Hadits Arbain Nawawi No. 42: Tentang Allah yang Maha Pemaaf

0
1194

Hadits Arbain Nawawi – Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah dengan kodrat sebagai ciptaannya yang dipenuhi dengan kesalahan. Manusia adalah ciptaanNya yang rapuh dan sering dengan mudah tenggelam dalam danau dosa yang melemahkan hati dan iman mereka. Sadar atau tidak, entah sudah berapa ribu atau jutaan kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan baik dengan sengaja atau tidak. Mari kita renungkan, sudah sedekat apa kehidupan kita dengan Allah? Sudah berapa sering kita mengabaikan perintah Allah dan acuh kepadaNya? Sudah berapa kali kita membohongi diri sendiri dengan melakukan dosa yang kita tahu seharusnya tidak kita lakukan?

Walaupun begitu, kita harus bersyukur dan memanjatkan pujian kepada Allah. Tidak lain dan tidak bukan karena Allah merupakan dzat yang maha memaafkan segala dosa yang kita lakukan. Dalam Hadits Arbain Nawawi yang terakhir, yakni nomor 42 yang tulis kembali dari Tirmidzi 3540. Menjelaskan tentang betapa hebatnya sifat pemaaf Allah.

Allah akan memaafkanmu ketika engkau bertaubat dan meminta ampun

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: “يَا ابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ مَا دَعَوْتنِي وَرَجَوْتنِي غَفَرْتُ لَك عَلَى مَا كَانَ مِنْك وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ! لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُك عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتنِي غَفَرْتُ لَك، يَا ابْنَ آدَمَ! إنَّك لَوْ أتَيْتنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُك بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: Allah yang maha agung telah berfirma: Wahai anak adam, aku tidak akan menolak, selama engkau mau memohon dan meminta kepadaku untuk memaafkanmu atas perbuatan buruk yang telah engkau lakukan. Wahai anak adam, bahkan bila dosamu mencapai langit dan engkau memohon padaku untuk mengampunimu, maka Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, bahkan bila engkau datang kepadaku dengan membawa dosa sebesar bumi, dan menganggapKu tuhanmu (beriman dan meminta pengampunan), aku akan membawakan pula untukmu pengampunan sebesar itu.

Hadits arbain nawawi nomor 42 tersebut menjelaskan dengan gamblang bahwa sungguh kita sebagai orang iman dan bertaqwa kepada Allah tidak boleh putus asa dari ampunan Allah dan Rahmat Allah. Kita tidak boleh merasa hina dan takut bahwa dosa yang kita perbuat terlalu besar untuk dimaafkan olehNya. Ketahuilah Allah itu maha luas pengampunanNya.

Jangan taubat Cabai dan bercanda dengan pengampunan Allah

Catatan lain dari penjelasan hadits Arbain Nawawi diatas adalah walaupun kita tahu benar bahwa Allah itu adalah dzat yang maha luar biasa pengampunanNya, kita tidak boleh meremehkan atau bercanda dengan hal itu. Jangan sampai ada pemikiran “Ah, Allah kan maha pengampun… berbuat dosa gak masalah lah, nanti tinggal bertaubat lagi”

Kalimat (إِنَّكَ مَا دَعَوْتنِي وَرَجَوْتنِي) dalam hadits diatas memiliki makna yang terkhusus pada permohonan dan permintaan yang tulus. Ketika kita bertaubat, kita harus sadar betul bahwa kita telah melakukan hal yang salah. Kita harus merasa berdosa dan memiliki i’tikad untuk menjauhi perbuatan dosa tersebut agar tidak terulang kembali. Bukan hanya sekedar meminta maaf tanpa dilandasi ketulusan.

Bayangkan saja, jika ada orang yang menabrak anda dari belakang. Anda terjatuh dengan bersimbah darah. Kemudian pelaku penabrakan tersebut mendatangi anda kemudian berkata “Maaf ya” dengan ekspresi datar tanpa ada rasa penyesalan terpancar dari wajahnya. Apakah anda akan bisa menerimanya begitu saja? Tentu saja tidak.

Nah, sobat Cahayaislam yang diridhoi Allah. Semoga dengan artikel ini, kita bisa lebih banyak introspeksi diri atas banyak dosa yang telah kita lakukan. Kemudian bertaubat dengan berusaha sekuat tenaga menjadi insan-insan yang lebih baik lagi. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!