HATI-HATI! Perilaku Jual Beli ini Bisa Bikin Allah Tidak Sudi Melihat Anda!

0
610

Sobat cahayaislam adalah pedagang yang ingin dagangannya cepat laku? hati-hati ya! gunakan cara yang jujur dan jangan memanipulasi apapun. Karena bisa-bisa anda menjadi orang yang Allah saja tidak sudi untuk melihat dan berbicara kepada anda kelak di akhirat.

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِالطَّرِيقِ يَمْنَعُ مِنْهُ ابْنَ السَّبِيلِ، وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لاَ يُبَايِعُهُ إِلاَّ لِدُنْيَاهُ، إِنْ أَعْطَاهُ مَا يُرِيدُ وَفَى لَهُ، وَإِلاَّ لَمْ يَفِ لَهُ، وَرَجُلٌ يُبَايِعُ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَحَلَفَ بِاللَّهِ لَقَدْ أُعْطِيَ بِهَا كَذَا وَكَذَا فَصَدَّقَهُ، فَأَخَذَهَا، وَلَمْ يُعْطَ بِهَا

Rasulullah bersabda: Akan ada tiga golongan orang yang mana di hari kiamat, Allah tidak akan berbicara dan mensucikan orang-orang tersebut. Serta siksaan yang pedih telah menunggunya. Mereka adalah (1) orang yang memiliki kelebihan banyak air, melebihi yang dia butuhkan. Namun dia menahannya dari dibagikan kepada para musyafir. (2) Orang yang bersumpah janji (baiat) kepada imam dan hanya patuh kerena keuntungan dunia semata. Bila dia tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, maka dia tidak memenuhi sumpah janjinya. (3) Seseorang yang menjual suatu barang setelah sholat Ashr dan bersumpah demi Allah bahwa seseorang telah menawar dengan harga yang lebih banyak agar laku dan pembeli mau membelinya dengan harga tersebut.

Melakukan transaksi jual beli dengan berbohong atas harga yang ditawarkan

Bila sobat cahayaislam sering ke pasar tradisional di daerah anda. Maka tak ayal pasti beberapa kali menemukan pedagang yang berkata begini saat tawar menawar “tadi ada yang nawar segitu aja tidak saya kasih lho mas/mbak!” – Nah, itu bentuk praktik dari hal yang dimaksudkan dalam hadits tersebut.

Kecuali bila memang benar ada orang yang menawarnya dengan harga demikian. Maka itu sah-sah saja. Namun bila tidak, Hal ini merupakan praktik jual beli yang buruk karena berkata dusta. Katakan sejujurnya tentang harga barang yang akan anda jual. Jangan membohongi pembeli hanya agar menang dalam proses tawar menawar.

Berbohong secara umum agar barang cepat laku juga termasuk di dalamnya

Banyak alim ulama menuturkan lebih lanjut perihal hadits Bukhari 7212 diatas bahwasanya hal tersebut berlaku pula untuk perilaku dusta atau berbohong secara umum dalam proses transaksi jual beli suatu barang. Dalam hadits tersebut ada kalimat ‘berdagang setelah sholat Ashr’ yang dalam situasi zaman dahulu merupakan waktu yang kurang baik untuk berjualan dibanding waktu-waktu lainnya seperti pagi atau siang hari (beda dengan zaman sekarang). Nah, dengan berjualan pada waktu yang tidak kondusif tersebut, banyak pedagang yang cenderung memanipulasi agar barang dagangannya cepat laku dengan berdusta.

Jadi intinya banyak para alim ulama mengatakan bahwa hadits tersebut berlaku juga untuk mereka para pedagang yang menyiasati agar barang dagangannya cepat laku dengan berbohong. Seperti misalnya menutup-nutupi keburukan yang ada pada barang tersebut, mengatakan bahwa ada potongan harga untuk pembelian barang tersebut namun sebelumnya dia menaikkan harga jualnya terlebih dahulu dan masih banyak lagi praktik-praktik semacam ini.

Hal ini juga berkaitan dengan hadits lain yang diriwayatkan dalam Muslim 106 di catatan keimanan dimana disitu dijelaskan pula bahwa Allah tidak akan berbicara pada orang yang berdusta dan bersumpah agar barang dagangannya laku.

وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلاَّدٍ الْبَاهِلِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، – وَهُوَ الْقَطَّانُ – حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الأَعْمَشُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُسْهِرٍ، عَنْ خَرَشَةَ بْنِ الْحُرِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏“‏ ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَنَّانُ الَّذِي لاَ يُعْطِي شَيْئًا إِلاَّ مَنَّهُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْفَاجِرِ وَالْمُسْبِلُ إِزَارَهُ

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!