(Hadits Arbain Nawawi No. 2) Pertanyaan Jibril Tentang Islam, Iman, dan Ihsan

0
1575

Hadits arbain – Sebagaimana disepakati dan seharusnya kita sebagai orang islam yang beriman yakini, bahwa hadits merupakan sumber hukum kedua dalam islam setelah Al-Quran. Karenanya, kemampuan untuk memahami hadits menjadi faktor penting dalam kehidupan beragama Islam itu sendiri.

Hadits Arbain sendiri memiliki beberapa keistimewaan. Kandungan hadits-hadits pilihan Imam Nawawi  ini memiliki tema-tema sederhana sehingga mudah dipahami, sekaligus memiliki makna mendalam dan cakupan yang luas bagi aspek kehidupan manusia. Seperti bagaimana pedoman dasar dalam beragama Islam, tatacara hablum minallah dan hablum minannas. Juga rambu-rambu adab yang seharusnya diperhatikan oleh seorang Muslim.

Tema-tema tersebut insha Allah tetap relevan sampai kapan pun. Diantaranya ialah, hadits arbain nawawi ke 2 yang mengutarakan perkara iman, islam, dan ihsan.

Malaikat Jibril yang bertanya tentang iman, islam dan ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ: ” بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم ذَاتَ يَوْمٍ، إذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ. حَتَّى جَلَسَ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم . فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ،
وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إنْ اسْتَطَعْت إلَيْهِ سَبِيلًا.
قَالَ: صَدَقْت . فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ!
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ.
قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاَللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
قَالَ: صَدَقْت. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ.
قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّك تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاك.
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ. قَالَ: مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ.
قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا؟ قَالَ: أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ. ثُمَّ انْطَلَقَ، فَلَبِثْتُ مَلِيًّا،
ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ؟.
‫‬قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.
قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : “Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?” Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu.”  Kemudian dia berkata, “Engkau benar.“ Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “Beritahukan aku tentang Iman.“ Lalu beliau bersabda, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.“ Kemudian dia berkata, “Engkau benar.“  Kemudian dia berkata lagi, “Beritahukan aku tentang ihsan.“ Lalu beliau bersabda,  “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.” Kemudian dia berkata, “Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.“ Dia berkata, “Beritahukan aku tentang tanda-tandanya. “ Beliau bersabda “Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya.“ Kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya, “Tahukah engkau siapa yang bertanya?” Aku berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.“ Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.“ (Riwayat Muslim)

Hadits arbain ini mengandung banyak sekali intisari. Jika ada yang mau menjelaskan hadits ini secara keseluruhan pasti bisa menuangkan dalam satu kitab tebal.  Beberapa yang dapat kami sampaikan secara singkat, sebagai berikut:

  • Menjelaskan akhlak Nabi yang begitu mulia. Beliau mau duduk bersama para sahabat, bukan hanya menyendiri dan melihat yang lain dari tempat tinggi.
  • Adanya rukun islam yang lima dengan keutamaan shalatnya.

Iman dan islam tidaklah sama, karena Jibril bertanaya, “Beritahukan padaku tentang islam.” Kemudian setelah itu bertanya, “ Beritahukan padaku tentang iman.” Islam untuk amalan-amalan lahiriah, seperti kata-kata lisan dan amalan-amalan anggota badan, sementara iman untuk amalan-amalan batin, seperti keyakinan dan amalan-amalan hati. Seperti firman Allah berikut:

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

  • Adanya rukun iman yang enam, keenam rukun ini akan menciptakan kekuatan memohon pada diri seseorang untuk taat dan takut kepada Allah.
  • Siapapun yang mengingkari satu di antara enam rukun ini berarti dia kafir, karena mendustakan apa yang disampaikan Rasulullah.
  • Penegasan adanya malaikat yang wajib diimani. Para malaikat bisa berubah wujud ke bentuk lain, karena Jibril mendatangi Nabi dalam bentuk seorang lelaki seperti disebutkan dalam hadits arbain ini. Malaikat adalah materi, seperti yang disampaikan Allah dalam surat Fathir: 1 “Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap.”
  • Kiamat adalah hal besar, tiada yang mengetahui kapan kiamat terjadi, kecuali Allah semata. Karena itu tanda-tandanya diberitahukan agar manusia mempersiapkan diri menghadapinya. Semoga Allah berkenan membuat sobat Cahayaislam dan seluruh mukmin mukminat siap untuk menghadapi hari akhir ini.
  • Saat tidak mengetahui sesuatu, kita perlu untuk bertanya. Seperti Jibril yang bertanya “Beritahukan padaku apa tanda-tandanya.”
  • Orang yang bertanya suatu ilmu adalah guru jika memang tahu jawabannya, dalam hadits arbain ini yang mengajari adalah Nabi tetapi karena pertanyaan yang disampaikan Jibril, Jibril dalam hal ini bertindak sebagai guru, mengapa? Seorang murid yang mengetahui suatu permasalahan kemudian menanyakan hal tersebut meski sudah tahu jawabannya karena ia merasa permasalahan tersebut penting untuk diketahui banyak orang, dan ketika pertanyaan tersebut dijawab dengan tepat di situlah murid sama seperti guru.

Kumpulan hadits arbain dan penjelasannya tidak hanya mudah dipahami namun juga mampu menjawab persoalan kehidupan pribadi maupun sosial. Dengan semakin ‘membumi’nya hadits arbain, masih diperlukan sebuah kajian yang mengupas seluk-beluk yang ada di dalamnya. Agar keistimewaan yang dikandung dapat dinikmati dengan mudah oleh berbagai kalangan, termasuk sebagian dari kita yang tak sempat berguru langsung kepada ustad atau guru ngaji.

Jangan lupa juga untuk mengintip sejenak ulasan hadits arbain nomor 1 yang telah tim Cahayaislam jelaskan dikesempatan sebelumnya (disini). Semoga artikel tentang hadits arabain nomor 2 ini dapat sedikit menjawab kebutuhan pembaca dan mengilhami berbagai hikmah dari kebaikan hadits ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!