Hadits Arbain Nawawi 16: Jangan Marah Brothers and Sisters!

0
545

Sobat cahayaislam pernah melihat bagaimana tampilan wajah anda disaat sedang dalam keadaan marah? Atau kalau tidak coba sobat lihat bagaimana raut wajah seseorang sedang dikendalikan oleh emosi dan amarahnya? – Anda mungkin akan melihat muka memerah, urat-urat tubuh yang muncul dan hela nafas memburu yang tidak beraturan. Tentu bukan sebuah tampang yang menyenangkan dan buruk adanya.

Manusia adalah manusia yang memiliki emosi dimana Allah menciptakan kita sebagai makhluk sempurna dengan cipta, rasa dan karsa. Namun, hanya karena kita adalah makhluk yang bisa marah, tentu bukan berarti kita harus selalu marah bila sesuatu yang tidak menyenangkan untuk kita terjadi. Alangkah lebih baik bila kita bisa bersabar dan menahan amaran, karena hal itu dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Anjuran tersebut tertera pada satu hadits arbain nawawi nomor 16 dibawah:

دَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ ـ هُوَ ابْنُ عَيَّاشٍ ـ عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَجُلاً، قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِي‏.‏ قَالَ ‏”‏ لاَ تَغْضَبْ ‏”‏‏.‏ فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ ‏”‏ لاَ تَغْضَبْ

Seseorang berkata kepada Rasulullah ﷺ : Nasihatilah aku! – Mendengar hal itu kemudian Rasulullah menasihatinya dengan mengatakan “janganlah engkau marah”. Lelaki itu kemudian berkata kata-kata sama beberapa kali kepada Rasulullah. Namun jawabannya tetap sama, yakni menyuruh orang tersebut untuk tidak marah dan bisa menahan amarahnya.

Orang yang bisa menahan amarah adalah sejatinya orang yang kuat

Beberapa alim ulama memaparkan dalam hadits arbain nawawi 16 diatas dijelaskan bahwa Rasulullah kebetulan dimintai orang yang memang notabene mudah marah. Akhirnya Rasulullah dengan secara spesial memberikan nasihat kepadanya untuk menahan amarahnya. Walau begitu, hal ini diyakini merupakan sebuah anjuran yang universal dan berlaku untuk kita semua orang islam yang beriman dan beramal shalih.

Bahkan dalam hadits lain riwayat Bukhari 6114, Rasulullah menjelaskan sejatinya orang kuat bukan dilihat dari besar dan kekar badan orang tersebut. Melainkan dari kemampuannya dalam menahan amarah yang dimilikinya ketika melanda.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Marah tidak ada gunanya! hanya mengarahkan kepada kerusakan

Ungkapan marah tidak mengatasi apapun itu memang benar adanya. Malah menurut para alim ulama, dengan marah dan tidak menahan emosi diri seseorang akan diarahkan pada kerusakan. Karena pada dasarnya saat marah merupakan satu waktu favorit syetan untuk menjerumuskan manusia pada dosa. Sering kita dengar kabar seseorang khilaf dengan tanpa sengaja menghabisi teman atau kerabatnya karena marah. Banyak kita dengar diluar sana ada banyak rumah tangga hancur karena anggota keluarganya tidak bisa menahan emosi. Dan masih banyak lagi kejadian yang seharusnya bisa memberikan kita peringatan tentang pentingnya menjaga amarah.

Nah, semoga dengan secercah artikel pendek ini, kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang akan diberikan kemudahan dalam menahan amarah dan diberikan rasa sabar oleh Allah. Amiin. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!