Cerita Nabi Muhammad SAW Menyayangi Anak Kecil Yang perlu kita teladani

0
1953

Assalamu’alaikum sahabat Cahaya islam yang dirahmati Allah SWT, semoga semua sahabat dalam keadaan sehat ya. Sahabat pada kesempatan kita kali ini, kita akan bercerita mengenai cerita Nabi Muhammad SAW. Kalian pasti tahu bahwa sebenarnya Nabi dan Rasul ada banyak jumlahnya, tapi yang wajib diketahui hanya 25 Nabi. Dimana Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi akhir jaman dan tidak ada lagi Nabi setelah beliau. Kita sebagai seorang muslim, sangat wajib meneladani sifat dan sikap beliau, salah satunya adalah mencintai anak kecil.

Dimasa kemajuan teknologi saat ini, akhlak manusia semakin terkikis banyak orang tua yang tega membuang anak, menelantarkan, menyuruhnya bekerja bahkan membunuh darah daging mereka sendiri. Kita patut mencontoh sikap Nabi dalam cerita Nabi Muhammad SAW penyayang anak kecil.

Cerita Nabi Muhammad SAW tentang Kasih Sayang Pada Anak Kecil

Seperti yang telah disebutkan tadi, kita harus meneladani sikap Rasul dari cerita Nabi Muhammad, berikut ini beberapa contoh sikap Nabi kepada anak kecil yang patut kita teladani.

Berempati pada anak yatim

Suatu ketika dalam peperangan mut’ah, sahabat Nabi Ja’far bin Abu Tholib r.a gugur dalam peperangan. Cerita Nabi Muhammad sangat sedih saat itu, segera Nabi datang kerumah Ja’far dia menjumpai istrinya Asma bin Umais yang tengah membuat roti dan memandikan serta memakaikan baju anak-anaknya. Nabi melihat dengan sedih dan berkata “suruh kemarilah anak-anak Ja’far, ketika mereka datang beliau menciuminya.” Rasul mencium anak Ja’far sebagai tanda kasih sayang dan welas asih karena mereka telah menjadi seorang yatim. Rasul memberikan kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anaknya.

Nabi tidak menyukai orang yang tidak memiliki kasih sayang pada anak kecil

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam] dari [‘Urwah] dari [‘Aisyah] radliallahu ‘anha dia berkata; “Seorang Arab Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Kalian menciumi anak-anak kalian, padahal kami tidak pernah menciumi anak-anak kami.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah aku memiliki apa yang telah Allah hilangkan dari hatimu berupa sikap kasih sayang?” HR. Bukhori 5539

Paham akan ketidaktahuan anak

Sebuah kisah dan cerita nabi Muhammad dimana ada seorang anak kecil dibawa kepada Rasulullah SAW untuk dimohonkan berkah, didoakan dan diberi nama. Anak kecil ini dipangku oleh Rasul, dan tiba tiba anak itu kencing dipangkuan beliau. Semua orang yang melihat kaget dan berteriak, seketika beliau berkata “Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, buangkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Setelah itu beliau berdo’a dan memberikan nama. Ketika mereka telah pergi, Rasul mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi. Contoh kisah ini kadang berbanding terbalik dengan orang tua saat ini, banyak orang tua yang kaget karena anak kencing dipangkuannya dan membuat anak sehingga kencingnya belum selesai sepenuhnya. Adapula orang tua yang marah karena hal tersebut, tentu sikap Rasulullah ini sangat pantas dicontoh.

Itulah beberapa cerita Nabi Muhammad SAW yang sangat menyayangi anak kecil dan memahami kepolosan anak. Sikap ini sebaiknya dijadikan panutan para orang tua dan dewasa, karena anak merupakan titipan Allah SWT yang paling berharga dan harus dijaga serta dirawat secara baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!