Bersyukur Pada Orang yang Menyulitkan Kita?

0
975

bersyukur pada orang yang menyulitkan kita? – Kita mengenal sebutan pahlawan tanpa tanda jasa yang terpancang pada sosok seorang guru. Itulah juga yang akhirnya membuat kita mengenal istilah “sekolah” dimana banyak dari kita belajar dan menambah wawasan. Namun sebenarnya guru itu tidak hanya terbatas kepada mereka yang mengajarkan matematika atau ilmu sosial kepada kita di sekolah lho! Guru juga tidak hanya bisa disandang oleh orang tua dan keluarga dekat kita. Namun guru lebih universal. Setiap orang didunia ini bisa menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru kehidupan kita.

Dari pernyataan tim Cahayaislam ini, muncullah kemudian pertanyaan-pertanyaan dari banyak orang: Bila semua orang di dunia ini bisa menjadi guru kita, lalu apakah seorang perampok dan penipu juga bisa dikatakan pula sebagai guru kehidupan kita? – Jawabannya Ya!

Berterimakasih kepada orang yang menyulitkan kita

Mungkin bagi beberapa sobat Cahayaislam ini agak kontradiksi. Namun sebenarnya Rasulullah SAW sendiri telah mengatakan dalam sabdanya bahwasanya “barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia lain, maka dia tidak bersyukur kepadaKu Allah” (Tirmidzi 1954)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللَّهَ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Penjelasan hadits Sahih diatas tidak hanya memiliki arti mentah bahwa kita harus berterimakasih kepada manusia lain supaya bisa memenuhi syarat bahwa kita termasuk orang yang bersyukur kepada Allah. Dan kesyukuran kita terhadap manusia disini tidak terbatas pada hanya orang-orang yang baik saja, bahkan mereka yang menjengkelkan dan menyulitkan kita juga bisa.

Memangnya bisa kita bersyukur pada orang yang menyulitkan kita? Bisa kok! – Orang-orang yang menyusahkan dan membuat kita jengkel itu adalah guru kehidupan kita. Dari mereka, kita bisa belajar banyak. Misalnya dari orang yang banyak bicara kita bisa belajar bahwa diam itu emas. Dari orang yang suka berbohong, kita belajar bahwa kejujuran adalah hal yang penting dalam kehidupan. Dari orang yang tidak memiliki tenggang rasa, kita belajar pentingnya toleransi.

Caranya: mengubah pola pikir dan cara pandang kita pada orang yang menyusahkan kita!

Resep bersyukur pada orang yang menyusahkan kita ini kami dapatkan dari salah satu buku karangan Richard Carlson yang berjudul Don’t sweat the small stuff. Richard pada buku itu menjelaskan bahwa cara pandang kita berpengaruh sekali pada outcome yang tindakan kita. Richard berkata bahwa kita harus menganggap semua orang di dunia ini sudah tercerahkan, kecuali kita.

Tipnya adalah kita harus berfikir dan menganggap bahwa setiap orang yang menyusahkan kita adalah seseorang yang dikirim oleh Allah untuk memperbaiki diri kita. Bila suatu saat sobat Cahayaislam bertemu dengan orang yang benar-benar membuat muka anda merah padam dan kesal, berpikirlah bahwa Allah mengirim orang itu untuk anda agar anda belajar menjadi orang yang sabar.

Nah, itulah sedikit nasihat hikmah tentang bersyukur pada orang yang menyulitkan kita. Oleh karena itu mari sobat Cahayaislam semuanya, kita buat setiap jam yang ada dalam hidup kita menjadi jam pelajaran, setiap tempat menjadi kelas dan setiap orang yang kita temui sebagai guru yang mengajarkan kehidupan untuk kita. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!