Hati-Hati! Jangan Mengolok-olok Syariat Islam (Meskipun Bercanda)

0
710

Syariat islam – Dalam kehidupan bersosial, tak jarang atau sering kita dengar dari teman-teman kita saat nongkrong. Statement-statement yang mengarah kepada ejekan terhadap ajaran-ajaran islam. Misalnya seorang teman nyeletuk kepada teman perempuan yang memakai kerudung syar’i dengan ucapan “wah pedagang kain datang nih” (karena kerudungnya lebar). Atau misalnya ada teman yang mengejek kepada temannya yang menggunakan celana diatas mata kaki dengan sebutan “kebanjiran” dan lain sebagainya.

Mungkin beberapa orang yang mengatakan itu dengan maksud bercanda saja. Namun, hati-hati lho sobat Cahayaislam! Ada hal serius yang berbahaya bagi anda kalau tidak bisa membiasakan diri untuk tidak mencemooh, khususnya hal-hal yang bersifat syariat islam.

Orang islam yang beriman tahu bahwa diam itu lebih baik daripada berbicara namun mendatangkan mudharat

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Dalam Hadits Bukhari 6475 diatas dijelaskan dengan rinci bahwa barang siapa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia akan melakukan beberapa hal. Yakni: Berbicara baik atau lebih baik diam, tidak menyakiti tetangga dan menghormati tamu.

Ada tiga hal yang diajarkan oleh Rasulullah sebagai tanda atau syarat layaknya seseorang untuk berhak mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir. Salah satunya yang berhubungan dengan bahasan tim Cahayaislam hari ini adalah berkata atau berbicara baik. Esensinya adalah membiasakan berbicara baik, pahit madu agar segala hal yang kita ucapkan ini tidak menyakiti seseorang ataupun menyebarkan fitnah. Bila dirasa kita tidak bisa membiasakan kebiasaan itu, maka Rasulullah juga memberikan solusi lain yakni dengan DIAM.

Secara umum, hal ini berlaku untuk hal apapun dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi pada hal-hal yang berkaitan dengan syariat islam. Ketika kita tidak bisa nge-rem perkataan kita yang menjurus pada hinaan atau cemooh atas satu syariat islam. Maka lebih baik kita diam.

Mengolok-olok syariat islam adalah bentuk Kekufuran

Hal berbahaya yang oleh tim Cahayaislam maksud disini adalah label “kufur” yang disematkan oleh Rasulullah kepada orang-orang yang mengolok-olok ajaran islam. Hal ini termaktub jelas dalam Al Quran surat At Taubah ayat 65 sampai 66:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Dan bila engkau tanyakan pada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), pastilah mereka akan manjawab, “Sungguh kami hanyalah bersenda gurau dan bercanda saja”. Katakanlah Muhammad: “Apakah pada Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu bersenda-gurau?” Tak perlulah engkau meminta maaf, karena engkau kafir setelah beriman. Bila Kami memberi maaf segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang pendosa.

Dari ayat diatas dijelaskan dengan gamblang bahwa Allah sendiri memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk berkata “apakah pada Allah, Ayat-ayatnya serta Rasulnya engkau selalu bercanda (mencemooh)?” Allah juga berfirman bahwa mereka tidak perlu meminta maaf atas hal itu karena pada dasarnya mereka telah Kafir.

Oleh karena itu sobat Cahayaislam, Marilah kita lebih berhati-hati dalam ucapan terlebih yang menyangkut ajaran syariat islam. Salah-salah tanpa sadar kita sudah menjadi orang yang kufur dimata Allah. Semoga menjadi manfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!