Berkendara Tanpa Memiliki SIM, Menurut Islam Apa Hukumnya?

0
429
Dean Courter, dressed as Santa Claus, escorted by police, rides ahead of some 326 riders along Route 378 in Menands, NY during the 2009 Brunswick HOG (Harley Owners Group) Toys for Tots Toy Run motorcycle parade, as they head to the U.S. Naval & Marine Corps Reserve Center in Albany, NY on Sunday November 8, 2009. The event was held to help kick off the annual Marine Corps Toys for Tots campaign. The ride started in Brunswick. Over $3300 was donated to the campaign, in addition to toys, according to organizers from the Brunswick HOG group. Courter, a retired Troy firefighter, was a Vietnam era veteran of the Marine Corps. (Philip Kamrass / Times Union)

Di kehidupan sehari-hari, kita pasti akan selalu menggunakan kendaraan. Entah itu kendaraan bermotor atau mobil. Digunakan untuk berpergian ke berbagai tempat. Ada aturan dan tata tertib yang harus kita patuhi dalam berkendara. Termasuk dalam memiliki SIM. Sim atau surat izin mengemudi, merupakan surat izin yang wajib dimiliki oleh semua orang ketika ingin berkendara. Jika tidak memiliki sim. Pastinya akan di tilang oleh pihak berwajib. Lalu apa sebenarnya hukum dari berkendara tanpa memiliki SIM, menurut islam apa hukumnya? Pasti ada banyak sekali kisah islam, mengenai hal ini.

Berkendara Tanpa Memiliki SIM, Menurut Islam Apa Hukumnya?

Memang tidak ada aturan pasti tentang berkendara tanpa memiliki sim. Tapi dalam prinsipnya, umat muslim harus selalu mematuhi setiap peraturan yang ada. Asalkan tidak bertentangan dengan Al Quran dan hadist. Termasuk aturan dalam berlalu lintas. Peraturan dalam berlalu lintas memang sudah diatur sangat jelas oleh pihak berwajib. Dari memakai helm, memiliki SIM dan masih banyak lainnya. Ada banyak kisah islam yang menceritakan tentang seseorang yang tidak memiliki SIM. Jika berkendara tanpa memiliki SIM, menurut islam apa hukumnya?

Dari hadist abu hurairah radhiyAllahu anhu, Nabi ShallAllahu alaihi wa sallam bersabda “ setiap muslim harus mengikuti kesepakatan mereka “ (HR Abu Daud 3596, ad daruquthni 2929 ). Dari hadist kisah islam yang sahih tersebut, sudah jelas bahwa umat muslim harus selalu mematuhi dan mengikuti kesepakatan yang sudah disepakati bersama. Lajnah Daimah juga pernah mengeluarkan fatwa. “ peraturan lalu lintas ditetapkan demi kemaslahatan umum kaum muslimin. Wajib bagi seluruh pengemudi untuk memperhatikan dan melaksanakan peraturan tersebut. Karena ketika aturan itu dilaksanakan menghasilkan maslahat bagi masyarakat, sebaliknya ketika aturan itu dilanggar, akan terjadi banyak kecelakaan dan membahayakan orang lain serta akan ada ancaman bahaya lainnya ( fatwa lajnah no 15752).

Mari kita membahas sedikit tentang fatwa tersebut. Peraturan lalu lintas dibuat demi kemashalatan semua umat. Tanpa adanya peraturan lalu lintas, mungkin akan ada banyak kecelakaan lalu lintas. Setiap negara memang memiliki peraturan yang berbeda-beda. Tapi surat izin mengemudi menjadi syarat utamanya. Hanya orang yang sudah berumur 18 tahun ke atas, yang diizinkan untuk memakai kendaraan. Jika pengendara tidak memiliki SIM, maka wajib diberi peringatan dan diberi hukuman oleh pihak berwajib. Dalam kisah islam ini, memang harus menjadi peraturan wajib yang dipatuhi. Semua warga negara indonesia harus mematuhi hal tersebut.

Di dalam islam, masalah kisah islam ini memang tidak ada hukum yang jelas. Seperti haram, makruh dan lainnya. Anda memang tidak diwajibkan memiliki SIM. Asalkan anda tidak naik kendaraan. Tapi ketika anda berkendara wajib untuk memiliki SIM. Dengan alasan apapun, seorang pengendara wajib memiliki SIM. Ini sudah menjadi peraturan wajib yang harus dipatuhi. Apalagi jika tidak memiliki SIM, bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan orang lain. Bahkan bisa membunuh orang lain. Ini bisa menjadi dosa tersendiri, karena telah mencelakakan orang lain.

Jadi, buat anda yang belum memiliki SIM dan sudah cukup umur maka supaya memilikinya. Segera membuatnya di kantor kepolisian. Buat SIM sesuai peraturan yang telah di atur oleh pemerintah. Anda harus bisa mematuhi semua peraturan yang berwajib. Memiliki SIM, memakai helm, kendaraan yang sesuai standar dan masih banyak lainnya. Dengan begitu semua keselamatan akan terjamin. Sekian artikel tentang kisah islam hukum tidak memiliki SIM dalam islam. Semoga memberikan ilmu yang bermanfaat buat anda.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!