Ekonomi Islam Modern, Solusi Terbaik Terkait Sistem Ekonomi Dunia

0
154

Islam merupakan agama rahmatan lil alamin yang datang untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Islam tidak hanya mengatur bagaimana manusia beribadah kepada Allah SWT saja namun juga mengajarkan bagaimana untuk hidup yang baik. Salah satu yang diatur didalam islam adalah masalah ekonomi. Masalah ekonomi didalam islam sendiri sering kita katakan sebagai ekonomi islam. Ekonomi islam itu sendiri pada dasarnya belum terlalu populer namun dengan perkembangan zaman, Ekonomi Islam Modern, Solusi Terbaik Terkait Sistem Ekonomi Dunia saat ini.

Ekonomi Islam Modern, Solusi Terbaik Terkait Sistem Ekonomi Dunia

Bagaimana islam berbicara tentang ekonomi?

Mungkin sobat cahaya islam pernah berfikir bagaimana islam dikaitkan dengan masalah ekonomi. Namun, anda tidak perlu ragu akan sistem yang diajarkan islam tentang ekonomi dimana tujuan dari sistem yang diajarkan islam akan memberikan manfaat kepada umat manusia tidak hanya kepada muslim saja. Hal itu bisa kita lihat pada zaman keemasan islam dimana pada saat itu islam telah mencatat banyak tokoh ekonom muslim seperti Al-Farabi, Abu Yusuf, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, dan lain sebagainya. Ekonomi islam modern lahir karena mengikuti zaman yang ada sehingga ajaran islam bukanlah sesuatu yang ketinggalan zaman atau basi untuk dipelajari.

Kajian Ekonomis Islam ini cukup menarik dan sangat bisa menjadi solusi terbaik untuk memperbaiki sistem ekonomi pada abad millennial seperti sekarang ini. Sistem ekonomi sekarang ini kebanyakan hanya menguntungkan satu pihak saja sehingga tidak heran jika ada kata yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Hal itu merupakan salah satu tanda betapa bobroknya sistem ekonomi yang dibungkus dalam sistem kapitalisme. Hadirnya ekonomi islam modern tentu menjadi solusi yang akan menguntungkan bagi pihak pengembang ataupun pihak yang berada dibawahnya.

Perkembangan ekonomi islam modern

Seperti halnya kajian lainnya, ekonomi islam modern tidak langsung datang serta merta akan tetapi ia datang secara bertahap. Tahap pertama dimulai ketika ulama yang tidak memiliki pendidikan formal dalam ilmu ekonomi namun mereka sudah ahli dalam hal ini. Pada saat itu, mereka menuntaskan persoalan yang berhubungan dengan bunga-bunga dimana bunga bank itu haram dan umat islam harus meninggalkannya. Masa ini dimulai kira-kira di pertengahan dekade 1930-an hingga akhir dekade 1950-an. Pada tahapan ini belum sempurna sehingga dilanjut ke tahapan kedua yaitu pada akhir 1960-an dimana pada masa ini ilmuan muslim sudah dididik dan dilatih diperguruan terkenal Amerika Serikat dan Eropa.

Pada tahap kedua ini, lahirlah beberapa ilmuan-ilmuan islam tentang Ekonomi Islam terbaru seperti Dr. M. Umer Chapra, Dr. M. A. Mannan, dan lain-lain yang dikenal sebagai bapak ekonomi islam. Pada tahap kedua ini sendiri ilmuan islam mencoba untuk mengintegrasikan sistem ekonomi dunia dengan ekonomi islam dengan kata lain ekonomi islam modern ini mulai lahir pada dasawarsa 1960-an. Sedangkan pada tahapan ketiga dan ke-empat sendiri lebih menekankan pada langkah-langkah yang lebih konkret dimana mereka mencoba untuk mensinergikan antara usaha intelektual dan material ekonomi, banker, dan para hartawan untuk kepedulian terhadap sesama manusia. Dengan pendekatan yang seperti ini, ekonomi akan seimbang dan tidak ada lagi penghalang antara si miskin dan si kaya.

Manfaat ekonomi islam modern untuk kehidupan sehari-hari

Dengan melihat berbagai perkembangan yang ada pada ekonomi islam modern maka islam akan menjadi solusi perekonomian dunia. Salah satu yang kentara dari perekonomian dunia adalah sistem bunga pada bank. Sistem bunga ini akan memberikan tekanan kepada peminjam dimana mereka tidak hanya mengembalikan uang yang mereka pinjam namun juga bunga. Bunga ini jika menumpuk bisa mencapai jumlah uang yang dipinjam. Dengan kata lain, si pemberi pinjaman ini akan mendapatkan uang kembalian yang cukup banyak. Didalam islam sendiri hal itu dilarang seperti yang ada pada beberapa ayat al Qur’an pada QS. Al-Baqarah 275 :

لَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

QS. Ali Imran 130 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Oleh karena itu, marilah sobat cahaya islam untuk memulai mengaplikasikan ke sistem syariah karena didalamnya mendapat banyak keuntungan selain 0% bunga.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!