Demi Hidup Pungutan Liarpun Dilakukan

0
184

Kehidupan yang semakin keras karena kebutuhan hidup yang semakin banyak dan harga kebutuhan hidup yang terus melambung tinggi membuat manusia harus berfikir keras dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagi sebagian orang, hal itu bukanlah hal yang mudah terlebih jika tak memliki pekerjaan yang tetap. Terutama bagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar dan tak memiliki keahlian atau keterampilan khusus yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan. Himpitan ekonomi yang semakin memusingkan tak jarang membuat orang berpikir demi hidup pungutan liarpun dilakukan yang menjadi faktor terjadinya kejahatan dan disertai dengan tipisnya benteng iman yang dimilikinya sehingga membuatnya berfikir pendek untuk melakukan tindak kejahatan.

Sahabat cahaya Islam, seperti umumnya yang kita saksikan di sinetron-sinetron yang menampilkan sosok-sosok preman yang melakukan kejahatan yaitu menjadi preman yang menindas kaum yang lemah, seperti itulah fenomena hidup yang sedang kita hadapi zaman sekarang. Banyak preman yang bertindak dzalim kepada orang yang lemah dan tujuan mereka adalah melakukan pungutan liar demi mendapatkan uang. Mereka menggunakan kekuatan fisik untuk menindas yang lemah demi mendapatkan uang. Ketika dunia menjadi tujuan maka apapun mampu dilakukan walau melempaui batas dan mendzalimi orang lain.

Hal tersebut adalah salah satu dosa besar yang sangat dilaknat oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Melakukan pungutan liar merupakan tindakan dzalim terhadap orang lain.

Allah berfirman,

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih” (QS. Asy Syura: 42).

Tidak hanya sosok preman yang sering melakukan pungutan liar bahkan orang-orang yang telah memiliki pekerjaan pun sering melakukan pungutan liar, mereka meminta pungutan liar dengan menggunakan kuasa (pekerjaan) mereka dengan iming-iming untuk membantu urusan tersebut lebih mudah, padahal hal tersebut seharusnya tak perlu dilakukan karena itu sudah merupakan tugas pekerjaan mereka. Akan sangat baik jika mereka menolong orang lain tanpa meminta imbalan apa-apa karena akan bernilai ibadah bagi mereka.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allâh, sungguh, Allâh sangat berat siksa-Nya.” [al-Mâidah/5:2]

Pungutan liar yang dilakukan oleh orang-orang yang menganggap dirinya berkuasa ataupun orang-orang yang menganggap dirinya pantas meminta uang kepada orang lain atas apa yang mereka lakukan padahal mereka sama sekali tidak melakukan apa-apa adalah hal yang sangat meresakan bagi yang lain, misal tukang parkir. Tukang parkir semakin merajalela bahkan di tempat-tempat yang tidak memerlukan tukang parkir sama sekali tetapi mereka melakukannya yang sama sekali tidak bekerja, hanya bermodal peluit, kemudian meminta uang. Tidak semua tukang parkir berperilaku seperti itu, tapi hampir semua orang pernah menemukan orang-orang yang berkedok tukang parkir demi mendapatkan uang semata. Setiap apa yang dilakukan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“. (QS. Al Zalzalah: 7-8 )

Sahabat cahaya Islam, pungutan liar dapat terjadi dimana saja bahkan telah menjadi rahasia umum banyak oknum-oknum yang menggunakan kuasanya untuk melakukan pungutan liar. Sungguh Allah melaknat perbuatan tersebut dan merupakan dosa besar karena telah mendzalimi orang lain. semoga kita terhindar dari hal-hal yang menjerumuskan kita ke lembah dosa. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!