Puasa adalah salah satu dari Rukum Islam yang wajib dilaksanakan oleh Umat Islam yang sudah baligh dimanapun dia berada. Di Eropa misalnya saat Bulan Ramadhan tiba biasanya jatuh ketka musim panas, jadi matahari terbit lebih lama bahkan bisa hampir 20 jam waktu puasanya. Meski begitu Umat Islam yang tinggal di Eropa tetap wajib berpuasa. Sebaliknya di Australia, Bulan Ramadhan jatuh saat musim dingin. Fajar datang sekitar pukul lima pagi dan terbenam pukul 5 sore, lebih singkat dari Indonesia apalagi Eropa. Bagaimanapun keadaannya sebagai umat islam kita harus dapat menjaga puasa kita dengan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Hal ini kita lakukan agar puasa kita diterima oleh Allah SWT dan mendapat pahala dariNya.

Lalu apa saja hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita. Berikut tim cahayaislam menguraikannya untuk sobat..

Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa yang Pertama yaitu Makan dan minum dengan sengaja tanpa ada udzur

Hakikat dari puasa adalah untuk menahan lapar dan haus dari fajar sampai terbenamnya matahari. Jika pada tengah hari kemudian kita makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur seperti sakit yang cukup parah, atau karena haid maka hukumnya batal. Membatalkan puasa ramadhan dengan sengaja akan ada konsekuensi yang berat yang harus ditanggung.

Namun jika kita makan dan minum dengan sengaja dikarenakan kita lupa, maka hal demikian tidaklah membatalkan puasa kita. Namun, begitu ingat kalau kita sedang puasa maka aktivitas makan dan minum haruslah segera dihentikan. Seperti sabda Nabi

إِذَا نَسِىَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

“Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.

Sedangkan bila kita menggunakan obat-obatan seperti obat tetes mata, atau obat yang disuntik, inhaller maka itu tidak membatalkan puasa, selagi obat-obatan itu bukanlah pengganti makanan atau minuman seperti halnya infus.

Sengaja Untuk Muntah

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa selanjutnya adalah menyengaja untuk muntah. Hal ini bisa dilakukan bila kita memasukkan tangan kita kedalam tenggorokan sehingga isi dalam perut kita akan keluar. Namun, jika kita muntah karena tidak disengaja, maka demikian itu tidaklah membatalkan puasa kita.

Keluar Darah Haid atau Terjadi Nifas Sewaktu Puasa

Point ketiga adalah khusus hal-hal yang membatalkan puasa bagi wanita, yaitu datangnya tamu bulanan yang mau tidak mau memang harus diterima sebagai salah satu ketetapan yang diberikan oleh Allah untuk wanita. Haid. Menurut ilmu kedokteran siklusnya adalah 28-30 hari sekali. Bila haid datang saat sedang berpuasa maka seorang wanita boleh membatalkan puasa dan ini tidak dosa. Lalu bagaimana dengan pahalanya? Karena wanita tidak boleh berpuasa saat haid, otomatis pahala yang diterima akan sangat sedikit karena selain tidak puasa, wanita haid juga tidak sholat serta membaca Al qur’an. Untuk itu, perbanyaklah berdzikir dan beramal sholih untuk dapat mencari pahala dari Allah. Berbeda halnya dengan sholat, puasa wajib diganti diluar Bulan Ramadhan. Khusus untuk ibu yang melahirkan, hukum keluarnya darah nifas sama dengan darah haid. Dan jika makan dan minum dengan sengaja maka tidak berdosa.

Melakukan Hubungan Suami Istri Di Waktu Puasa

Terakhir, ini adalah hal yang dapat membatalkan puasa bagi suami istri adalah melakukan hubungan suami istri di waktu puasa. Waktu yang dimaksud disini adalah ketika fajar sampai maghrib. Ini menjadi tugas dari masing-masing keduanya (baik suami maupun istri) untuk saling mengingatkan agar jangan sampai melakukannya di siang hari. Namun, jika akhirnya terjadi tidak lantas boleh makan dan minum. Meskipun puasanya batal hendaklah tetap melanjutkan puasa hingga waktu berbuka.

Ada kafaroh yang harus dilaksanakan bila suami istri melakukan hubungan di siang hari yaitu memerdekakan seorang budak, bila tidak mampu maka harus memberi makan 60 orang miskin, dan bila tidak mampu lagi maka harus berpuasa selama dua bulan tanpa putus. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ قَالَ مَا لَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ وَ فِيْ رِوَايَةٍ أَصَبْتُ أَهْلِيْ فِيْ رَمَضَانَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا فَقَالَ فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ- وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ- قَالَ أَيْنَ السَّائِلُ فَقَالَ أَنَا قَالَ خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ عَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا -يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ -أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab,”Ttidak.” Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab,”Saya orangnya.” Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata: “Berilah makan keluargamu!”

Demikian hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita. Sedang ghibah, mencuri, dan perbuatan buruk lainnya tidaklah membatalkan puasa namun puasa kita tidak akan mendapat pahala. Sobat cahayaislam, waktu kita didunia ini tidaklah banyak untuk itu manfaatkan waktu dan umur yang diberikan oleh Allah dengan menabung amal yang sebanyak-banyaknya, utamanya di Bulan Ramadhan ini. Bulan yang hanya datang satu tahun sekali ini oleh Allah dijadikan bulan yang sangat sayang bila terlewati tanpa kita beribadah padaNya dan memohon ampun. Tetap semangat menjalankan puasa ya sobat cahayaislam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!