Cerita Islam Inspiratif Tentang Khusnudzon Billah: Pedagang Tahu yang Terpeleset di Sawah

0
514

Kita bisa belajar dimanapun dan kapanpun. Itu yang tim cahayaislam percayai. Banyak hal-hal dari yang remeh dan kecil yang bahkan kita bisa ambil hikmah besar yang tersembunyi di dalamnya. Kebetulan kami diberi kesempatan untuk memetik mutiara hikmah dari sebuah kisah seorang pedagang tahu yang kebetulan kami temui ketika sedang menikmati secangkir kopi dan nasi bungkus di pinggir jalan suatu malam.

Kisah apes seorang pedagang tahu yang terpeleset di sawah

Sebut saja pak Joyo. Dia adalah seorang pedagang tahu yang ulet dalam pekerjaannya. Dia selalu membiasakan diri bangun di sepertiga malam akhir untuk sholat tahajud. Kemudian dilanjutkan untuk mempersiapkan tahu dagangannya untuk dijual di pasar yang letaknya kurang lebih ada 5 kilometer dari rumahnya yang sederhana.

Pak Joyo percaya bahwa doa kepada Allah adalah kunci dari terbukanya pintu rezeki. Oleh karenanya dia selalu berdoa kepada Allah agar dagangannya itu laris di pasar. Untuk mencapai pasar, biasanya pak Joyo akan melewati beberapa petak persawahan menuju jalan besar untuk menitih angkot yang akan membawanya menuju pasar. Hal itu telah menjadi kebiasaan. Di sore hari pak Joyo akan pulang kerumah dengan membawa kabar baik bahwa tahu dagangannya selalu habis terjual.

Suatu ketika ada satu hari dimana Pak Joyo tertimpa musibah. Setelah melakukan rutinitasnya berdoa agar dagangannya laku, dia bertandang untuk menuju ke jalan besar menghampiri angkot yang biasa membawanya. Namun Allah berkehendak lain, dan dirinya ternyata terpeleset di pematang sawah hingga dirinya tergelincir masuk. Semua dagangan tahu yang dipanggul olehnya berceceran rusak.

Mengalami hal tersebut dirinya bergumam dalam hati. Bertanya-tanya kenapa Allah menimpakan kemalangan itu kepadanya. Sudah jatuh ke sawah. Barang dagangannya rusak, dan rugilah dia. Pak Joyo sempat menyalahkan kenapa Allah bersikap begitu kepadanya. Namun akhirnya dia kembali pulang kerumahnya dengan sedih.

Kebaikan Allah yang mencengangkan pak Joyo

Setelah kembali pulang, berselang beberapa jam pak Joyo dikejutkan oleh sebuah kabar memilukan. Ternyata ankot yang biasa mengangkut dirinya menuju pasar mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang. Diketahui semua penumpangnya tewas tak tertolong. Pak joyo kemudian istighfar sembari mengucap hamdalah. Membayangkan bagaimana jadinya jika tadi dirinya tidak tergelincir ke sawah. Pasti dirinya sudah tewas bersama para penumpang angkot tersebut.

Tak berhenti sampai disitu. Sore harinya ada seorang peternak bebek yang datang ke rumah pak Joyo. Peternak bebek tersebut membutuhkan tambahan makanan dari tahu untuk bebeknya. Dan kabar baiknya orang itu mau membeli tahu pak Joyo walaupun sudah rusak, karena nantinya akan dicampur bersama bahwan makanan lainnya. Betapa senang hati pak Joyo mendengar hal itu. Dia tak henti-henti memanjatkan syukur kepada Allah setelahnya.

Apa yang bisa dipetik dari kisah ini?

Allah adalah penulis skenario terhebat. Dia menuliskan jalan cerita yang sangat indah. Terkadang kita manusia tidak bisa melihat keindahannya. Kita hanya bisa mengeluh dan menyalahkan Allah bila kemalangan menimpa kita. Kita tidak membiasakan untuk bersabar dalam syukur dan bersyukur dalam kesabaran. Tidak semua hal buruk yang menimpa kita adalah hal yang buruk, bisa jadi itu adalah segelintir dari skenario indah yang sudah direncanakan oleh Allah untuk kita. Yang perlu kita lakukan adalah selalu berprasangka baik pada kehendakNya. Tetap bersyukur dan sabar menerima segala ketentuan-Nya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!