Ciri Seorang Anak Yang Beruntung Menurut Islam

0
531

Anak dalam keluarga merupakan sosok yang sangat penting yang tidak jarang menjadi bumbu penyedap yang membuat keluarga tersebut menjadi bahagia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Ayah yang lelah bekerja akan hilang lelahnya ketika ia melihat anaknya tumbuh dengan sehat, begitu pula si ibu. Namun, penting kiranya kita membahas terkait anak yang beruntung menurut Islam agar kita, sebagai orang tua, bisa mawas diri dalam mengasuh anak kita. Lalu bagaimana Ciri Seorang Anak Yang Beruntung Menurut Islam?

Ciri Seorang Anak Yang Beruntung Menurut Islam

Islam adalah agama yang mengatur segenap perilaku manusia, termasuk salah satunya adalah memperlakukan anak dalam sebuah keluarga. Sosok orang tua harus menjadi pelindung dan sebab si anak menjadi sosok yang beruntung. Dalam buku Menjadi Muslim Super Dad yang dikarang oleh Dr Bunyanul Atifin, ada setidaknya enam peran dari orang tua yang akan berpengaruh bagi anak terkait keberuntungannya. Sikap orang tua tersebut adalah sahabat anak, tempat bermain, pendidik, pelindung, tulang punggung dan pemimpin.

Lantas, bagaimana Islam mengatur tentang anak yang beruntung tadi? Berikut penjelasannya.

Kehadirannya dinantikan

Ciri anak yang beruntung menurut Islam yang perlu diketahui adalah kehadirannya yang dinantikan oleh kedua orang tuanya. Maksud dari hal ini adalah anak yang lahir dari buah cinta orang tua yang saling mencintai satu sama lain dan bersatu dalam hubungan cinta yang halal. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al qur’an :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” [1]

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” [2]

Selain itu, ia juga disambut dengan adzan serta iqamah dan kepadanya diberikan nama yang baik dari orang tuanya. Dengan penuh kasih sayang, ibu dari anak tersebut menyusuinya hingga usia dua tahun.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. [3] dan orang tuanya sangat mencintainya.

Dalam pertumbuhannya, orang tua memberikan makanan yang baik lagi halal yang membuatnya tumbuh sehat dan kuat.

كُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. [4]

Beberapa bukti kajian islam di atas adalah tanpa bahwa sosok anak tersebut memang sangat dinantikan oleh orang tuanya.

Pencapaian anak dibanggakan

Dalam masa pertumbuhannya, anak perlahan akan memahami banyak hal hingga ia mencapai pertumbuhan yang optimal. Salah satu ciri dari anak yang memang menjadi biang kebahagiaan orang tua adalah pencapaian dari anak tersebut dibanggakan.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [5]

Meskipun anak tersebut masih berusia belia, orang tuanya tetap mengapresiasi dan berusaha memberikan waktu terbaik bagi anaknya walaupun sibuk. Salah satu contoh kecil adalah tetap mengambil rapor anak ketika kenaikan kelas meskipun kita sedang sibuk. Inilah ciri kedua dari anak yang beruntung menurut Islam.

Pengabdian anak mengagumkan

Salah satu tugas anak memang berbakti pada orang tua, terlebih ketika ayah atau ibu mereka sudah lanjut usia.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [6]

Berbakti pada orang tua adalah salah satu contoh yang hakiki mengenai keberadaan anak dalam keluarga. Orang tua tidak hanya beruntung memiliki anak yang berbakti tetapi anak juga beruntung karena berbakti pada orang tua adalah salah satu perintah agama yang akan membawanya memiliki kehidupan yang lebih baik dan berkah. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW, yang berbunyi “Merugi-lah seorang jika bersama orang tua di usia senja, namun tidak mengantarnya ke surga” (HR. Muslim). Ini adalah salah satu ciri anak yang beruntung menurut Islam.

Dari beberapa poin di atas, kita dapat melihat beberapa anak yang beruntung menurut kajian Islam yang penting untuk kita perhatikan. Menjadi sosok anak yang beruntung merupakan sebuah anugerah yang tidak ternilai dari Allah SWT. Hal ini dikarenakan adanya jaminan kehidupan yang baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan beberapa ciri anak yang beruntung menurut kajian Islam yang sudah dibahas sebelumnya, kita akan lebih bisa mawas diri untuk bersikap, baik sebagai anak ataupun sebagai orang tua. Tentu, perlu pembelajaran yang berlanjut untuk mendapatkan hal yang terbaik.

[1] QS. al bayyinah ayat 7

[2] QS. al bayyinah ayat 8

[3] QS. Al bakoroh ayat 223

[4] QS. An-nahl ayat 114

[5] QS. As-Saffat ayat 102

[6] QS. Al-isra’ 23

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!