Ini Kalimat yang Lebih Utama dari Dzikir Setengah Hari Penuh?!

0
1266

Kalimat yang lebih utama dari dzikir setengah hari penuh? – Islam itu mudah dan sebenarnya bila kita rajin mengkaji dan mempelajari lebih dalam tentang hadits dan sunnah Rasul, ada banyak sekali amalan-amalan baik lisan maupun perbuatan yang ringan untuk dilakukan namun memiliki pahala yang super duper hebat. Dalam artikel sebelumnya tim Cahayaislam bahkan sudah mengulas beberapa kalimat yang bila diucapkan maka akan membuat timbangan amalan baik kita di akhirat kelak menjadi lebih berat.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas hal yang serupa. Lain halnya dengan subhanallahi wabihamdih, subhanAllahil adzim dalam artikel sebelumnya. Ada satu kalimat lagi yang dijelaskan dalam salah satu riwayat hadits memiliki pahala yang lebih utama daripada berdzikir dalam durasi setengah hari penuh. Lalu seperti apa sih kalimat yang lebih utama dari dzikir setengah hari penuh itu? Simak disini deh:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي رِشْدِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ جُوَيْرِيَةَ، قَالَتْ مَرَّ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ حِينَ صَلَّى الْغَدَاةَ أَوْ بَعْدَ مَا صَلَّى الْغَدَاةَ وَهِيَ تَذْكُرُ اللَّهَ فَرَجَعَ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ – أَوْ قَالَ انْتَصَفَ – وَهِيَ كَذَلِكَ فَقَالَ ‏ “‏ لَقَدْ قُلْتُ مُنْذُ قُمْتُ عَنْكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ هِيَ أَكْثَرُ وَأَرْجَحُ – أَوْ أَوْزَنُ – مِمَّا قُلْتِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Cerita Juwairiyah yang berdzikir kepada Allah

Dalam riwayat hadits diatas, diceritakan bahwa salah satu istri Rasulullah Yakni Juwairiyah sedang melaksanakan shalat dipagi hari ketika Rasulullah keluar dari rumah. Dalam artikel kami sebelumnya tentang istri Rasulullah yang bernama Juwairiyah, kami telah mengulas betapa hebatnya sosok beliau dan hikmah pernikahan beliau dengan Rasulullah. Dengan cerita-cerita tentang hebatnya sosok istri Rasulullah yang bernama Juwairiyah ini, sudah pastilah kita tidak perlu bertanya seberapa baik ibadah beliau.

Dalam shalat dipagi hari Juwairiyah, kekhusyukan sudah merebak dalam setiap detik dan gerakan tuma’ninah beliau. Setelah shalat usai, istri Rasulullah Juwairiyah tidak berhenti. Beliau melanjutkan berdzikir mengingat Allah terus menerus hingga matahari mulai naik dan cuaca mulai menyengat di ubun-ubun.

Ketika matahari sudah meninggi (siang hari), kembalilah Rasulullah kerumah Juwairiyah dan beliau masih menemukan istrinya tersebut berdzikir mengingat Allah dari sebelum Rasulullah meninggalkan Rumah sampai kembali lagi kerumah disiang hari. Rasulullah terenyuh dengan amalan Juwairiyah tersebut dan mendatangi istrinya yang sedang melantunkan dzikir kepada Allah itu. Kemudian Rasulullah bersabda “Wahai istriku, aku telah mengucapkan 4 kata ini sebanyak 3 kali dan itu lebih utama dan lebih berat pahalanya dari apa yang engkau ucapkan dari sebelum aku pergi tadi”

Rasulullah kemudian mengajarkan sebuah kalimat yang berbunyi SubhanAllahu adada Khalkihi, SubhanAllahu ridho Nafsihi, SubhanAllahu zinata ‘arsyihi, SubhanAllahu midaada kalimaatihi.

سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Hikmah dan nasihat tentang kalimat ini

Dengan hadits diatas kita seharusnya bisa memetik hikmah untuk memperbanyak amalan baik kita kepada Allah. Artikel ini kami buat bukan bermaksud untuk membuat sobat Cahayaislam meninggalkan rutinitas dzikir yang sudah sobat biasa lakukan sepanjang hari dan menggantinya dengan ini. Daripada berkata “Wah, ucapkan kalimat ini aja 3 kali, maka kita sudah seperti berdzikir kepada Allah sepanjang hari!” lebih baik kita berkata “Wah, hanya dibaca 3 kali saja kita bisa mendapatkan pahala sebesar itu! Bagaimana kalau kita ucapkan 1000 kali dalam sehari ya!” – Nah, mari kita praktikkan Kalimat yang lebih utama dari dzikir setengah hari penuh ini semaksimal mungkin dan menjadi lebih dekat sedekat-dekatnya dengan Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!