Benarkah Warga LDII Menganggap Kafir Orang Diluar LDII?

0
314
LDII organisasi masyarakat islam yang menerapkan secara nyata kehidupan masyarakat madani
LDII organisasi masyarakat islam yang menerapkan secara nyata kehidupan masyarakat madani

Assalamu’alaikum Sobat Cahaya Islam, beberapa waktu lalu ada orang yang bertanya benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII? Menanggapi pertanyaan tadi, simak ulasan berita islam berikut ini yuk! Bila mendengar Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII sebagian besar masyarakat pastinya akan beranggapan bahwa LDII adalah lembaga sesat. Lembaga ilegal yang meresahkan masyarakat. Tapi sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi kebenaran serta cerdas, terlebih lagi diera modern saat ini. menerima berita tidak boleh ditelan mentah-mentah, harus ditelusuri terlebih dahulu kebenarannya. Sebab berita hoax yang tersebar sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan fitnah.

Benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII?

Mengenal LDII

Organisasi masyarakat ini merupakan organisasi legal yang berada dibawah payung badan hukum. Jadi sangat tidak benar bila LDII dianggap organisasi ilegal. Benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII? Banyak masyarakat yang termakan isu miring dan beranggapan bahwa LDII adalah penerus Islam Jama’ah (organisasi sesat) yang dulu dibubarkan. Namun fakta sesungguhnya sejarah LDII yang benar bernama YAKARI yakni Yayasan Lembaga Karyawan Islam. Kemudian berganti dengan nama LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam), tapi nama LEMKARI dirubah karena dianggap sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia dan bergantilah nama menjadi LDII.

Adapun tujuan berdirinya adalah untuk mengembangkan pembangunan Indonesia yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar terwujud masyarakat madani yang demokrasi dan berlandaskan Pancasila. Dari latar belakang tersebut, jelas membantah isu miring yang menyatakan bahwa LDII adalah penerus ajaran sesat Islam Jama’ah. Sekaligus jadi jawaban benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII. LDII adalah organisasi masyarakat yang berbadan hukum. Kalau pun mengajarkan ajaran sesat sudah pasti telah dibubarkan sejak dulu.

Latar Belakang Pendiri LDII

Berita miring yang tersebar akan pendiri LDII bernama Nur Hasan yang hanya menempuh pendidikan terakhir kelas 3 SD. Padahal fakta sesungguhnya latar belakang berdirinya LDII didirikan oleh lima orang berlatar belakang pendidikan tinggi dan sangat paham akan agama. Mereka adalah Drs. Nur Hasyim, Drs. Edi Masyadi, Drs. Bahroni Hertanto, Soetojo Wirjo Atmodjo BA dan Wijono BA. Latar belakang pendiri ini sangat bertolak belakang dengan isu miring pendiri LDII yang suka akan perdukunan.

Hukum Mengucapkan Kafir

Orang yang telah masuk LDII mengklaim bahwa orang diluar LDII adalah kafir. Padahal dalam kajian Islam mengucapkan kata kafir tidak boleh sembarangan bahkan kata kafir sangat berbahaya. Tapi benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII? Nyatanya hal ini tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal tersebut. LDII paham bahwa mengatakan kafir dilarang. Bahaya mengatakan kafir telah tertulis dalam hadist yang diriwayatkan oleh Shahih Muslim dan sering di beritahukan dalam ceramah agama.

benarkan warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII? Dalam Hadist tersebut disebutkan bahwa bahaya seseorang mengatakan kafir kepada orang lain dengan tidak mengetahui kebenarannya maka dia dianggap kufur dan kafir tersebut kembali pada penuduh. Kufur sendiri artinya tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya. Kufur terbagi menjadi dua, kufur besar dan kecil. Untuk kufur kecil hanya akan dikenakan dosa tanpa keluar dari Islam.

Sedangkan kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dalam Islam. Bila ada berita islam yang menyatakan bahwa orang diluar LDII kafir, itu hanya perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Organisasi Islam ini selalu memiliki tujuan yang mulia untuk memajukan bangsa.

Jadi bila ada pertanyaan benarkah warga LDII menganggap kafir orang diluar LDII? Jawabnya tidak benar. LDII tidak pernah mengajarkan hal demikian. Organisasi ini pula tidak meresahkan, berbadan hukum dan diakui negara. justru memiliki sumbangsih untuk memajukan bangsa seperti musyawarah nasional tahun 2016 lalu. Yang sangat diapresiasi oleh presiden Jokowi dan Menteri Agama.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!