Ini Lho Hadits-Hadits Rasulullah yang Melarang Kita Tidur Tengkurap!

0
1020

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dan proses biologi yang semua orang perlu lakukan. Kegiatan tidur merupakan hal yang penting guna membuat organ-organ tubuh kita bisa bekerja secara baik dan maksimal pada fungsi dan perannya pada tubuh kita. Namun, asal tidur saja tidak cukup, kita harus memperhatikan faidah dan tata-cara tidur yang baik menurut para pakar kesehatan.

Penelitian tentang tidur dan posisi tidur yang baik

Ada satu penelitian yang cukup menarik yang telah di publikasikan dalam kumpulan jurnal Neuroscience. Salah satunya adalah yang dibahas oleh peneliti bernama Dr. Chiara beserta para peneliti lain yang bekerja sama dalam project tersebut. Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan beberapa tikus sebagai percobaan awal. Dimana tahap awal mereka mencoba untuk mengetahui fungsi tidur dan manfaatnya.

Sebagian tikus ditempatkan pada tempat yang nyaman sedangkan sebagain ditempatkan kedalam sebuah tempat yang sudha dibuat sedemikian rupa agar tikus-tikus tersebut terpaksa harus terjaga sepanjang malam. Dalam penelitian tersebut kemudian menjelaskan bahwa tikus yang tertidur memiliki peniktaran produksi sel seperti oligodendroctytes, myelin dan sirkuit otak yang berkembang dengan baik. Lain hal dengan tikus yang terjaga. Mereka stress dan cenderung agresif.

Penelitian lanjutan yang dilakukan adalah tentang posisi tidur yang baik dan yang lebih meningkatkan fungsi tidur itu sendiri. Untuk beberapa orang, tidur dengan posisi tengkurap mungkin terlihat sangat nyaman dan nikmat. Namun sesungguhnya tidur dengan posisi seperti itu tidak baik untuk kesehatan. Dr. Chiara menjelaskan bahwa mungkin tidur tengkurap cukup efektif untuk menghilangkan ngorok karena saluran respirasi atas terbuka dengan baik. Namun efek lainnya adalah buruk karena menghambat pengembangan otot dada dan menekan diafragma dalam sistem respirator tubuh dalam melakukan perannya untuk tubuh.

Hadits Rasulullah tentang posisi tidur tengkurap

Percaya tidak percaya, Rasulullah sendiri dalam beberapa catatan hadits melarang posisi tidur dengan cara tengkurap. Hal ini dijelaskan dalam beberapa hadits riwayat Ibnu Majjah 93722 dan 3723) dengan beberapa penjabaran.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ أَصَابَنِي رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ عَلَى بَطْنِي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ ‏ “‏ مَا لَكَ وَلِهَذَا النَّوْمِ هَذِهِ نَوْمَةٌ يَكْرَهُهَا اللَّهُ أَوْ يُبْغِضُهَا اللَّهُ

Hadits pertama adalah cerita yang dituturkan oleh Qais bin Tikhfah yang menceritakan tentang ayahnya yang dulu pernah kepergok Rasulullah SAW sedang tidur tengkurap (dengan perutnya) di masjid. Kemudian Rasulullah menowel-nya dengan kakinya, sembari berkata: kenapa engkau tidur seperti ini? Sesungguhnya ini adalah cara (posisi) tidur yang dibenci oleh Allah.

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ مَرَّ بِيَ النَّبِيُّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِي فَرَكَضَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ ‏ “‏ يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ

Hadits kedua memiliki cerita yang cukup sama. Cerita ini dialami oleh Abi Dharr dimana suatu ketika Rasulullah melihatnya tidur dengan posisi tengkurap. Lalu kemudian Rasulullah mencoleknya dengan kaki beliau sembari berkata: Wahai Junaidib! Seperti inilah cara orang-orang penghuni neraka tidur.

Nah, dari hadits-hadits diatas dijelaskan secara gamblang tentang larangan posisi tidur tengkurap. Para alim ulama sepakat dengan hal ini bahwa sebaiknya kita meninggalkan jenis posisi tidur yang seperti ini. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!