Cerita Islami: Sifat Jujur Abu Bakar yang Bisa Membuat Umar Menangis

0
8809

Pada dasarnya, setiap orang ingin selalu jujur dalam segala hal. Akan tetapi, pada kenyataanya ada saja hal-hal yang membuat kita tidak jujur. Padahal, kita sebagai umat Islam tahu bahwa berbohong adalah hal dosa. Jika anda ingin meneladani sifat jujur, lihatlah cerita Islami dari kisah Abu Bakar, sahabat Nabi Muhammad. Sebagai penerus Rasulullah sebagai pemimpin negara, beliau dikenal dengan kejujurannya. Karena memang Allah memerintahkan kita semua untuk selalu jujur dan menghindari dusta, seperti yang bisa kita lihat dalam hadits sahih riwayat Bukhori Muslim berikut:

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (H.R. Bukhari-Muslim)

Gelar As-Shiddiq

Kita biasa menyebut Abu Bakar dengan sebutan Abu Bakar As-Shiddiq karena memang As-Shiddiq adalah julukan untuk beliau, yang artinya jujur. Abu Bakar merupakan orang yang dikenal dengan kejujurannya setelah Rasulullah. Selama menemani dakwah Rasulullah dan selama menjadi penerus Rasulullah untuk memimpin negara, beiiau tidak pernah berdusta dan selalu jujur. Tidak hanya itu, Abu Bakar juga sering menginfaqkan hartanya dengan jumlah yang sangat banyak. Itulah kenapa cerita Islami ini sangat pas untuk kita ambil hikmah dan teladannya karena saat ini adalah zaman di mana kita mengalami krisis kejujuran.

Wasiat Abu Bakar

Kisah Islami ini kita mulai dari masa kepemimpinan Abu Bakar setelah Rasulullah wafat. Bisa dibilang, Abu Bakar sukses meneruskan kepemimpinan Rasulullah dalam mengurus negara. Kuncinya adalah pada sifat beliau yang selalu jujur dalam segala hal. Hingga suatu ketika, Abu Bakar membuat wasiat kepada Aisyah, putrinya. Beliau berpesan kepada Aisyah untuk memeriksa hartanya dan jika bertambah semasa menjabat sebagai kepala negara, maka tambahan harta tersebut hendak diserahkan kepada penerusnya. Setelah diperiksa, cerita Islami ini mengisakan bahwa ternyata tidak ada tambahan harta kecuali seekor unta & seorang hamba sahaya yang memang mengasuh bayinya. Cerita Islami ini

Tangisan Aisyah

Tak lama setelah berwasiat, Abu Bakar meninggal dunia. Tentu saja Aisyah sebagai putrinya sangat terpukul dengan kepergian ayahnya. Apalagi, belum ada tiga tahu yang lalu Rasulullah juga meninggal. Aisyah sangat sedih karena ditinggalkan oleh seorang ayah yang laur biasa, dengan kejujuran dan kedermawanan yang sulit untuk ditandingi siapapun. Itulah kenapa Aisyah sangat sedih. Bahkan kita tahu cerita Islami ini juga pasti ikut merasa sedih. Namun, Aisyah tetap berusaha tabah dan tegar dan menjalankan apa yang diwasiatkan oleh Abu Bakar kepadanya. Aisyah memeriksa semua harnya Abu Bakar dan memberitahukan kepada penerusnya, yang dalam hal ini tentu saja kita tahu adalah Umar.

Tangisan Umar bin Khattab

Dalam cerita Islami ini, kita sama-sama tahu bahwa Umar adalah penerus Abu Bakar dalam memimpin negara. Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah dan kuat. Namun, percaya tak percaya, Umar yang kita kenal gagah dan pemberani itu menangis saat mendengar wasiat Abu Bakar dari Aisyah. Abu bakar telah berhasil membuat menyusahkan penerusnya. Maksudnya, kejujuran Abu Bakar terutama selama memimpin negara membuatnya susah ditandingi oleh penerus-penerusnya, termasuk Umar sendiri. Itulah cerita teladan Islami yang tentang kejujuran seorang khalifah, Abu Bakar As-Shiddiq.

Hikmah dari Kisah Abu Bakar As-Shiddiq

Dari kisah di atas, kita baik seorang pemimpin atau rakyat biasa seharusnya malu jika tidak bisa berbuat jujur dan masih sering berdusta meskipun dampaknya kecil. Mudah-mudahan cerita Islami di atas bisa menyadarkan kita akan pentingnya kejujuran. Jika kita selalu jujur, orang lain di sekeliling kita akan selalu menyayangi kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!