Cerita Sahabat Rasul, Sa’ad Bin Abi Waqqash Sang Pioner Pemeluk Islam

0
1375

Assalamu’alaikum sobat Cahayaislam semua, bertemu lagi kita pada hari ini, semoga sobat semua selalu dalam lindungan Allah SWT ya, amin yaa robbal alami. Dalam cerita Islami kali ini, kita akan membicarakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash. Dia adalah salah satu sahabat yang paling pertama memeluk Islam setelah beberapa sahabat saja yang mendahuluinya. Setelah memeluk Islam setelah Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib dan Zaib bin Haritsahradhiallahu ‘anhu, dia menjadi seorang tokoh utama dalam Islam. Bahkan pria Quraisy yang mengucap syahadat di usia 27 tahun ini termasuk 10 orang yang diberi kabar gembira sebagai penghuni surga. Lebih lengkapnya simak bersama yuk sobat.

Masa Kecil Sahabat Rasul Sa’d bin Abi Waqqash

Sa’ad dilahirkan di kota Mekah 23 tahun yang lalu sebelum hijrah. Dia tumbuh dan besar dilingkungan Quraisy. Tak berbeda dengan pemuda lainnya, dia juga bergaul bersama pemuda Quraisy lainnya dan para pemimpin Arab. Semenjak kecil, dia sangat gemar memanah dan membuat busur panah sendiri. Berada dilingkungan Quraisy semenjak kecil, membuat pandangannya terkonsep sama, bahwa hanya ada Quraisy dalam kehidupan ini. Akan tetapi pandangan itu berubah semenjak dia melihat kedatangan jamaah haji ke Mekah. Kedatangan jamaah ini membuka khazanah cerita Islami serta pengetahuannya bahwa didunia ini tidak hanya ada Quraisy.

Perjalanan Memeluk Islam

Para sobat Cahayaislam yang terlahir dalam garis keturunan agama Islam (orang tua beragama Islam) rasanya kita sangat beruntung, karena mengenal Islam tanpa ada hambatan. Berbeda dengan Sa’ad yang lahir dari Quraisy, perjalanannya mengenal Islam tidaklah mudah seperti kita. Cerita Islami sahabat Nabi ini bermula dari Abu Bakar ash-Siddiq, salah satu sahabat Rasul inilah yang mengenalkan agama Islam kepada Sa’ad hingga dia memutuskan memeluk Islam diusia 17 tahun. Perjalanan mengenal Islam bagi Sa’ad tidak semudah itu, meninggalkan agama warisan nenek moyang sudah pasti membuat keluarganya berang.

Sang Ibu yang sangat menentang akan perpindahan agama sang anak, dia ingin putranya kembali satu keyakinan bersamanya. Yakni menyembah berhala dan melestarikan ajaran leluhurnya kembali. Semenjak Sa’ad memeluk Islam, sang ibu mulai mogok makan dan minum, tentu supaya menarik perhatian sang putra yang sangat disayanginya. Sang Ibu baru akan makan serta minum setelah sang anak kembali kerajarannya yang dahulu. Setelah cukup lama, kondisi sang ibu semakin melemah dan mengkhawtirkan, keluargapun memanggil Sa’ad dan memperlihatkan kondisi sang ibu yang sekarat.

Kondisi ibunya yang menderita, sama sekali tidak menggoyahkan iman Sa’ad untuk kembali keagamanya yang dulu. Sang ibupun menyadari kecintaan Sa’ad akan agama Islam, dan diapun berhenti mogok makan dan minum. Cerita para sahabat Nabi seperti Sa’ad, serta ketaatannya ini membuat dia sangat dicintai Allah, bahkan setiap do’a yang Sa’ad panjatkan tidak pernah ditolak oleh Allah SWT. Diapun menjadi prajurit perang yang hebat dalam memanah dan memiliki do’a yang mustajab. Selain menjadi penunggang kuda paling berani dikalangan bangsa lain, dua senjata luar biasa yakni panah dan do’a yang dimiliki Sa’ad membuatnya menjadi tokoh penting dalam Islam.

Itulah sedikit cerita islami kita tentang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqash. Keberaniannya ini membuat dia memenangkan peperangan Qadisiyah, sebuah peperangan legendaris dimana Islam dengan 3.000 pasukan melawan 100.000 Majusi. Berbekal keberanian, ketangguhannya memimpin serta izin dari Allah SWT, kaum muslimin lah yang memenangkan peperangan tersebut. Semoga cerita ini bermanfaat dan dapat menambah informasi pada sobat semua, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!