Cerita Islami – Kisah Thalhah bin Ubaidillah ‘Syahid yang Hidup’

0
1065

Sobat CahayaIslam pernahkah anda mendengar cerita islami tentang Thalhah Bin Ubaidillah? Thalhah merupakan seorang sahabat Nabi dan beliau berasal dari suku Quraisy. Nama lengkap beliau ialah Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Beliau juga termasuk salah satu dari sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Selain itu, Thalhah juga dikenal sebagai salah satu penasehat yang kerap memberikan masukan kepada Rasulullah.

Banyak cerita islami atau kisah hidupnya yang bisa diambil dan dijadikan pembelajaran untuk kita semua. Salah satu kisah masyur ialah ketika beliau berperang membela agama Allah dalam Perang Uhud. Waktu iutu Thalha menderita luka yang sangat parah hal tersebut disebabkan karena beliau rela korbankan dirinya untuk melindungi Rasullah dari serangan kaum kafir pada waktu itu.

Selain itu, beliau juga rela berkorban dengan mengalihkan mata panah yang mengarah kea rah Rasulullah dengan menggunakan tangannya hingga seluruh jarinya terputus.  Namun atas izin Allah, luka yang dialaminya akhirnya berangsur-angsur sembuh dan beliau termasuk sahabat nabi  yang diberi oleh Allah umur yang cukup panjang. Pada akhirnya, beliau akhirnya syahid dalam perang saudara yang berlangsung pada zama khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.

Mendapat Gelar “Syahid Yang Hidup”

Sobat Sobat CahayaIslam, dari cerita islami tersebut kita bisa ketahui bahwa siksaan dan ancaman telah banyak dilakukan terhadap Thalhah. Bahkan dalam suatu kisah, beliau pernah yang disiksa oleh segerombolan pemuda yang menggiringnya dan membelenggu tanggannya, gerombolan pemuda tersebut terus berlari dan memacum, medorong dan memukulinya.

Bahkan ibunya sendiri pun ikut meneriaki dan mencaci maki dirinya. Bisa dibayangkan sobat CahayaIslam begitu berat siksaan dan cobaan yang dialami sahabat mulia ini untuk mempertahankan keyakinannya kepada Allah. Di waktu yang lain, beliau juga pernah diseret bersama dengan sahabat mulia lainnya, Abu Bakar As-Siddiq oleh seorang pria Quraisy yang bernama Naufal bin Khuwailid. Kedua sahabat muli tersebut diikat dan disiksa oleh algojo hingga darah mengalir dari tubuh beliau.

Dari peristiwa penyiksaan tersebut, kedua sahabat mulai itu kemudian mendapat gelar Al-Qarinain, dua sahabat yang mulia. Namun tidak berhenti disitu cobaan dan siksaan yang dialami oleh Thalhah, banyak cobaan berat yang semakin mendera dirinya karena keislamannya. Akan tetapi Sobat CahayaIslam, sedikitpun keimanan dan keislamannya tidak pernah surut demi menegakkan panji-panji Islam dan memperjuang syar islam pada masa itu. Dari semua pengorbanan beserta kesabarannya tersebut, beliau digelari sebagai  Assyahidul Hayy, syahid yang hidup di bumi Allah.

Gelar tersebut diperolehnya ketika beliau sedang berjihad dijalan Allah, pada perang Uhud. Ketika perang berlangsung, barisan umat Islam terpecah dan tidak satu komando sehingga membuat pertahanan pasukan Muslim menjadi rapuh. Hingga akhirnya hanya terisa 11 orang dari kaum Anshor dan hanya seorang dari kaum Muhajirin dan beliau ialah Thalhah sendiri. Mereka termasuk Thalhah rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Rasulullah dari serangan kaum kafir.

Mendapat Gelar Burung Elang dari Uhud

Selain digelari sebagai syahid yang hidup, dalam riwayat lainnya beliau juga digelari dengan ‘Burung Elang Dari Uhud’. Gelar tersebut disematkannya karena kegigihan beliau ketika menjadi salah satu pasukan dari barisan Muslimin yang siap syahid untuk melindungi Rosulullah dan menjaga tegaknya panj-panji Islam. Selain tubuh beliau yang tegap dan kekar, keikhlasan dalam jihad di jalan Allah dan keteguhan iman menjadi modal penting bagi beliau untuk senantiasa terus membela Agama Islam.

Sobat CahayaIslam, itulah cerita islami mengenai kisah sahabat Talhah bin Ubaidillah. Semoga cerita islami  tersebut bisa menggungah kembali semangat kita semua dalam memperjuangkan agama Allah.

Simak pula beberapa cerita islami yang mencerahkan dari tim Cahayaislam disini. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!