Cerita Islami: Mendulang Semangat Dari Mush’ab Bin Umair

0
639

Sudahkah sobat Cahayaislam membaca sebuah cerita islami minggu ini? Begitu banyak bukan kumpulan cerita islami yang bisa kita dapatkan dengan mudah di era modern ini? – Bagi tim Cahayaislam, pertanyaan seperti itu kayaknya sudah menjadi pertanyaan wajib deh (hehe).

Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena kisah kisah tersebut selalu kami jadikan “cambuk keimanan” untuk meroketkan semangat kami beribadah kepada Allah. Cerita islami yang akan kita ulas dalam artikel kali ini adalah cerita Mush’ab bin Umair, apa istimewanya? Cek biografi singkatnya disini deh:

Sahabat yang berubah dari Manja menjadi Dewasa sepenuhnya

Mush’ab bin Umair lahir pada tahun 585M di Mekkah ia dilahirkan dari keluarga Quraisy yang kaya, ibunya begitu memanjakannya dan memperhatikan pakaiannya. Giginya putih dan tubuhnya juga terkenal wangi hingga tanpa melihat siapa yang datang orang-orang pasti tahu bahwa yang datang ialah Mush’ab.

Namun ada sisi lain yang dapat dilihat Abu Bakar Shidiq dalam diri Mush’ab. Karena sebenarnya Mush’ab yang rupawan memiliki sikap lembut dan lebih suka berkumpul dan beramah-tamah dengan orang miskin, hingga dahulu ia dijuluki Mush’ab al khair yang artinya Mush’ab yang baik dan menjadi perbincangan dalam berbagai cerita islami di masa kini.

Abu Bakar pun mendekati Mush’ab sehingga Mush’ab tetarik mengucapkan dua kalimat syahadat pada usia yang masih muda yaitu 18 tahun. Namun sayang, ia harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim secara sembunyi-sembunyi dari keluarga terutama ibunya.

Mush’ab melakukan ini karena ia tahu keluarganya pasti tidak suka akan keislamannya dan ibunya akan sakit hati dengan jalan yang dipilihnya. Namun lambat laun keislamannya ini diketahui oleh Utsman bin Thalhah ketika ia sedang salat. Kemudian Utsman melaporkan hal ini pada keluarga Mush’ab, walaupun begitu Mush’ab sudah siap dengan segala resikonya karena ia tahu cepat atau lambat kebenaran itu akan terungkap.

Ibu Mush’ab marah hingga mengurungnya ketika mengetahui bahwa ia mengikuti agama yang dibawa Rasulullah ini. Namun, Mush’ab tidak tinggal diam ia mencari jalan keluar agar ia tetap bisa melanjutkan kewajibannya sebagai hamba Allah dan berjihad bersama Rasulullah.

Sampai pada ia bertemu dengan rombongan yang akan hijrah ke Habsyah dan ikut dengan mereka, namun tidak berapa lama ia memutuskan untuk kembali ke Mekkah karena ingin ilmu pengetahuan dan ketakwaannya pada Allah berkembang. Di sinilah cerita islami Mush’ab yang akan menjadi duta dakwah pertama kaum muslim dimulai.

Rasulullah dengan telaten mendidik Mush’ab hingga ia menjadi pemuda yang tangguh dan siap menyiarkan agama yang mulia ini. Sifatnya yang dulu manja sudah tidak terlihat lagi, hingga pada suatu saat Rasulullah mengutusnya pergi ke Yastrib dalam rangka berdakwah.

kehidupannya di sana berbeda jauh dengan kehidupan sebelumnya karena orang-orang di sana yang tidak begitu ramah dengan pendatang. Rasulullah juga mengutusnya ke Madinah dan Mush’ab lah yang menyiapkan segala sesuatu di Madinah untuk menyambut pertama kali hijrahnya Rasulullah di sana.

Gugurnya Mush’ab dalam Perang uhud

Beberapa tahun setelah hijrah nabi, perang Uhud terjadi Mush’ab pun ambil bagian dalam peperangan ini meskipun bertugas memegang bendera karena latar belakangnya yang selalu dimanja oleh ibunya ia tidak terlalu lihai dalam peperangan namun tidak dapat dipungkiri jasa-jasanya sungguh berarti, melahirkan sebuah cerita islami yang patut dihargai.

Hingga menjadi syahid dalam peperangan di Gunung Uhud pada 625 M. Tubuhnya penuh luka, para sahabat tak terkecuali Rasulullah begitu sedih kehilangan sosoknya, kemudian pada saat itu Rasulullah membacakan sebuah ayat:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23)

Apa yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup Mush’ab? 

Begitu banyak sifat yang patut diteladani dari cerita islami yang satu ini, bahkan dari sebelum Mush’ab menjadi seorang muslim hingga ia menjadi seorang yang syahid dalam Perang Uhud. Seorang Mush’ab yang suka berkumpul dengan orang miskin walaupun dia anak orang yang kaya, seorang Mush’ab yang rela meninggalkan kekayaannya demi kecintaannya pada Allah dan Rasulullah, dan semangat dari seorang Mush’ab yang tiada henti membakar menerangi jiwanya.

Semoga kita dapat selalu berusaha sepertinya, terus ada dalam jiwa yang semangat, dan berani dalam membangun kemajuan umat muslim. Cerita islami penuh hikmah ini semoga benar-benar dapat menggugah rasa keislaman kita sehingga kita terus berproses menjadi muslimin muslimah yang lebih baik lagi dan lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!