuk membawa umat kembali pada kemurnian ajaran tauhid.

[1] Q.S. Al Baqarah: 119

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!