Beragam Persoalan Hidup Menurut Al Ghazali Yang Harus Dipahami

0
425

Beragam Persoalan Hidup Menurut Al Ghazali Yang Harus Dipahami Al Ghazali adalah salah satu ulama besar dari umat Islam yang pemikirannya menjadi banyak rujukan kaum muslimin dalam menjalani kehidupan setiap hari. Beliau banyak memberikan nasihat yang membangun dan pesan-pesan penguat hati sebagai pertolongan dan bantuan kaum muslimin untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dunia. Salah satu hal menarik untuk disimak adalah beragam persoalan hidup menurut Al Ghazali yang harus dipahami dan tentu akan menjadi bahan perenungan bagi kita semua.

Beragam Persoalan Hidup Menurut Al Ghazali Yang Harus Dipahami

Persoalan hidup menurut Imam Ghazali Pada suatu hari, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Mereka terlibat dalam suatu diskusi yang cukup panjang dan serius. Dalam kesempatan tersebut, beliau bertanya kepada murid-muridnya yang dirumuskan sebagai persoalan hidup menurut Imam Ghazali. Ia pun bertanya pada muridnya tentang apa yang paling dekat dengan kita dalam kehidupan ini. Beberapa murid menjawab orang tua, kerabat, teman, dan lainnya. Namun, secara bijak, Imam Ghazali menjawab bahwa yang paling dekat dengan kita pada kehidupan adalah kematian. Hal ini disandarkan bahwa kematian bisa muncul dan terjadi kapan saja tanpa permisi. Ia tidak peduli dengan kesehatan, umur, atau kondisi manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Ali Imran 185 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” Dari pertanyaan ini, terselip pelajaran yang sangat berharga dimana kita harus senantiasa menyiapkan diri kita untuk bersiap mati kapan saja. Bekal hidup akhirat yang banyak harus dicari agar ketika kematian datang, kita tidak akan menyesal dengan penyesalan yang sia-sia. Lantas, persoalan hidup menurut Al Ghazali yang kedua adalah masa lalu adalah hal yang paling jauh dari diri kita. Jarak kedua tempat yang berjauhan dan bahkan berbeda negara bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. Namun, dengan apapun kita tidak bisa kembali ke masa lalu, meskipun hanya berselisih satu hari saja. Poin kedua ini mengandung pelajaran bahwa kita harus senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena apa yang sudah terlewat tidak akan bisa kembali lagi. Sedang persoalan hidup menurut Al Ghazali yang ketiga adalah nafsu adalah hal yang paling besar di dunia. Nafsu memang tidak berwujud sebagaimana gunung, matahari, atau apapun yang memiliki dimensi. Namun, nafsu terkadang membutakan manusia dan banyak diantara mereka yang terjerembab jatuh pada kesalahan yang fatal karena godaan dan ketidakmampuan untuk mengontrol nafsu mereka. Sebagai umat Islam, kita tentu wajib untuk menahan hawa nafsu agar tidak rugi dan terperosok dalam neraka. Persoalan lain dalam hidup menurut Imam Al Ghazali adalah amanah merupakan sesuatu yang paling berat di dunia. Ia juga tidak berwujud seperti gajah, besi, atau apapun yang memiliki dimensi berat. Namun, berapa banyak orang yang tidak kuat untuk menahan sebuah amanah? Banyak orang yang tergiur sehingga ia melenakan amanah yang ia emban dan berbuat seenaknya sendiri. Sebagai seseorang yang memahami bahwa amanah adalah sesuatu yang penting, maka sebisa mungkin kita harus menjaga amanah yang sudah diberikan orang lain kepada kita.

Lalu, persoalan hidup menurut Al Ghazali selanjutnya adalah meninggalkan shalat adalah hal yang paling ringan di dunia, melebihi kapas atau benda lainnya. Kita tentu tahu bahwa shalat adalah hal yang wajib bagi umat Islam dan barang siapa yang tidak melakukannya, maka ia berdosa.  Kita tentu banyak melihat bahwa persoalan hidup menurut Al Ghazali ini sangat sering terjadi di masyarakat dewasa ini dimana mereka merasa enak saja untuk tidak shalat padahal mereka sehat dan mampu.

Persoalan hidup menurut Imam Ghazali yang terakhir adalah lidah merupakan sesuatu yang tajam dan lebih tajam dari pedang. Dengan lidahnya, seseorang bisa melukai hati orang lain ataupun saudaranya sendiri. Tidak sedikit pula perang terjadi karena hasutan yang bersumber dari lidah seseorang. Dengan mengetahui beberapa persoalan hidup menurut Al Ghazali sebagaimana dimaksud di atas, tentu kita akan semakin sadar tentang hakikat hidup yang sebenarnya. Maka, mari kita saling introspeksi diri tentang apa yang sebenarnya sudah kita lakukan dan bagaimana kehidupan kita sebenarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!